Sering sendawa dan kembung menunjukkan adanya akumulasi gas yang berlebihan dalam sistem pencernaan manusia. Hal ini terjadi sebagai akibat dari proses fermentasi makanan atau udara yang tertelan saat makan dengan cepat.
Pengeluaran gas melalui mulut adalah cara alami tubuh untuk mengurangi tekanan di area perut. Namun, jika frekuensinya terlalu tinggi, itu menunjukkan bahwa fungsi lambung sedang mengalami penurunan secara signifikan.
Kebiasaan makan sambil berbicara sering kali menyebabkan udara masuk ke tenggorokan secara tidak sengaja. Situasi ini memperburuk akumulasi gas yang pada akhirnya memaksa tubuh untuk melepaskannya secara berulang.
Baca: Bahaya Minum Minuman Bersoda Saat Perut Kosong
Mekanisme Terjadinya Sering Sendawa dan Kembung
Dinding lambung yang meradang biasanya memicu produksi asam secara berlebihan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Reaksi kimia antara asam dan sisa makanan tersebut menghasilkan gas karbon dioksida dalam jumlah banyak.
Kondisi sering sendawa dan kembung seringkali menjadi sinyal awal bahwa otot kerongkongan bawah sedang melemah. Hal ini menyebabkan gas dan isi lambung mudah naik ke atas sehingga memicu sendawa terus-menerus.
Sistem pencernaan manusia membutuhkan keseimbangan enzim agar proses pengolahan nutrisi makanan berjalan dengan sangat lancar. Ketika keseimbangan ini terganggu, sisa makanan akan membusuk dan menghasilkan gas yang membuat perut terasa penuh.
Gangguan pada kontraksi usus sering kali menghambat aliran gas menuju saluran pembuangan akhir secara normal. Tekanan yang tertahan di dalam usus besar menciptakan sensasi begah yang sangat menusuk tulang rusuk.
Baca: Makan Terlalu Cepat dan Dampaknya pada Asam Lambung
Gejala Pendamping yang Harus Diwaspadai
Munculnya rasa perih pada ulu hati seringkali menyertai keluhan gas berlebih yang sedang dirasakan seseorang. Sensasi terbakar ini menandakan lapisan mukosa lambung mulai mengalami iritasi akibat paparan asam yang tinggi.
Mulut yang terasa pahit atau asam juga menjadi indikasi bahwa gangguan pencernaan sudah masuk tahap serius. Gejala tersebut biasanya muncul pada pagi hari saat posisi tubuh baru saja bangun dari tidur.
Seseorang mungkin juga merasakan mual yang datang secara tiba-tiba setelah mengonsumsi jenis makanan yang berlemak. Ketidaknyamanan ini sangat mengganggu produktivitas jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat dan juga efektif.
Rasa sesak di dada terkadang muncul akibat tekanan gas yang mendorong diafragma ke arah atas. Kondisi ini sering kali menimbulkan kecemasan karena gejalanya menyerupai gangguan pada organ jantung manusia.
Baca: Makanan Cepat Saji Merusak Dinding Lambung simak penjelasannya
Penyebab Utama Sering Sendawa dan Kembung
Kebiasaan mengonsumsi makanan pedas serta minuman bersoda menjadi faktor utama pemicu tumpukan gas dalam perut. Zat aktif dalam makanan tersebut merangsang dinding lambung untuk bekerja jauh lebih keras dari batas normal.
Stres psikologis ternyata memiliki kaitan erat dengan fungsi sistem saraf yang mengatur pergerakan otot saluran pencernaan. Pikiran yang tertekan membuat produksi asam lambung meningkat pesat dan memicu sering sendawa dan kembung.
Pola makan yang tidak teratur membuat jadwal kerja lambung menjadi kacau dan merusak ritme pencernaan alami. Lambung yang kosong dalam waktu lama akan terisi oleh udara dan cairan asam yang korosif.
Kandungan laktosa pada produk susu tertentu terkadang sulit untuk dicerna oleh sebagian besar orang dewasa. Sisa laktosa yang tidak terserap dengan baik akan difermentasi oleh bakteri di dalam usus.
Baca: Bahaya Mie Instan Berlebihan bagi kesehatan lambung
Cara Mengatasi Gangguan Pencernaan Secara Alami
Mengunyah makanan secara perlahan membantu meringankan beban kerja lambung dalam menghancurkan partikel makanan yang masuk. Proses mekanis yang sempurna di dalam mulut akan mengurangi volume udara yang ikut tertelan ke dalam.
Menghindari posisi berbaring langsung setelah makan sangat efektif untuk mencegah asam lambung naik ke area kerongkongan. Berikan waktu minimal dua jam agar proses pengosongan lambung berjalan maksimal sebelum tubuh beristirahat total.
Rutin meminum air hangat dapat membantu menenangkan otot-otot saluran cerna yang sedang mengalami ketegangan atau kram. Suhu hangat merangsang aliran darah di area perut sehingga distribusi nutrisi dan oksigen menjadi lancar.
Melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki setelah makan mampu membantu mempercepat proses pengosongan lambung. Gerakan tubuh yang aktif merangsang peristaltik usus agar gas tidak terjebak di satu titik.
Baca: Kopi dan Asam Lambung: Mengapa Kafein Jadi Musuh Lambung
Mengatasi Sering Sendawa dan Kembung dengan Soluma
Pemilihan herbal berkualitas tinggi seperti temulawak dan kunyit terbukti efektif dalam menjaga kesehatan dinding lambung manusia. Kandungan kurkumin pada tanaman tersebut mampu menekan peradangan serta mempercepat proses pemulihan jaringan yang rusak.

Kayu manis dan ketumbar berfungsi untuk mengurangi tekanan gas serta memberikan rasa hangat pada sistem pencernaan. Tambahan daun sembung dalam formulasi Soluma secara efektif meringankan gejala sering sendawa dan kembung yang menyiksa.
Produk Soluma bekerja dengan cara menormalkan produksi asam agar tidak naik kembali ke arah area kerongkongan. Konsumsi rutin membantu meredakan mual serta menghilangkan rasa panas yang sering muncul pada bagian dada.
Mengandalkan kebaikan alam merupakan solusi cerdas untuk mengembalikan fungsi lambung agar kembali sehat seperti sediakala. Soluma hadir sebagai pilihan praktis bagi siapa saja yang ingin sembuh dari gangguan maag kronis.
Kembalikan kenyamanan perut dengan mengonsumsi Soluma secara rutin agar kesehatan pencernaan selalu terjaga setiap hari.




