Efek konsumsi jeroan secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan kadar purin yang berisiko tinggi bagi kesehatan persendian. Banyak orang tidak menyadari bahwa cita rasa lezat dari organ dalam hewan menyimpan potensi peradangan yang cukup serius.
Purin yang masuk ke tubuh akan dimetabolisme dan berubah menjadi kristal asam urat yang tajam. Endapan kristal ini kerap menyerang jempol kaki, pergelangan tangan, hingga sendi lutut secara tiba-tiba.
Penderita biasanya merasakan nyeri intens yang disertai pembengkakan serta perubahan warna kemerahan pada kulit sekitar sendi. Memahami risiko dari kebiasaan makan ini menjadi langkah penting untuk menjaga kelancaran mobilitas tubuh setiap hari.
Baca: Nyeri Lutut Berkepanjangan? Jangan Tunggu Sampai Sulit Jalan
Mekanisme Purin dan Efek Konsumsi Jeroan
Kandungan purin dalam hati, ginjal, dan usus hewan jauh lebih tinggi daripada kandungan pada daging otot biasa. Tubuh manusia secara alami akan memecah seluruh zat purin tersebut menjadi limbah akhir berbentuk asam urat.
Ginjal memiliki tugas berat untuk menyaring limbah ini dan mengeluarkannya melalui air seni setiap waktu secara rutin. Namun, efek konsumsi jeroan yang terlalu sering membuat ginjal kewalahan dalam memproses sisa metabolisme yang sangat banyak.
Kadar asam urat yang tidak terbuang sempurna akhirnya mengkristal dan mengendap di dalam jaringan ikat sendi penderita. Kristal yang berbentuk tajam seperti jarum ini menimbulkan rasa sakit luar biasa saat sendi melakukan pergerakan fisik.
Kondisi ini sering kali penderita kenali sebagai penyakit gout yang dapat menurunkan kualitas hidup manusia secara signifikan. Pencegahan sejak dini melalui pembatasan konsumsi organ dalam hewan sangat tenaga medis sarankan bagi setiap individu.
Baca: 8 Akibat Apabila Memiliki Kelebihan Purin dalam Tubuh
Mengapa Organ Dalam Sangat Berisiko Tinggi
Organ dalam hewan berfungsi sebagai penyaring racun dan tempat penyimpanan cadangan nutrisi bagi tubuh hewan tersebut. Hal ini membuat konsentrasi zat-zat kimia termasuk purin menjadi sangat pekat pada bagian jantung dan paru-paru.
Sering kali masyarakat menganggap remeh efek konsumsi jeroan karena rasanya yang sangat gurih dan juga menggugah selera. Padahal, satu porsi kecil olahan usus bisa mengandung purin yang setara dengan satu kilogram daging sapi.
Proses pengolahan makanan dengan menggunakan santan kental semakin memperparah penumpukan lemak jenuh di dalam pembuluh darah. Lemak yang tinggi akan menghambat proses pengeluaran asam urat melalui saluran kemih pada tubuh penderita tersebut.
Penderita gangguan ginjal harus benar-benar menghindari jenis makanan ini agar tidak terjadi komplikasi medis yang jauh lebih berat. Pemilihan protein nabati atau daging tanpa lemak merupakan alternatif yang jauh lebih aman bagi kesehatan tubuh.
Baca: Sendi Bengkak karena Asam Urat, Tanda yang Sering Diremehkan
Dampak Jangka Panjang bagi Kesehatan Sendi
Serangan asam urat yang terjadi berulang kali dapat merusak tulang rawan yang melindungi persendian penderita secara permanen. Kerusakan ini mengakibatkan penderita sering mengalami kekakuan sendi yang sulit untuk penderita sembuhkan hanya dengan istirahat.
Munculnya benjolan keras atau tofus di sekitar sendi merupakan indikasi nyata dari efek konsumsi jeroan kronis. Tofus dapat menyebabkan perubahan bentuk sendi sehingga penderita merasa kesulitan saat menggunakan sepatu atau memegang benda.
Peradangan yang bersifat menahun juga memicu risiko penyakit kardiovaskular serta gangguan pada fungsi jantung penderita secara sistemik. Tubuh manusia memerlukan keseimbangan nutrisi agar tidak terjadi penumpukan zat sisa yang merusak jaringan sehat lainnya.
Olahraga ringan secara teratur tetap penderita butuhkan untuk menjaga kelenturan otot serta melancarkan sistem peredaran darah. Konsumsi air putih yang cukup sangat membantu ginjal dalam membuang sisa asam urat melalui saluran pembuangan.
Baca: Apa Itu Purin? Kenali Zat Kecil yang Sebabkan Masalah Besar
Kendali Asam Urat Secara Alami dengan Afiapro
Bagi penderita yang ingin menjaga stabilitas kadar asam urat, Afiapro menawarkan solusi herbal yang sangat aman dan efektif. Ramuan ini mengandung perpaduan temulawak, temu putih, kayu manis, cabe jawa, rumput teki, dan juga temu mangga.
Tambahan ekstrak pegagan, sambiloto, dan meniran di dalamnya bekerja secara sinergis untuk menjaga kesehatan tubuh penderita secara menyeluruh. Afiapro terbukti ampuh membantu mengontrol kadar gula darah serta kolesterol yang sering kali menyertai masalah asam urat.

Baca: Tanda Asam Urat Tinggi dan Cara Menurunkannya Secara Alami
Kombinasi bahan alami ini secara aktif menetralkan efek konsumsi jeroan dengan cara meningkatkan fungsi pengeluaran limbah melalui ginjal. Penggunaan rutin Afiapro dapat membantu meredakan nyeri sendi tanpa perlu khawatir akan efek samping bahan kimia.
Seluruh komposisi herbal pilihan ini membantu penderita dalam mencapai keseimbangan kesehatan tubuh yang lebih baik dan juga prima.
Mulai langkah sehat sekarang juga dengan mengeklik tautan konsultasi resmi kami untuk mendapatkan produk Afiapro.




