Asam urat adalah senyawa alami dalam tubuh yang dihasilkan dari pemecahan purin, zat yang ditemukan dalam banyak makanan dan juga diproduksi oleh sel-sel tubuh. Untuk itu penting mengetahui berapa kadar asam urat normal.

Biasanya, asam urat larut dalam darah dan keluar melalui urine. Namun, ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi, kristal-kristal asam urat dapat terbentuk dan menumpuk pada persendian, menyebabkan peradangan dan rasa sakit yang hebat, kondisi yang banyak orang kenal sebagai penyakit asam urat atau gout.
Memahami berapa kadar purin sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi yang mungkin timbul akibat kadar yang tidak terkontrol. Namun, penting sebagai catatan bahwa “normal” dapat bervariasi sedikit tergantung pada laboratorium yang digunakan dan faktor-faktor individu seperti usia dan jenis kelamin. Meskipun demikian, ada rentang umum yang ahli kesehatan anggap sehat.
Rentang Asam Urat Normal
Secara umum, rentang kadar purin normal dalam darah adalah sebagai berikut:
- Pria: 3,5 hingga 7,0 miligram per desiliter (mg/dL)
- Wanita: 2,5 hingga 6,0 mg/dL
Penyebab perbedaan rentang normal antara pria dan wanita adalah hormon estrogen pada wanita yang membantu ginjal memproses dan mengeluarkan asam urat dengan lebih efisien. Setelah menopause, kadar purin pada wanita cenderung meningkat dan mendekati rentang pria.
Mengapa Kadar Purin Penting untuk Diperhatikan?
Kadar purin yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan.
Kadar Purin Tinggi:
- Hiperurisemia, atau kadar di atas normal, seringkali tidak menunjukkan gejala pada awalnya. Namun, seiring waktu, penumpukan kristal asam urat dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk:
- Gout (Penyakit Asam Urat): Ini adalah kondisi yang paling umum terkait dengan hiperurisemia. Ciri serangan gout adalah nyeri sendi yang tiba-tiba dan parah, kemerahan, bengkak, dan rasa hangat, terutama pada jempol kaki. Serangan ini bisa berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu.
- Tofi: Penumpukan kristal asam urat pada bawah kulit membentuk benjolan keras (tofi). Tofi biasanya tidak nyeri tetapi dapat merusak sendi dan jaringan jika tidak teratasi.
- Batu Ginjal: Kadar purin yang tinggi dalam urine dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal asam urat. Batu ginjal dapat menyebabkan nyeri pinggang yang hebat, mual, muntah, dan kesulitan buang air kecil.
- Kerusakan Ginjal Kronis: Hiperurisemia kronis dapat berkontribusi pada kerusakan ginjal jangka panjang.
- Peningkatan Risiko Penyakit Kardiovaskular: Beberapa penelitian menunjukkan adanya kaitan antara kadar purin tinggi dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, meskipun hubungan sebab akibatnya masih penelitian lebih lanjut.
Baca : Obat herbal Afiapro solusi untuk asam urat
Beberapa faktor dapat menyebabkan peningkatan kadar Purin dalam darah, antara lain:
- Diet Tinggi Purin: Konsumsi makanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, makanan laut tertentu (sarden, teri, kerang), dan minuman manis dapat meningkatkan produksi asam urat.
- Produksi Asam Urat Berlebih oleh Tubuh: Beberapa kondisi genetik atau masalah metabolisme dapat menyebabkan tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan.
- Gangguan Fungsi Ginjal: Ginjal yang tidak berfungsi dengan baik tidak dapat membuang asam urat secara efektif dari tubuh.
- Obesitas: Kelebihan berat badan atau obesitas bisa terkait dengan peningkatan produksi asam urat dan penurunan kemampuan ginjal untuk mengeluarkannya.
- Penggunaan Obat-obatan Tertentu: Beberapa obat seperti diuretik (obat pelancar kencing) dapat meningkatkan kadar asam urat.
- Kondisi Kesehatan Tertentu: Beberapa kondisi medis seperti leukemia, limfoma, dan polisitemia vera dapat meningkatkan produksi asam urat.
- Konsumsi Alkohol Berlebihan: Alkohol dapat mengganggu kemampuan ginjal untuk mengeluarkan asam urat.
- Dehidrasi: Kurangnya cairan dalam tubuh dapat menyebabkan konsentrasi asam urat dalam darah meningkat.
Kadar Asam Urat Rendah (Hipourisemia):
Kadar purin yang terlalu rendah (hipourisemia), meskipun jarang terjadi, juga dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hipourisemia meliputi:
- Penyakit Ginjal Tertentu: Beberapa gangguan ginjal dapat menyebabkan peningkatan ekskresi asam urat.
- Penyakit Hati yang Parah: Hati berperan dalam produksi purin, sehingga gangguan fungsi hati yang parah dapat mengurangi produksi asam urat.
- Penggunaan Obat-obatan Tertentu: Beberapa obat dapat menurunkan kadar asam urat.
- Sindrom Fanconi: Gangguan langka yang mempengaruhi fungsi tubulus ginjal.
- Bagaimana Cara Mengetahui Kadar Asam Urat?
Satu-satunya cara untuk mengetahui kadar asam urat dalam darah adalah melalui tes darah (tes asam urat serum). Tes ini biasanya dilakukan di laboratorium dan membutuhkan sampel darah dari vena pada lengan. Dokter akan merekomendasikan tes ini jika Anda memiliki gejala gout, riwayat keluarga dengan gout atau batu ginjal, atau kondisi medis lain yang mungkin memengaruhi kadar asam urat.
Apa yang Harus Anda lakukan Jika Kadar Asam Urat Tidak Normal?
Jika hasil tes menunjukkan kadar yang tidak normal, penting untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan. Ahli kesehatan akan mengevaluasi riwayat kesehatan Anda, melakukan pemeriksaan fisik, dan mungkin merekomendasikan tes tambahan untuk menentukan penyebabnya.

Kadar asam urat Anda seringkali tinggi dan membuat khawatir? Jangan biarkan terus mengintai! Kini hadir Afiapro, solusi inovatif yang dirancang khusus untuk membantu menstabilkan dan menurunkan kadar asam urat dalam tubuh Anda secara alami. Dengan formula uniknya, Afiapro bekerja efektif mendukung fungsi ginjal dalam mengeluarkan purin berlebih, penyebab utama tingginya asam urat. Rasakan perubahan positif pada tubuh Anda dan kembali jalani hari tanpa rasa was-was.
Dapatkan segera Afiapro dan mulailah langkah awal menuju kadar asam urat yang lebih sehat. hubungi cs kami di wa 08999277308 untuk informasi lebih lanjut! atau order via Shopee. Afiapro, solusi tepat untuk hidup lebih nyaman dengan kadar asam urat terkontrol.



