Banyak orang yang mencari tahu, asam urat tinggi terjadi karena apa?
Jawabannya lebih kompleks dari sekadar ‘salah makan’, meskipun apa yang kita konsumsi memang memegang peran utama.
Ini merupakan sebuah kombinasi dari apa yang masuk ke tubuh dan bagaimana tubuh mengelolanya.
Pernahkah Anda terbangun tengah malam karena jempol kaki terasa nyeri, panas, dan bengkak luar biasa?
Jika iya, Anda mungkin sedang berhadapan dengan serangan asam urat. Inilah sinyal dari tubuh bahwa kadar asam urat dalam darah sudah terlalu tinggi.
Baca: Mengenal Lebih Dekat Apa itu Afiapro?
Asam Urat Tinggi Karena Kadar Purin
Ini adalah penyebab yang paling terkenal. Asam urat (gout) adalah produk akhir dari pemecahan zat bernama purin.
Saat tubuh mengolah purin, sisanya menjadi gout yang seharusnya ginjal buang. Masalahnya, jika asupan purin terlalu ‘banjir’, ginjal jadi kewalahan.
Apa penyebabnya? Pertama, jeroan (hati, ampela, otak, usus). Kedua, daging merah (sapi, kambing) dalam porsi berlebih. Ketiga, makanan laut tertentu (sarden, teri, kerang).
Uniknya, fruktosa atau sirup jagung tinggi fruktosa, yang banyak terdapat di minuman bersoda juga pemicu kuat karena metabolisme fruktosa dapat meningkatkan produksi gout.
Baca: Apakah Kacang Hijau Menyebabkan Asam Urat? Ini Penjelasan Medisnya!
Ketika Ginjal Tak Mampu Bekerja Optimal
Terkadang, masalahnya bukan hanya pada asupan. Bisa jadi, Anda sudah mengurangi makanan berpurin, tapi kadar gout tetap tinggi.
Di sinilah kita perlu melihat fungsi internal tubuh. Gout tinggi karena apa dari sisi internal?
Jawabannya seringkali ada di ginjal. Ginjal adalah ‘manajer’ utama yang menyaring dan membuang gout melalui urin.
Jika fungsi ginjal sedikit saja menurun (mungkin karena faktor usia, diabetes, atau hipertensi), kemampuannya membuang gout ikut berkurang.
Akibatnya, gout menumpuk di darah. Selain itu, faktor genetik dan obesitas (kegemukan) juga terbukti meningkatkan risiko produksi gout berlebih.
Baca: Makanan Pemicu Asam Urat
Mengendalikan Asam Urat Melalui Perubahan Gaya Hidup
Mengendalikan gout yang tinggi karena apa pun penyebabnya, mulailah dari perubahan gaya hidup.
Ini adalah fondasi yang tidak bisa ditawar. Langkah pertama dan termudah adalah hidrasi.
Minum air putih yang cukup (minimal 8 gelas sehari) adalah ‘senjata’ terbaik.
Air membantu mengencerkan asam urat dalam darah dan ‘membilas’ ginjal agar bekerja lebih efisien.
Kedua, batasi semua makanan tinggi purin yang telah kita bahas. Pilih sumber protein yang lebih aman seperti dada ayam, ikan air tawar, dan produk susu rendah lemak.
Ketiga, jika Anda kelebihan berat badan, menurunkannya secara perlahan sangat membantu mengurangi beban metabolisme tubuh.
Baca: Kelebihan Afiapro Suplemen Daya Tahan Tubuh
Afiapro, Dukungan Alami untuk Meredakan Nyeri

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat menjadi hal wajib untuk penderita, namun saat nyeri sendi dan pegal linu sudah telanjur menyerang, tubuh membutuhkan dukungan ekstra.
Di sinilah Afiapro hadir sebagai solusi herbal untuk membantu penderita asam urat. Afiapro bukanlah obat kimia keras, melainkan ramuan dari kearifan alam.
Di dalamnya, terdapat ekstrak sambiloto dan meniran yang sangat terkenal dalam tradisi herbal untuk membantu meredakan peradangan dan nyeri sendi.
Formulasinya juga diperkaya dengan berbagai rimpang berkhasiat seperti temulawak, temu putih, dan temu mangga, yang membantu metabolisme.
Ditambah lagi dengan kayu manis, cabai jawa, dan pegagan, Afiapro bekerja sinergis membantu meredakan pegal linu dan nyeri akibat asam urat, mendukung Anda untuk kembali beraktivitas dengan nyaman.
Bagi yang tertarik, akses informasi produk, konsultasi gratis, dan pemesanan selanjutnya bisa melalui link di bawah ini.




