Resiko Lensa Kontak Palsu yang Merusak Mata

Kornea mata tidak memiliki pembuluh darah, sehingga sangat rentan rusak jika suplai oksigen terhambat oleh lensa kontak yang tidak aman.

Di tengah meningkatnya penggunaan lensa kontak, resiko lensa kontak palsu menjadi ancaman nyata bagi kesehatan mata masyarakat.

Lensa kontak kini tidak hanya berguna untuk membantu penglihatan, tetapi juga sebagai aksesori kosmetik. Namun, tingginya permintaan ini membuka peluang peredaran produk ilegal yang tidak memenuhi standar medis.

Oleh karena itu, pemahaman mengenai bahaya lensa kontak palsu sangat penting untuk mencegah kerusakan mata jangka panjang.

Baca: Kesehatan Retina Mata: Peran Buah Bilberry yang Unik

Alasan Lensa Kontak Palsu Membahayakan Mata

Lensa kontak merupakan alat medis yang bersentuhan langsung dengan permukaan kornea.

Karena itu, setiap lensa harus diproduksi melalui proses pengujian ketat terkait bahan, sterilitas, dan kemampuan menghantarkan oksigen.

Lensa kontak palsu tidak melalui prosedur ini. Akibatnya, lensa tersebut langsung menempatkan kornea pada kondisi berbahaya.

Banyak lensa palsu yang terbuat dari bahan plastik murah dengan kualitas rendah. Bahan ini memiliki permeabilitas oksigen yang sangat terbatas.

Padahal, kornea memperoleh oksigen langsung dari udara sekitar. Jika aliran oksigen terhambat, jaringan kornea mengalami hipoksia.

Baca : Kesehatan Retina Mata: Hindari Cahaya Biru Berlebihan

Kondisi ini menyebabkan mata terasa nyeri, memerah, dan membengkak. Dalam jangka panjang, hipoksia dapat memicu pertumbuhan pembuluh darah abnormal di kornea.

Pertumbuhan ini mengganggu kejernihan kornea dan berpotensi menimbulkan gangguan penglihatan permanen.

Masalah lain yang tidak kalah serius adalah aspek kebersihan. Lensa palsu biasanya memiliki kemasan tanpa standar steril yang layak. Kontaminasi bakteri, jamur, atau parasit sangat mungkin terjadi.

Oleh karena itu, penggunaan lensa yang terkontaminasi dapat langsung memicu infeksi kornea yang berkembang dengan cepat dan agresif.

Baca: Mata Katarak Usia Muda: Faktor Pemicu dan Solusinya

Resiko Lensa Kontak Palsu terhadap Kesehatan Mata

Resiko lensa kontak palsu tidak hanya sebatas rasa tidak nyaman. Bahayanya mencakup infeksi serius yang dapat mengancam penglihatan secara permanen.

Salah satu komplikasi paling umum yaitu keratitis. Keratitis merupakan peradangan pada kornea akibat infeksi mikroorganisme. Dalam kondisi tertentu, infeksi ini dapat berkembang menjadi ulkus kornea.

Ulkus merupakan luka terbuka pada permukaan kornea yang menyebabkan nyeri hebat, mata sangat sensitif terhadap cahaya, dan penglihatan menjadi kabur.

Baca: Perawatan Lensa Kontak: Aturan Pakai dan Perawatan Tepat

Jika tidak ditangani dengan cepat, ulkus kornea dapat meninggalkan jaringan parut atau bahkan berujung pada kebutaan.

Selain infeksi, lensa kontak palsu juga sering menimbulkan reaksi alergi. Pewarna pada lensa kosmetik ilegal umumnya tidak diuji untuk keamanan mata.

Zat warna ini dapat larut dan bersentuhan langsung dengan jaringan mata. Akibatnya, mata mengalami iritasi berkepanjangan, mata merah kronis, atau konjungtivitis berulang. Iritasi yang terus terjadi akan merusak lapisan pelindung mata secara perlahan.

Baca: Apa Saja yang Dapat Merusak Mata Tanpa Sadar?

Dukungan Pemulihan Mata dengan Nutrisi Ometa

Resiko Lensa Kontak Aman Palsu yang Merusak Mata

Jika mata mengalami iritasi ringan akibat penggunaan lensa kontak palsu, pemulihan jaringan membutuhkan dukungan yang tepat.

Selain menghentikan penggunaan lensa, asupan nutrisi yang mendukung kesehatan mata juga berperan penting. Di sinilah Ometa dapat menjadi pendamping pemulihan. Ometa mengombinasikan bilberi, sambiloto, dan wortel.

Baca : Cara Mengatasi Mata Lelah Digital dengan Pijatan Ringan

Sambiloto memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu meredakan peradangan pada jaringan mata. Peradangan yang terkontrol mempercepat proses pemulihan alami. Bilberi kaya akan antosianin.

Senyawa ini membantu memperbaiki sirkulasi darah mikro ke jaringan mata. Sirkulasi yang baik mendukung suplai oksigen dan nutrisi ke kornea.

Wortel menyediakan beta-karoten yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A. Vitamin A sangat penting untuk menjaga integritas permukaan kornea dan selaput lendir mata.

Dengan demikian, Ometa membantu mendukung proses pemulihan mata dari stres oksidatif dan inflamasi.

Baca: Benarkah Layar Gadget Merusak Mata?

Cara Menghindari Resiko Lensa Kontak Palsu

Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Oleh karena itu, langkah paling penting adalah memastikan lensa kontak yang digunakan berasal dari sumber terpercaya.

Selalu beli lensa kontak di optik resmi, klinik mata, atau apotek yang terdaftar. Penjual resmi biasanya mensyaratkan resep dokter mata. Hal ini memastikan ukuran, jenis, dan kebutuhan mata Anda sesuai.

Selain itu, periksa kemasan lensa dengan teliti. Produk asli memiliki segel utuh, nomor izin edar, dan informasi produsen yang jelas. Hindari membeli lensa kontak dari penjual daring yang tidak jelas asal-usulnya.

Baca: 9 Cara Mengobati Mata Buram Secara Alami

Harga yang terlalu murah sering kali menjadi indikator produk palsu. Mata adalah organ vital. Resiko lensa kontak palsu merupakan ancaman serius yang dapat menyebabkan kerusakan mata permanen.

Oleh karena itu, penggunaan lensa kontak harus selalu mengutamakan keamanan dan standar medis. Membeli lensa dari sumber resmi dan menjaga kebersihan menjadi perlindungan yang tidak boleh diabaikan.

Maka dari itu, lindungi mata Anda dari bahaya lensa kontak palsu yang merusak mata.

Secara keseluruhan, jika mata mengalami iritasi atau peradangan ringan, dukung dengan nutrisi yang berfokus pada antioksidan dan anti-inflamasi.

Makanya, Ometa dapat membantu proses pemulihan dan menjaga kesehatan mata jangka panjang.

Apabila ingin membeli Ometa, kunjungi toko resmi melalui link di bawah ini.