Bra olahraga berperan sebagai perlindungan penting bagi jaringan payudara saat bergerak aktif. Maka, cara memilih bra olahraga harus dilakukan dengan tepat.
Karena itu, pemahaman cara memilih bra olahraga yang tepat membantu menjaga kesehatan payudara dalam jangka panjang sekaligus mendukung performa olahraga.
Maka dari itu, artikel ini membahas lima kesalahan yang sering terjadi saat memilih bra olahraga beserta dampaknya.
Pertama, mari mulai dari kesalahan paling dasar.
Baca: Cara Memilih Bra yang Tepat Agar Payudara Tetap Sehat
Kesalahan dalam Cara Memilih Bra Olahraga
1. Mengabaikan Tingkat Dukungan Berdasarkan Jenis Olahraga
Salah satu kesalahan umum cara memilih bra olahraga biasanya memakai tingkat dukungan yang sama untuk semua aktivitas.
Payudara tersusun dari lemak, kelenjar, dan ligamen Cooper yang bisa bergerak hingga 15 cm saat berlari.
Oleh karena itu, Anda perlu menyesuaikan dukungan dengan intensitas gerakan. Dukungan rendah cocok untuk yoga atau jalan santai.
Sebaliknya, dukungan tinggi wajib dipakai saat lari atau HIIT. Faktanya, bra dukungan rendah saat lari dapat meregangkan ligamen Cooper.
Kondisi ini bersifat permanen dan memicu payudara kendur lebih cepat. Karena itu, selalu sesuaikan dukungan bra olahraga dengan gerakan vertikal yang dilakukan.
Baca: Payudara Kencang Alami: Cek Tips Perawatan Harian
2. Memilih Ukuran yang Sama dengan Bra Harian
Banyak wanita mengira ukuran bra harian otomatis cocok untuk bra olahraga. Padahal, standar ukuran bra olahraga sering berbeda.
Perbedaan utama terletak pada kekencangan lingkar bawah. Bra olahraga perlu memberi kompresi atau enkapsulasi lebih kuat, terutama di area band.
Sebab, lingkar bawah menyumbang sekitar 80% dukungan struktural. Lingkar bawah yang longgar membuat payudara bergerak naik turun dan memicu nyeri.
Maka, ukur ulang lingkar bawah dan cup khusus untuk Bra Olahraga agar terasa pas namun tetap nyaman.
Baca: Bentuk Payudara Ideal: Kenali Fakta dan Mitosnya
3. Menggunakan Bra Berbasis Kompresi untuk Semua Ukuran
Teknik kompresi bekerja baik pada payudara kecil hingga sedang. Namun, cara ini menjadi kesalahan dala cara memilih bra olahraga bagi pemilik payudara besar.
Wanita dengan cup besar perlu bra dengan metode enkapsulasi. Metode ini menopang setiap payudara secara terpisah. Faktanya, kombinasi enkapsulasi dan kompresi memberi dukungan paling maksimal.
Bra yang hanya mengandalkan kompresi dapat menimbulkan monoboob, rasa tidak nyaman, dan gerakan menyamping berlebih.
Oleh karena itu, perhatikan label dan desain cup sesuai volume payudara.
Baca: Nyeri Payudara Siklus: Kenali Penyebab Hormonal Umum
4. Mengabaikan Bahan dan Risiko Iritasi Kulit Payudara
Saat berolahraga, tubuh menghasilkan keringat dan gesekan. Salah satu kesalahan umum cara memilih bra olahraga terjadi saat memilih bahan yang menahan keringat. Katun tebal sering memerangkap kelembaban.
Karena itu, pilih bahan modern seperti lycra atau nilon dengan sifat moisture-wicking. Bahan ini menarik keringat dari kulit lalu mempercepat penguapan.
Kelembaban yang terperangkap dapat memicu ruam, iritasi, bahkan jamur di lipatan bawah payudara.
Baca: Latihan Sederhana Payudara Kencang Alami di Rumah
5. Tidak Memperhatikan Tali dan Gaya Belakang Bra
Model tali dan bagian belakang memengaruhi distribusi beban pada bahu. Kesalahan umum cara memilih bra olahraga muncul saat memilih tali tipis untuk payudara besar.
Tali tipis memberi tekanan berlebih dan memicu nyeri leher serta punggung atas.
Untuk dukungan tinggi, pilih tali lebar dengan pengaturan panjang. Model racerback menyebarkan beban lebih merata di punggung. Karena itu, pastikan tali mampu menopang payudara tanpa menekan bahu atau leher.
Baca: Kesehatan Puting Payudara: Tanda Infeksi dan Kapan Waspada
Perawatan Kulit Setelah Olahraga

Meski bra olahraga melindungi jaringan dari dalam, kulit payudara tetap membutuhkan perawatan luar. Keringat, gesekan, dan regangan membuat kulit rentan kering dan kehilangan elastisitas.
Breasty Serum membantu melengkapi rutinitas perawatan setelah olahraga. Serum ini membantu mengembalikan kelembaban dan menjaga elastisitas kulit.
Dengan pijatan lembut setelah mandi, nutrisi terserap lebih baik. Maka, kulit payudara terasa lebih halus, terhidrasi, dan tampak kencang.
Baca: Cara Mengatasi Nyeri Payudara dengan Kompres
Pemeriksaan Bra Olahraga yang Tepat
Setelah memilih bra olahraga, lakukan jump test di ruang pas. Cobalah melompat ringan untuk menilai daya tahan bra.
Jika gerakan payudara kurang dari sekitar 2,5 cm, dukungan sudah memadai. Lingkar bawah yang naik atau cup berlipat menandakan ukuran kurang tepat. Bra yang pas terasa ketat di lingkar bawah tanpa mengganggu napas.
Karena itu, cara memilih bra olahraga yang benar harus memberi rasa nyaman sekaligus kokoh di seluruh area payudara dan band.
Baca: Benjolan Kista Payudara: Bedanya dengan Tumor Jinak
Prioritaskan dukungan bra sesuai aktivitas, ukuran lingkar bawah yang pas, metode enkapsulasi untuk payudara besar, serta bahan moisture-wicking.
Luangkan waktu untuk mencoba dan menguji bra sebelum olahraga berat. Jangan lupa, rawat kulit payudara setelahnya dengan Breasty Serum.
Secara keseluruhan, bra olahraga yang tepat membantu mengurangi nyeri, mencegah kerusakan jaringan, dan meningkatkan rasa percaya diri saat berolahraga.




