Penyakit Kuning Pada Bayi Baru Lahir, Apakah Berbahaya

Mengenali karakteristik perubahan warna kulit pada bayi penting untuk membedakan antara kondisi fisiologis normal dan gangguan medis serius.

Banyak orang tua merasa khawatir ketika melihat gejala penyakit kuning pada bayi yang baru lahir. Dalam medis, kondisi ini sangat umum terjadi karena organ hati bayi belum mampu memproses bilirubin dengan sempurna.

Namun, Anda perlu memahami kapan kondisi ini dianggap normal dan kapan harus segera mendapatkan bantuan medis.

Padahal, sebagian besar kasus kuning pada bayi akan hilang dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua minggu. Oleh sebab itu, Anda perlu memperhatikan tingkat keaktifan bayi serta pola menyusu harian agar tetap terjaga.

Sebab, kadar bilirubin yang terlalu tinggi dan tidak ditangani dapat berisiko mengganggu sistem saraf pusat bayi.

Baca: Temulawak: Obat Liver Alami dengan 7 Khasiat Luar Biasa!

Mengenal Jenis Penyakit Kuning Pada Bayi

Kondisi penyakit kuning pada bayi yang bersifat fisiologis biasanya muncul pada hari kedua atau ketiga setelah lahir.

Warna kuning ini muncul akibat pemecahan sel darah merah yang tinggi sementara fungsi hati masih tahap perkembangan. Lalu, warna kekuningan ini umumnya akan memudar secara perlahan setelah bayi mencapai usia sepuluh hari atau lebih.

Sebab, seiring bertambahnya usia, organ hati bayi akan semakin kuat dalam menyaring zat sisa dari aliran darah.

Oleh karena itu, kecukupan asupan ASI sangat penting guna membantu mempercepat pembuangan bilirubin melalui feses dan urin.

Maka, Anda tidak perlu terlalu cemas selama bayi tetap terlihat bugar, kuat menyusu, dan tidak tampak lemas.

Baca: Efek Minum Temulawak Setiap Hari

Tanda Bahaya Penyakit Kuning Pada Bayi

Anda harus segera bertindak jika penyakit kuning pada bayi muncul dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam. Kondisi kuning yang muncul terlalu cepat atau menyebar hingga ke area kaki bisa menandakan adanya masalah serius.

Lalu, waspadai jika bayi tampak sangat lemas, sulit bangun untuk menyusu, atau sering menangis dengan nada tinggi.

Sebab, kadar bilirubin yang sangat tinggi dapat menembus sawar darah otak dan memicu kondisi bernama kernikterus yang berbahaya.

Oleh sebab itu, pemeriksaan kadar bilirubin melalui tes darah sangat baik jika warna kuning tampak semakin pekat. Maka, penanganan berupa fototerapi atau terapi sinar di rumah sakit akan membantu memecah bilirubin pada jaringan kulit.

Jadi, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak jika Anda menemukan gejala-gejala tidak normal pada bayi.

Baca: Apakah Radang Liver Bisa Sembuh

Kaitan Kesehatan Hati Dan Pencegahan Penyakit Kuning

Penyakit Kuning Pada Bayi Baru Lahir, Apakah Berbahaya herbatitis

Memahami kesehatan organ liver sejak dini membantu orang tua dalam menghadapi risiko penyakit kuning pada bayi baru lahir.

Meskipun herbal seperti Herbatitis umumnya digunakan untuk dewasa, prinsip menjaga kesehatan hati tetaplah sangat penting bagi manusia.

Lalu, pastikan ibu menyusui tetap mengonsumsi nutrisi yang sehat agar kualitas ASI yang diberikan kepada bayi tetap optimal.

Sebab, nutrisi yang masuk ke tubuh bayi melalui ASI akan membantu memperkuat sistem metabolisme dan pertahanan tubuhnya. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan serta asupan gizi ibu adalah kunci utama dalam mendukung pertumbuhan bayi.

Maka, bayi akan memiliki daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai risiko infeksi setelah proses kelahiran.

Baca: Minum Apa untuk Membersihkan Liver?

Tips Merawat Bayi Di Rumah

Melakukan perawatan yang konsisten sangat membantu dalam mempercepat pemulihan penyakit kuning pada bayi agar tidak menjadi berbahaya.

Oleh karena itu, susui bayi sesering mungkin, yaitu sekitar delapan hingga dua belas kali dalam waktu satu hari. Serta, Anda bisa menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi secara singkat guna membantu proses pemecahan pigmen kuning.

Selain itu, pastikan bayi tetap merasa hangat dan nyaman agar sistem metabolisme tubuhnya dapat bekerja dengan sangat maksimal.

Maka, dengan asupan cairan yang cukup, bilirubin akan terbuang lancar sehingga warna kulit bayi kembali menjadi kemerahan.

Sebab, perhatian dan kasih sayang orang tua adalah obat yang paling mujarab dalam mendukung kesehatan buah hati tercinta.

Jadi, mulailah amati perkembangan fisik bayi Anda setiap hari dengan penuh ketelitian demi masa depan yang sehat.

Baca: Dampak Obat Kimia pada Liver

Penyakit kuning pada bayi baru lahir umumnya tidak berbahaya jika bersifat fisiologis dan hilang dalam waktu dua minggu.

Sebab, kondisi ini merupakan bagian dari proses adaptasi organ hati bayi terhadap lingkungan baru di luar rahim sang ibu. Oleh karena itu, orang tua harus memastikan kecukupan asupan nutrisi bayi melalui pemberian ASI yang sangat rutin harian.

Apalagi, deteksi dini terhadap tanda-tanda kuning yang tidak wajar dapat mencegah risiko komplikasi kesehatan yang jauh lebih berat.

Jadi, pastikan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar kesehatan hati dan perkembangan bayi senantiasa terjaga baik.

Jika ingin membeli Herbatitis, silakan klik tautan di bawah untuk menuju toko.