Kekhawatiran sering muncul seketika saat seseorang melihat adanya BAB berdarah yang menetes di toilet setelah selesai buang air.
Kondisi ini tidak selalu berarti penyakit mematikan, namun tetap membutuhkan kewaspadaan ekstra agar gejala tidak semakin memburuk.
Penyebabnya biasanya berasal dari robekan kecil pada anus atau pembengkakan pembuluh darah yang sudah meradang sejak lama.
Baca : Apa Itu Penyakit Ambeien dan Gejalanya?
Oleh karena itu, penderita harus mulai mengamati pola pembuangan setiap hari guna memastikan apakah pendarahan tersebut bersifat sementara saja.
Rasa nyeri yang menyertai keluarnya darah biasanya menandakan adanya luka terbuka yang terpapar oleh feses keras saat proses mengejan.
Seringkali penderita mengabaikan tanda ini, deteksi dini sangat membantu proses pemulihan jaringan anus yang sedang mengalami trauma hebat.
Baca: Cara Mengecilkan Ambeien yang Aman dan Efektif
Menilai Warna dan Tekstur BAB Berdarah
Warna merah segar yang keluar terpisah dari feses menunjukkan bahwa sumber pendarahan terletak sangat dekat dengan lubang pengeluaran.
Sebaliknya, jika darah terlihat berwarna gelap atau hitam pekat, kemungkinan besar gangguan terjadi pada saluran pencernaan bagian atas manusia.
Penderita mungkin juga merasakan sensasi perih yang luar biasa ketika kotoran yang memiliki tekstur kasar melewati area luka tersebut.
Lalu, lendir yang muncul bersamaan dengan darah seringkali mengindikasikan adanya peradangan pada lapisan mukosa di dalam usus besar penderita.
Segera konsultasikan kondisi ini jika pendarahan terus terjadi meskipun penderita sudah merubah pola makan menjadi lebih sehat lagi.
Baca: Posisi Duduk Penderita Wasir agar Nyeri Berkurang
Mengapa BAB Berdarah Bisa Terjadi Berulang Kali?
Konstipasi atau sembelit kronis merupakan faktor pemicu utama yang membuat pembuluh darah di sekitar anus menjadi pecah secara tiba-tiba.
Saat seseorang mengejan terlalu kuat, tekanan intra-abdominal meningkat drastis sehingga merusak struktur pembuluh darah vena yang sudah mulai melemah.
Oleh sebab itu, menjaga konsistensi feses agar tetap lunak adalah cara terbaik untuk mencegah terjadinya gesekan yang melukai dinding anus.
Baca : Hubungan Wasir dengan Pola Makan
Kekurangan asupan cairan harian juga memperparah kondisi ini karena usus akan menyerap air secara berlebihan dari sisa makanan penderita.
Namun, faktor risiko lain seperti aktivitas duduk yang terlalu lama dapat membuat aliran darah di area panggul menjadi tidak lancar.
Kondisi tubuh yang kurang gerak akhirnya memicu pembengkakan permanen yang penderita kenal sebagai wasir atau ambeien.
Baca: BAB Keluar Darah Tanda Penyakit Apa?
Mengatur Pola Makan Guna Mencegah Pendarahan
Menambah asupan serat dari sayuran hijau dan buah-buahan merupakan strategi paling ampuh untuk melancarkan kembali sistem pembuangan yang terganggu.
Serat tersebut bekerja dengan cara menarik air ke dalam usus sehingga feses memiliki massa yang cukup untuk keluar dengan mudah.
Akan tetapi, transisi menu makanan harus penderita lakukan secara bertahap agar sistem pencernaan memiliki waktu untuk beradaptasi dengan nutrisi baru.
Baca : Bahan Alami Redakan Wasir Meradang
Penderita sebaiknya juga mulai membatasi konsumsi makanan pedas yang dapat memicu iritasi serta meningkatkan rasa panas pada area anus.
Selain itu, minum air putih minimal 8 gelas sehari membantu kinerja serat dalam membersihkan seluruh kotoran yang menumpuk di usus.
Kebiasaan hidup sehat ini secara perlahan akan mengurangi frekuensi munculnya BAB berdarah yang seringkali membuat penderita merasa lemas dan pusing.
Baca: Operasi Wasir, Kapan Perlu dan Apa Risikonya?
Tindakan Medis dan Perawatan Mandiri yang Tepat
Melakukan rendam duduk dengan air hangat selama lima belas menit sangat membantu meredakan peradangan serta rasa nyeri pada dubur.
Suhu hangat tersebut merangsang aliran darah agar lebih lancar sehingga proses regenerasi sel pada jaringan yang luka berjalan maksimal.
Meskipun demikian, penderita tetap perlu menjaga kebersihan area anus setelah buang air besar guna mencegah infeksi bakteri yang berbahaya.
Hindari penggunaan tisu basah yang mengandung alkohol karena zat kimia tersebut dapat membakar kulit sensitif yang sedang mengalami pendarahan.
Baca : Waktu Tepat Minum Obat Wasir
Penderita juga dapat menggunakan bantal empuk saat duduk guna meminimalkan tekanan langsung pada benjolan yang sedang meradang hebat tersebut.
Kesabaran dalam menjalani proses pemulihan sangat penderita butuhkan agar dinding pembuluh darah di area rektum kembali kuat seperti sedia kala.
Terakhir, penderita harus segera menemui tenaga medis profesional jika intensitas BAB berdarah tidak kunjung berkurang dalam waktu satu minggu.
Baca: BAB Berdarah Apakah Berbahaya, Ini Kata Ahli Kesehatan
Solusi Alami Mengatasi Pembengkakan dengan Hemotera
Pilihan herbal berkualitas seringkali menjadi alternatif yang jauh lebih aman bagi penderita yang ingin menghindari ketergantungan pada obat kimia.
Kekuatan alam yang terkandung dalam tanaman obat mampu membantu proses pengecilan benjolan secara alami tanpa menimbulkan efek samping.

Kini hadir Hemotera yang memiliki formulasi khusus dari ekstrak daun ungu serta rimpang kunyit untuk menjaga kesehatan area saluran pembuangan.
Baca : Kebiasaan Buruk Penyebab Wasir Muncul
Kandungan temu putih dan lidah buaya di dalam Hemotera bekerja aktif dalam mendinginkan area anus yang terasa panas.
Selain itu, tambahan sambiloto berfungsi sebagai antibiotik alami yang mencegah munculnya kuman pada luka yang menyebabkan BAB berdarah tersebut.
Hemotera ini sangat efektif membantu mengatasi wasir/ambeien serta membantu meredakan benjolan pada anus.
Khasiat lengkap dari Hemotera memberikan harapan baru bagi siapa saja yang ingin sembuh secara total dengan cara yang lebih nyaman.
Baca : Tips BAB Lancar Tanpa Rasa Sakit
Pilihlah solusi yang sudah terbukti khasiatnya agar penderita bisa kembali menjalani hari tanpa rasa takut saat harus ke kamar mandi.
Cek ketersediaan Hemotera di sini untuk mulai memulihkan kesehatan anus secara alami tanpa harus merasakan nyeri yang terus berulang.




