Sebenarnya, ASI terbuat dari apa?
Pertanyaan ini sering diajukan oleh para orang tua baru yang takjub melihat bagaimana cairan ini mampu menjadi sumber kehidupan bagi bayi selama enam bulan pertama.
Air Susu Ibu (ASI) bukanlah sekadar susu biasa. Para ilmuwan menggambarkannya sebagai cairan biologis yang hidup dan dinamis.
Komposisinya sangat kompleks dan dapat berubah-ubah menyesuaikan dengan kebutuhan spesifik bayi yang sedang tumbuh.
Tubuh ibu memproduksi ASI melalui kelenjar susu (mammae) dengan menarik nutrisi, air, dan berbagai komponen penting langsung dari aliran darah dan simpanan gizi ibu.
Inilah mengapa apa yang dikonsumsi seorang ibu sangat memengaruhi kualitas ASI yang dihasilkan.
Baca: Obat Setelah Melahirkan Normal yang Aman dan Efektif
Komponen Makro, Bahan Bakar Utama Pertumbuhan
Bagian terbesar dari ASI, selain air yang mencapai lebih dari 80%, ialah nutrisi makro.
Ini merupakan bahan bakar yang mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak bayi.
Komponen makro utama meliputi tiga hal.
Pertama, lemak. Lemak menjadi sumber kalori tertinggi dalam ASI dan sangat krusial untuk perkembangan otak, sistem saraf, serta penyerapan vitamin.
Komposisi lemak ini bahkan bisa berubah. ASI yang keluar di awal sesi menyusui (foremilk) cenderung lebih encer, sementara ASI di akhir sesi (hindmilk) biasanya lebih kental dan kaya lemak.
Kedua, karbohidrat. Karbohidrat utama dalam ASI adalah laktosa (gula susu).
Laktosa tidak hanya menyediakan energi yang mudah terserap, tetapi juga membantu penyerapan kalsium dan mendukung pertumbuhan bakteri baik (probiotik) di usus bayi.
Ketiga, protein. Protein dalam ASI, seperti whey dan kasein, memiliki rasio yang sempurna sehingga mudah dicerna oleh perut bayi yang masih sensitif.
Protein ini berfungsi sebagai “batu bata” untuk membangun jaringan tubuh, otot, dan organ.
Baca: Khasiat daun Katuk dan Fenugreek untuk ASI dalam produk Fulasi
ASI Terbuat Dari Komponen Bioaktif dan Perlindungan Imunitas
Inilah yang membedakan ASI dari formula mana pun dan menjawab pertanyaan ASI terbuat dari apa secara mendalam.
ASI mengandung ribuan komponen bioaktif yang hidup.
Komponen ini berfungsi melindungi bayi dari infeksi saat sistem kekebalan tubuhnya sendiri belum matang. Beberapa komponen ajaib ini meliputi:
Antibodi (Immunoglobulin), terutama Immunoglobulin A sekretori (sIgA). Ibu mewariskan sIgA ini ke bayi lewat ASI.
Antibodi ini kemudian melapisi hidung, tenggorokan, dan seluruh sistem pencernaan bayi, bertindak sebagai perisai yang mencegah kuman penyakit masuk ke dalam tubuh.
Selain itu, ada Laktoferin, sebuah protein yang mengikat zat besi.
Bakteri jahat membutuhkan zat besi untuk berkembang biak, dan laktoferin “mencuri” zat besi tersebut sehingga bakteri mati kelaparan.
Terdapat pula Lisozim, sebuah enzim yang dapat menghancurkan dinding sel bakteri jahat.
ASI juga mengandung sel darah putih hidup (leukosit) dari ibu yang secara aktif melawan infeksi, serta berbagai enzim, hormon, dan faktor pertumbuhan yang mendukung pematangan sistem pencernaan bayi.
Baca: Kegunaan Fulasi yang Terbukti Bantu ASI Keluar Lebih Banyak
Dukungan Alami Saat Produksi ASI Terasa Kurang Lancar
ASI adalah cairan dinamis yang tersusun dari nutrisi makro untuk pertumbuhan, dan komponen bioaktif hidup untuk perlindungan.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan fisik dan mental ibu dan asupan nutrisi yang baik menjadi dasar agar bayi mendapatkan yang terbaik.

Memahami betapa ajaibnya komposisi ASI tentu membuat setiap ibu ingin memberikan yang terbaik.
Namun, perjalanan menyusui tidak selalu mulus. Banyak ibu, terutama di awal masa menyusui, merasa khawatir apakah produksi ASI mereka cukup.
Rasa cemas, kelelahan, atau pelekatan bayi yang belum sempurna sering kali membuat ASI terasa “seret” atau kurang lancar.
Dalam kondisi ini, selain terus menstimulasi payudara dengan menyusui langsung (direct breastfeeding) atau memompa, banyak ibu mencari dukungan dari bahan-bahan alami sebagai pelancar ASI (galactagogue).
Dua bahan alami yang bermanfaat dalam hal ini yaitu daun katuk dan biji kelabet (fenugreek).
Daun katuk adalah primadona di Indonesia yang secara turun-temurun dikonsumsi untuk meningkatkan volume ASI.
Sementara itu, biji kelabet atau fenugreek bermanfaat karena mengandung fitoestrogen yang dapat merangsang kelenjar susu.
Untuk mendapatkan manfaat keduanya secara praktis, kini hadir suplemen herbal seperti Fulasi.
Fulasi menggabungkan ekstrak daun katuk dan ekstrak biji kelabet dalam satu kapsul praktis.
Komposisi ini membantu ibu yang sedang berjuang melancarkan produksi ASI.
Dengan terdaftarnya Fulasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ibu mendapatkan jaminan keamanan dan mutu bahan terstandar, sehingga dapat lebih tenang dalam memberikan nutrisi terbaik bagi buah hatinya.
Bagi yang tertarik, akses informasi produk, konsultasi gratis, dan pemesanan selanjutnya bisa melalui link di bawah ini.




