Mengetahui batasan darah tinggi yang berbahaya merupakan pengetahuan wajib bagi setiap orang dewasa, terutama mereka yang memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga.
Tekanan darah adalah ukuran kekuatan aliran darah yang menekan dinding pembuluh arteri saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh.
Angka ini memang bersifat fluktuatif dan bisa berubah-ubah sepanjang hari tergantung pada aktivitas fisik, tingkat stres, dan emosi seseorang.
Namun, ada titik tertentu di mana kenaikan angka tersebut tidak lagi bisa kita anggap wajar dan berubah menjadi ancaman serius.
Banyak kasus fatal seperti serangan jantung mendadak atau pecahnya pembuluh darah di otak terjadi karena penderita tidak menyadari bahwa tekanan darah mereka telah menyentuh zona merah.
Pemahaman mengenai angka sistolik (angka atas) dan diastolik (angka bawah) penting untuk mengambil tindakan medis yang tepat.
Baca: Tips Gaya Hidup untuk Darah Tinggi, Lengkapi dengan Ocardio Agar Lebih Optimal
Mengenal Kategori Krisis Hipertensi
Dunia medis mengategorikan tingkat keparahan hipertensi menjadi beberapa tahapan untuk memudahkan diagnosis.
Kondisi yang paling mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan darurat disebut sebagai krisis hipertensi.
Seseorang dinyatakan mengalami kondisi ini jika alat pengukur tekanan darah menunjukkan angka sistolik mencapai 180 mmHg atau lebih dan angka diastolik mencapai 120 mmHg atau lebih.
Angka setinggi ini menandakan bahwa organ-organ vital tubuh sedang berada di bawah tekanan ekstrem.
Tekanan darah ini bisa menyebabkan kerusakan permanen dalam hitungan jam atau bahkan menit.
Jika angka ini bersamaan dengan munculnya gejala fisik seperti nyeri dada hebat, sesak napas, sakit kepala parah, atau gangguan penglihatan, ini merupakan krisis hipertensi darurat.
Pasien harus segera ke instalasi gawat darurat (IGD) untuk mendapatkan obat penurun tensi melalui infus.
Penundaan penanganan pada tahap ini sangat berisiko memicu gagal jantung, gagal ginjal akut, atau stroke pendarahan yang mematikan.
Baca: Makanan Pantangan Darah Tinggi, Jangan Lupa Rutin Minum Ocardio
Ocardio, Perlindungan Herbal Darah Tinggi yang Berbahaya
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, terutama sebelum tekanan darah menyentuh angka krisis yang mengerikan.
Bagi Anda yang ingin menjaga kestabilan tensi secara alami dan aman, Ocardio hadir sebagai suplemen herbal pilihan yang terpercaya.

Ocardio menggabungkan kekuatan lima tanaman obat yang akan merawat sistem kardiovaskular secara internal.
Bahan utamanya Seledri, mengandung senyawa apigenin untuk membantu melebarkan pembuluh darah yang kaku agar aliran darah lebih lancar dan tekanannya menurun.
Fungsi ini juga mendapat dukungan dari Tanaman Sambung Nyawa dan Mengkudu yang efektif mencegah terjadinya penyumbatan atau penggumpalan darah pada arteri.
Formulasi Ocardio semakin lengkap dengan tambahan Bunga Rosella yang kaya akan antioksidan alami.
Antioksidan ini bermanfaat untuk melindungi dinding pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas dan mencegah penumpukan plak kolesterol.
Sementara itu, ekstrak Pegagan berperan penting dalam melancarkan sirkulasi darah ke seluruh organ tubuh, termasuk otak, sehingga risiko komplikasi lebih kecil.
Mengonsumsi Ocardio secara teratur akan membantu pembuluh darah tetap elastis dan memastikan tekanan darah dalam batas normal.
Dukungan herbal ini menjadi komitmen kesehatan jantung untuk jangka panjang, menghindari risiko darah tinggi yang berbahaya di kemudian hari.
Baca: Cara Alami Menurunkan Darah Tinggi, Terbukti Efektif dengan Ocardio
Bahaya Tersembunyi Hipertensi Tingkat 1 dan 2
Selain krisis hipertensi yang ekstrem, kita juga harus mewaspadai hipertensi tingkat 1 dan tingkat 2 yang sering kali tak bergejala.
Hipertensi tingkat 1 dimulai dari angka 130-139 mmHg untuk sistolik, sedangkan tingkat 2 berada di angka 140 mmHg atau lebih.
Meskipun angkanya tidak setinggi krisis hipertensi, kondisi ini tetap berbahaya jika terabaikan dalam untuk waktu lama.
Tekanan yang terus-menerus tinggi akan mengikis dinding arteri secara perlahan dan memaksa jantung bekerja lebih keras setiap detiknya.
Seiring berjalannya waktu, kondisi ini bisa menyebabkan penebalan otot jantung dan kerusakan saringan halus pada ginjal.
Penderita biasanya baru menyadari kerusakan ini setelah fungsi organ menurun drastis.
Oleh karena itu, pemantauan rutin dan pengendalian gaya hidup sehat menjadi kunci pencegahan tekanan darah yang bisa tiba-tiba melonjak kapanpun.
Menggabungkan pola makan rendah garam, olahraga teratur, dan konsumsi suplemen pendukung seperti Ocardio bisa menjadi alternatif untuk menjaga angka tensi tetap stabil.
Bagi yang tertarik, akses informasi produk, konsultasi gratis, dan pemesanan selanjutnya bisa melalui link di bawah ini.




