Sperma Keluar Darah, Bahayakah?

Melihat adanya darah saat sperma keluar darah tentu bisa memicu kepanikan. Kondisi ini, yang dikenal dalam dunia medis sebagai hematospermia, seringkali membuat khawatir dan menimbulkan banyak pertanyaan. 

Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua kasus sperma berdarah menandakan masalah serius. Dalam banyak situasi, hematospermia bersifat sementara dan bisa hilang dengan sendirinya. Meskipun demikian, penting untuk memahami penyebab yang mungkin, kapan harus mencari pertolongan medis, dan bagaimana penanganannya.

Memahami Hematospermia

sperma keluar darah bahayakah

Hematospermia adalah kondisi di mana air mani mengandung darah. Warna darah bisa bervariasi, mulai dari merah muda, merah terang, hingga merah kecoklatan atau bahkan hitam, tergantung pada seberapa lama darah tersebut berada di saluran reproduksi. 

Volume darah juga bervariasi, terkadang hanya berupa garis samar, kadang terlihat lebih jelas bercampur dengan air mani.

Penyebab Sperma Keluar Darah

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan sperma keluar darah. Salah satu penyebab paling umum adalah peradangan atau infeksi pada salah satu organ di sistem reproduksi pria. Ini bisa meliputi:

  • Prostatitis: Peradangan pada kelenjar prostat, yang memproduksi sebagian besar cairan mani. Infeksi bakteri adalah penyebab umum prostatitis.
  • Vesikulitis Seminalis: Peradangan pada vesikula seminalis, kelenjar kecil yang juga berkontribusi pada produksi air mani.
  • Epididimitis atau Orkitis: Infeksi pada epididimis (saluran di belakang testis yang menyimpan sperma) atau testis itu sendiri.
  • Uretritis: Peradangan pada uretra, saluran yang membawa urine dan air mani keluar dari tubuh.

Selain infeksi dan peradangan, beberapa kondisi lain juga bisa memicu hematospermia:

  • Trauma atau Cedera: Cedera pada area genital, seperti akibat aktivitas seksual yang intens, biopsi prostat, atau prosedur medis lainnya, bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah kecil.
  • Batu Saluran Kemih: Batu yang terbentuk di ginjal atau kandung kemih dan bergerak ke saluran kemih bisa menyebabkan iritasi dan pendarahan.
  • Penyakit Menular Seksual (PMS): Beberapa PMS seperti gonore atau klamidia bisa menyebabkan peradangan pada organ reproduksi.
  • Tekanan Darah Tinggi: Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pembuluh darah kecil pecah.
  • Gangguan Pembekuan Darah: Kondisi medis yang memengaruhi kemampuan darah untuk membeku, atau penggunaan obat pengencer darah, bisa meningkatkan risiko pendarahan.
  • Kanker: Meskipun jarang, hematospermia bisa menjadi gejala kanker prostat, testis, atau vesikula seminalis. Ini lebih sering terjadi pada pria berusia di atas 40 tahun.

Baca: Sperma Lengket, Wajarkah?

Kapan Harus Khawatir?

Meskipun banyak kasus hematospermia tidak berbahaya, ada beberapa situasi di mana pencarian pertolongan medis segera menjadi penting. Cari dokter jika:

  • Usia di atas 40 tahun: Risiko kondisi serius seperti kanker meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Hematospermia terjadi berulang atau kronis: Jika darah terus-menerus muncul dalam air mani selama beberapa minggu atau bulan.
  • Disertai gejala lain: Seperti nyeri saat buang air kecil atau ejakulasi, demam, menggigil, nyeri punggung bawah, atau darah dalam urine.
  • Memiliki riwayat penyakit lain: Terutama jika punya riwayat kanker, kelainan pendarahan, atau kondisi medis serius lainnya.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, riwayat medis, dan mungkin menyarankan tes lanjutan seperti analisis urine, kultur air mani, tes darah, ultrasonografi, atau bahkan biopsi jika dicurigai adanya masalah serius.

Optimalkan Kesehatan Reproduksi Pria dengan Vertomen

sperma keluar darah bahayakah

Memelihara kesehatan reproduksi pria adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup. Salah satu aspek penting yang sering terabaikan adalah kualitas sperma dan stamina. Banyak pria mencari cara alami untuk mendukung fungsi ini.

Vertomen hadir sebagai solusi komprehensif untuk pria yang ingin mengoptimalkan kesehatan reproduksi mereka. 

Dengan formulasi unik dari delima, jahe merah, dan pasak bumi, menjadikan Vertomen pilihan tepat untuk membantu memelihara stamina pria, menambah produksi sperma, dan mengentalkan sperma. 

Bagi pasangan yang sedang dalam program hamil, Vertomen dapat menjadi pelengkap yang berharga dalam upaya mencapai impian memiliki keturunan. Untuk info produk dan pemesanan hubungi WA 08999277308 atau order via marketplace Shopee.