Mata Berair Tanda Penyakit Apa?

Mata berair sering muncul akibat mata kering, karena tubuh mencoba melumasi mata dengan air mata refleks yang encer.

Mata berair, atau Epifora, terjadi saat tubuh memproduksi air mata secara berlebihan atau salurannya tersumbat.

Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat mengganggu penglihatan, memicu ketidaknyamanan, dan menunjukkan adanya masalah kesehatan mata.

Makanya, mengetahui mata berair memungkinkan Anda mengambil langkah penanganan yang tepat, mencegah komplikasi, dan menjaga fungsi mata tetap optimal.

Selain itu, dukungan nutrisi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mata secara keseluruhan.

Baca: Panduan Memilih Obat Mata Buram

Dua Mekanisme Utama Mata Berair

Air mata berlebih muncul melalui dua mekanisme:

  • Produksi Air Mata Berlebihan (Overproduction)

Mata memproduksi air lebih banyak sebagai respons terhadap iritasi, peradangan, atau faktor lingkungan. Misalnya, debu, asap, angin kencang, atau paparan sinar UV dapat memicu refleks ini.

Produksi berlebihan membantu membersihkan permukaan mata dari zat asing, tetapi jika terus-menerus, dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan penglihatan kabur.

Baca: Inilah Obat Mata Buram Terbaik, Wajib Anda Coba!

  • Drainase Tersumbat (Underdrainage)

Saluran air mata, yang mencakup puncta dan ductus nasolacrimalis, berfungsi mengalirkan air mata ke hidung.

Jika saluran tersumbat, air mata juga akan meluap ke pipi. Kondisi ini dapat muncul sejak lahir, akibat cedera, atau infeksi kronis.

Drainase terganggu juga bisa menjadi tanda adanya kelainan anatomis yang memerlukan evaluasi medis.

Baca: Apa Saja yang Dapat Merusak Mata Tanpa Sadar?

Penyebab Umum Mata Berair

Beberapa kondisi sering memicu Mata Berair:

  • Sindrom Mata Kering

Kondisi ini tampak paradoksal, tetapi mata kering memicu air mata refleks. Lapisan air mata yang tidak stabil atau cepat menguap memicu kelenjar untuk memproduksi cairan tambahan.

Air mata refleks biasanya encer dan tidak efektif melumasi, sehingga gejala berulang jika mata kering tidak diatasi.

Baca: Mata Katarak Usia Muda: Faktor Pemicu dan Solusinya

  • Alergi dan Iritasi Lingkungan

Paparan alergen seperti serbuk sari, debu, bulu hewan, atau iritan seperti asap dan angin memicu produksi air mata sebagai mekanisme pertahanan.

Sensitivitas mata juga meningkat seiring usia atau jika mata mengalami kekeringan kronis.

  • Konjungtivitis (Mata Merah)

Infeksi virus atau bakteri pada konjungtiva menyebabkan mata merah, gatal, dan berair.

Konjungtivitis menandakan penyakit menular yang membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah komplikasi dan penyebaran.

Baca: Kesehatan Retina Mata: Peran Buah Bilberry yang Unik

Penyebab Lebih Serius

Mata Berair yang terus-menerus disertai nyeri, bengkak, atau gangguan penglihatan harus diwaspadai:

  • Saluran Air Mata Tersumbat (Dacryocystitis)

Sumbatan akibat infeksi atau cedera menyebabkan air mata meluap. Pada bayi, kondisi ini juga cukup umum dan memerlukan evaluasi dokter mata.

  • Kelainan Kelopak Mata (Ectropion/Entropion)

Kelopak mata yang terlalu keluar atau masuk menghambat aliran air mata ke saluran drainase. Kondisi ini biasanya membutuhkan koreksi medis atau pembedahan minor untuk mengembalikan fungsi normal.

Baca: Bagaimana Menjernihkan Mata yang Buram

Tips Pencegahan Mata Berair

Selain memahami penyebab, beberapa langkah dapat membantu mencegah atau mengurangi gejala:

  1. Hindari mengucek mata karena dapat memperparah iritasi dan infeksi.
  2. Gunakan kacamata pelindung saat berada di luar ruangan atau terpapar debu/angin.
  3. Atur kelembapan ruangan, terutama di musim dingin atau saat menggunakan pendingin ruangan.
  4. Terapkan kebiasaan istirahat mata, terutama jika bekerja lama di depan layar, dengan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

Baca: Ometa Suplemen Kesehatan Mata

Ometa, Dukungan Nutrisi untuk Mata

Mata berair tanda penyakit apa

Nutrisi berperan penting dalam menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko mata kering atau kelelahan visual.

Ometa memberikan dukungan nutrisi untuk membantu mata tetap sehat.

Baca : Kesehatan Mata Era Digital: Rawat Lebih dari Sekadar Istirahat

Pertama, Bilberry mengandung antosianin yang mendukung sirkulasi mikro di retina, membantu adaptasi mata terhadap cahaya redup, dan melindungi sel mata dari radikal bebas.

Wortel (Beta-Karoten) sebagai sumber vitamin A yang juga membantu menjaga fungsi membran lendir mata dan mencegah mata kering.

Sambiloto, anti-inflamasi alami yang mendukung perlindungan terhadap peradangan ringan pada mata.

Selanjutnya, semua kombinasi nutrisi ini bekerja optimal saat dibarengi pola hidup sehat dan manajemen stres oksidatif.

Baca: Obat Mata yang Paling Ampuh Merk Apa?

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Segera periksakan mata jika air mata berlebihan disertai:

  • Nyeri hebat atau sensasi terbakar
  • Penglihatan kabur mendadak
  • Mata merah, bengkak, atau keluarnya cairan kental/berdarah

Ometa mendukung nutrisi harian, tetapi tidak menggantikan diagnosis medis atau pengobatan kondisi serius.Mata berair dapat bervariasi penyebabnya, dari iritasi ringan hingga kelainan saluran air mata.

Tingkatkan kelembapan, istirahatkan mata, dan dukung kesehatan mata dari dalam dengan Ometa yang mengandung Bilberry, Wortel, dan Sambiloto.

Baca : Obat herbal mata paling rekomendasi

Maka dari itu, konsultasikan dokter jika gejala berlanjut atau disertai rasa sakit.

Kombinasi nutrisi, perlindungan mata, dan pola hidup sehat nantinya membantu menjaga penglihatan tetap nyaman dan optimal.

Bila ingn mencoba Ometa, klik salah satu tombol di bawah ini.