Hepatitis C Dapat Sembuh Total? Gejala dan Pengobatan Terbaru

DAAs menjadi solusi pengobatan modern untuk Hepatitis C.

Apakah Hepatitis C dapat sembuh total? Ini menjadi harapan bagi jutaan penderitanya di seluruh dunia.

Dahulu, penyakit ini sering dianggap vonis kronis. Namun, perkembangan ilmu kedokteran membawa kabar baik.

Oleh karena itu, pemahaman tentang gejala awal dan pengobatan terbaru sangatlah penting.

Kita harus mengenali penyakit ini untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

Baca: Ini Dia Khasiat Kandungan Herbatitis yang Terbukti

Mengenali Gejala Awal Infeksi Hepatitis C

Hepatitis C sering dijuluki pembunuh senyap karena gejalanya yang tidak spesifik di tahap awal.

Faktanya, sekitar 70-80% pasien tidak menunjukkan gejala sama sekali saat infeksi akut.

Maka dari itu, infeksi seringkali baru terdeteksi saat sudah menjadi kronis.

Gejala yang muncul bisa berupa kelelahan ekstrem. Kelelahan ini tidak hilang meskipun sudah beristirahat.

Selain itu, beberapa pasien melaporkan demam ringan. Juga, nyeri sendi dan otot bisa terjadi.

Kemudian, mual dan kehilangan nafsu makan juga umum terjadi.

Oleh karena itu, penting bagi individu berisiko tinggi untuk menjalani skrining.

Bahkan, gejala flu ringan sering salah arti. Gejala ini bisa menjadi manifestasi awal infeksi Hepatitis C.

Anda mungkin juga mengalami sakit perut di kuadran kanan atas. Namun, gejala ini seringkali hilang timbul.

Sebab, hati berusaha melawan virus dalam diam. Maka dari itu, jangan abaikan kelelahan yang persisten.

Baca: Bagaimana Mekanisme Kerja Herbatitis dalam Menjaga Hati?

Tahapan Perkembangan Penyakit Hepatitis C

Hepatitis C berkembang melalui beberapa tahapan yang berbeda. Tahap pertama yaitu infeksi akut.

Infeksi akut terjadi dalam enam bulan pertama setelah paparan. Sekitar 15-25% orang berhasil membersihkan virus secara spontan.

Sayangnya, sisanya berkembang menjadi infeksi kronis. Infeksi kronis berlangsung bertahun-tahun.

Infeksi kronis dapat merusak hati secara perlahan. Kerusakan ini lantas memicu fibrosis (pembentukan jaringan parut).

Fibrosis ini dapat berkembang menjadi sirosis hati. Sirosis merupakan kerusakan hati yang ireversibel.

Sirosis meningkatkan risiko kanker hati. Oleh karena itu, deteksi dini di tahap kronis sangat krusial.

Juga, fibrosis hati memiliki empat tingkatan. Tingkat kerusakan ini diukur melalui tes elastografi.

Maka dari itu, pemantauan rutin bersifat sangat penting. Sebab, semakin cepat penanganan, semakin besar peluang mencegah sirosis.

Selain itu, sirosis hati dapat menyebabkan gagal hati yang fatal.

Baca: Pahami Cara Minum Herbatitis agar Hasilnya Maksimal

Dukung Kesehatan Hati dengan Herbatitis

Hepatitis C Dapat Sembuh Total Gejala dan Pengobatan Terbaru

Terlepas dari pengobatan antivirus, hati yang sehat memerlukan dukungan nutrisi optimal.

Virus Hepatitis C menyebabkan peradangan. Peradangan ini terus merusak sel-sel hati.

Oleh karena itu, nutrisi dan herbal dapat membantu meredakan beban kerja hati.

Sekarang, ada Herbatitis sebagai dukungan alami untuk hati Anda. Herbatitis memiliki komposisi dari bahan alami yang berkhasiat.

Kandungan pertamanya Tanaman Jombang yang bertindak sebagai antioksidan pelindung sel hati.

Selain itu, ada Temulawak membantu produksi cairan empedu.

Ada juga Kunyit yang akan mengurangi peradangan. Inilah yang membuat Herbatitis mendukung hati dalam fase pemulihan.

Baca: Kelebihan Herbatitis Dibandingkan Obat Hati Lainnya

Penularan dan Populasi Berisiko Tinggi

Hepatitis C menular melalui darah yang terinfeksi. Cara penularan paling umum yaitu melalui berbagi jarum suntik.

Risiko ini sangat tinggi pada pengguna narkoba suntik. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui transfusi darah.

Transfusi darah ini sudah ada sebelum tahun 1992 (sebelum skrining darah wajib).

Penularan seksual juga bisa terjadi. Namun demikian, risiko ini lebih rendah ketimbang melalui darah.

Penularan dari ibu ke anak selama kehamilan atau persalinan bisa terjadi.

Oleh karena itu, skrining rutin wajib bagi populasi berisiko. Populasi berisiko ini termasuk pasien hemodialisis dan petugas kesehatan.

Baca: Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Hati

Pengobatan Terbaru, Kesembuhan Hepatitis C?

Pertanyaan yang menakutkan “Apakah Hepatitis C dapat sembuh total?” akhirnya terjawab. Jawabannya: ya.

Kedokteran modern telah merevolusi pengobatan virus ini. Dahulu, pengobatan interferon memiliki efek samping yang parah.

Namun, kini tersedia Direct-Acting Antivirals (DAAs).

DAAs merupakan obat antivirus yang bekerja langsung. Obat ini menargetkan proses replikasi virus. Tingkat kesembuhan DAAs sangat tinggi.

Tingkat kesembuhan mencapai lebih dari 95% untuk sebagian besar genotipe virus. Oleh karena itu, DAAs menjadi obat yang manjur.

Pasien harus menyelesaikan durasi pengobatan penuh.

Baca: Gejala Penyakit Perlemakan Hati

Pencegahan dan Harapan Jangka Panjang

Pencegahan Hepatitis C belum memiliki vaksin. Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan melalui perubahan perilaku.

Perubahan perilaku ini mencakup praktik seks aman dan menghindari berbagi jarum. Juga, semua darah harus diskrining sebelum transfusi.

Bagi yang sudah sembuh, risiko kambuh sangat kecil. Namun demikian, mereka masih bisa terinfeksi ulang.

Maka dari itu, perilaku berisiko harus dihindari selamanya. Selain itu, pasien yang sembuh harus menjalani pemantauan hati.

Pemantauan ini perlu jika sudah ada kerusakan hati. Pemeriksaan ini membantu deteksi dini risiko kanker hati.

Hepatitis C kini dapat sembuh total berkat DAAs. Namun, pemulihan hati dari kerusakan lama memerlukan dukungan nutrisi optimal.

Dukung hati Anda dengan Herbatitis, suplemen herbal untuk melindungi dan meregenerasi. Sebab, menjaga kesehatan hati adalah investasi jangka panjang terbaik.

Jika Anda ingin memesan Herbatitis, tekan tombol di bawah ini.