Frekuensi ejakulasi yang paling ideal untuk menjaga kesuburan sebenarnya adalah setiap 2 hingga 3 hari sekali. Banyak pria salah kaprah, mengira bahwa “menabung” sperma selama berminggu-minggu akan membuatnya makin berkualitas. Padahal, sperma memiliki masa kadaluarsa di dalam tubuh. Menemukan keseimbangan antara masa istirahat (abstinensi) dan pengeluaran rutin adalah kunci utama agar sel sperma yang Anda keluarkan selalu dalam kondisi segar, lincah, dan siap membuahi.
Berikut penjelasan medis lengkapnya, termasuk waktu terbaik dalam sehari untuk membuahi.
Berapa Hari Sekali Sebaiknya Ejakulasi?
Rentang waktu 2 sampai 3 hari tanpa ejakulasi dianggap sebagai “jeda emas” (sweet spot) bagi kualitas sperma. Dalam periode istirahat singkat ini, tubuh memiliki waktu yang cukup untuk mengisi ulang volume air mani dan mematangkan sel sperma baru di epididimis. Hasilnya, saat dikeluarkan, jumlah sperma sudah maksimal dan kualitas pergerakannya (motilitas) sedang berada di puncak performa. Inilah mengapa dokter sering menyarankan pola jeda ini bagi pasangan yang sedang program hamil.
Sperma Laki-laki Subur Jam Berapa?
Secara spesifik, sperma laki-laki berada di kondisi paling subur pada pagi hari, terutama sebelum pukul 7.30 pagi. Mengapa pagi hari? Karena secara biologis, kadar hormon testosteron dan produksi sperma mencapai puncaknya pada jam-jam awal setelah Anda bangun tidur. Jadi, mitos tentang “serangan fajar” ternyata ada benarnya. Berhubungan intim di pagi hari memberikan peluang lebih besar karena “pasukan” Anda sedang dalam jumlah terbanyak dan kondisi paling bugar setelah istirahat semalaman.
Apa Efek Jika Terlalu Sering Ejakulasi?
Ejakulasi setiap hari sebenarnya tidak berbahaya, namun bisa menurunkan volume dan konsentrasi sperma secara sementara. Jika Anda ejakulasi berkali-kali dalam sehari, tubuh mungkin belum sempat melakukan restock penuh, sehingga jumlah sperma per mililiter air mani bisa jadi lebih sedikit dari biasanya. Meskipun begitu, sisi positifnya adalah sperma yang keluar sangatlah segar dengan tingkat kerusakan DNA yang minim.
Apa Efek Menahan Ejakulasi Terlalu Lama?
Menahan ejakulasi lebih dari 7 hari justru berisiko menurunkan kemampuan sperma untuk membuahi sel telur. Banyak yang berpikir semakin lama ditahan semakin bagus, padahal faktanya sperma yang “ditimbun” terlalu lama akan mengalami stres oksidatif. Akibatnya, meski volumenya banyak, pergerakannya jadi lambat (lemas), bentuknya banyak yang abnormal, dan banyak sel sperma yang mati karena sudah “basi” di dalam tubuh.
Kapan Waktu Terbaik Berhubungan Intim Untuk Hamil?
Waktu terbaik adalah saat masa subur wanita, dengan frekuensi hubungan intim dilakukan selang-seling setiap dua hari sekali. Berbeda dengan wanita yang hanya subur beberapa hari dalam sebulan, pria sebenarnya subur setiap hari. Namun, dengan melakukan hubungan intim selang-seling (misalnya Senin, Rabu, Jumat) selama masa subur istri, Anda memastikan bahwa selalu ada stok sperma segar yang menunggu sel telur matang, tanpa membuat pabrik sperma Anda kelelahan.
Dukung Kualitas Sperma dengan Nutrisi Harian

Mengatur jadwal ejakulasi di jam yang tepat memang strategi bagus, tapi kualitas “bahan baku” sperma itu sendiri jauh lebih krusial. Seringkali, pola makan harian kita kurang mendukung produksi sperma yang tahan banting.
Untuk memastikan setiap tetesnya berkualitas, Anda bisa melengkapinya dengan Vertomen.
Vertomen adalah suplemen herbal yang diformulasikan untuk menjaga stamina dan kesehatan reproduksi pria. Kandungan alaminya membantu menstabilkan hormon testosteron (terutama di pagi hari) dan melindungi sperma dari kerusakan radikal bebas. Dengan kombinasi waktu yang tepat dan nutrisi dari Vertomen, peluang Anda untuk memiliki keturunan akan jauh lebih besar.
Pastikan usaha Anda membuahkan hasil. Dapatkan Vertomen asli di sini:
- WhatsApp: 08999277308
- Shopee: Klik di Sini untuk Kunjungi Toko Shopee Kami
Referensi:
- Kapan Sebenarnya Masa Subur Pria? (Alodokter)
- Frekuensi Ejakulasi Mempengaruhi Kualitas Sperma (Asha IVF)
- Diskusi Komunitas: Kualitas Sperma (Alodokter)




