Ciri wasir stadium 3 umumnya ditandai dengan adanya benjolan yang keluar dari lubang anus saat seseorang sedang mengejan.
Orang yang mengalami kondisi ini sering merasakan ketidaknyamanan yang cukup mengganggu saat duduk atau melakukan aktivitas. Pembuluh darah yang membesar kehilangan kemampuan elastisnya, yang menyebabkan rasa sakit yang sangat mengganggu.
Kondisi kesehatan ini memerlukan penanganan yang tepat agar tidak berkembang menjadi infeksi yang lebih serius. Mengabaikan gejala awal hanya akan meningkatkan kerusakan pada jaringan ikat yang mendukung area rektum bawah.
Benjolan pada tahap ini tidak bisa kembali masuk ke dalam anus dengan sendirinya. Penderitanya perlu mendorong benjolan tersebut dengan jari agar pembuluh darah bisa kembali ke posisi semula.
Baca: Waspada Infeksi Wasir Eksternal: Keluar Nanah dan Nyeri Hebat
Mengenal Karakteristik Utama dari Ciri Wasir Stadium 3
Tekanan yang terjadi secara terus-menerus mengakibatkan dinding pembuluh darah vena menjadi sangat tipis serta rapuh. Iritasi kronis pada area sensitif tersebut memicu peradangan yang membuat penderitanya merasa sangat tersiksa.
Luka kecil pada permukaan benjolan sering kali mengeluarkan darah segar yang menetes saat proses eliminasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa peradangan mencapai tingkat yang cukup serius dan memerlukan pengobatan secara intensif.
Aktivitas fisik yang berat dapat memperparah pembengkakan karena tekanan intra-abdomen meningkat secara cukup signifikan. Seseorang perlu membatasi gerakan tertentu agar tidak melukai jaringan yang sedang mengalami peradangan akut tersebut.
Kebiasaan mengejan terlalu kuat saat buang air besar menjadi pemicu utama kerusakan pada katup vena. Kerusakan ini mengakibatkan darah menumpuk dan membentuk gumpalan yang sangat perih pada area lubang dubur.
Struktur otot di sekitar anus mulai melemah sehingga tidak mampu lagi menahan tekanan dari dalam. Hal ini menyebabkan jaringan mukosa ikut menonjol keluar dan terpapar oleh udara bebas secara terus-menerus.
Baca: Risiko Komplikasi Wasir yang Didiamkan Berlarut-larut
Penyebab Rasa Sakit yang Semakin Meningkat
Ketegangan saraf di area panggul meningkat secara drastis saat benjolan terjepit oleh otot sfingter anus. Rasa nyeri yang berdenyut sering kali membuat seseorang sulit untuk fokus saat mengerjakan tugas harian.
Sistem peredaran darah yang terhambat pada area rektum menyebabkan penumpukan cairan yang memicu pembengkakan baru. Kondisi ini sering kali masyarakat sebut sebagai ambeien luar yang memiliki tingkat sensitivitas sangat tinggi.
Konsumsi makanan rendah serat secara rutin membuat tekstur feses menjadi keras dan sangat sulit keluar. Feses yang keras tersebut akan menggesek benjolan wasir sehingga menimbulkan luka robekan yang cukup dalam.
Baca: Mengenal Prolaps Rektum: Komplikasi Lanjutan dari Wasir Parah
Bahaya Mengabaikan Ciri Wasir Stadium 3 Tanpa Penanganan
Infeksi bakteri dapat menyerang jaringan yang terbuka dan menyebabkan munculnya nanah atau cairan berbau busuk. Komplikasi tersebut akan memperburuk keadaan serta meningkatkan risiko terjadinya penggumpalan darah pada area vena.
Penderita sering kali mengalami gejala anemia karena kehilangan banyak darah secara rutin dalam jangka panjang. Tubuh akan terasa sangat lemas dan kehilangan tenaga akibat kekurangan sel darah merah secara signifikan.
Munculnya jaringan parut pada area anus dapat mengganggu proses pembuangan sisa makanan di masa depan. Jaringan parut ini membuat lubang anus menjadi lebih sempit dan meningkatkan risiko konstipasi yang kronis.
Baca: Pembengkakan Anus Semakin Parah Jika Ambeien Didiamkan
Dampak Psikologis Akibat Ciri Wasir Stadium 3 yang Kronis
Rasa malu yang berlebihan sering kali menghambat seseorang untuk berkonsultasi secara terbuka kepada tenaga ahli. Tekanan mental ini justru memperparah kondisi fisik karena penanganan medis menjadi terlambat untuk dilakukan segera.
Gangguan tidur sering terjadi karena rasa perih yang menusuk muncul secara tiba-tiba pada malam hari. Kualitas hidup seseorang menurun drastis saat fokus pekerjaan terganggu oleh sensasi panas di area dubur.
Kecemasan saat akan buang air besar membuat penderitanya sering kali menunda jadwal rutin ke toilet. Di samping itu, menunda proses eliminasi justru membuat feses semakin mengeras dan meningkatkan risiko cedera pada area dubur.
Rasa percaya diri juga cenderung menurun saat seseorang tidak mampu duduk dengan nyaman di tempat umum. Ketidaknyamanan fisik ini membatasi interaksi sosial dan membuat penderitanya lebih memilih untuk mengisolasi diri sendiri.
Depresi ringan dapat muncul jika rasa sakit yang dirasakan tidak kunjung membaik meskipun sudah mencoba berbagai obat. Dukungan dari keluarga sangat diperlukan untuk membantu mental penderita agar tetap optimis menjalani proses penyembuhan.
Baca: Trombosis Wasir Eksternal: Darah Membeku di Anus
Mengatasi Gejala dengan Formulasi Herbal Hemotera
Kandungan daun ungu dan temu putih memiliki khasiat luar biasa untuk membantu meredakan pembengkakan secara alami. Perpaduan lidah buaya dan juga rimpang kunyit memberikan efek sejuk yang sangat menenangkan pada area anus.
Selain itu, ekstrak sambiloto bekerja secara efektif untuk melawan infeksi serta mempercepat proses penyembuhan luka pada jaringan. Produk Hemotera membantu mengempiskan benjolan yang menjadi ciri wasir stadium 3 dengan cara yang sangat aman.

Masyarakat telah lama menggunakan ramuan tradisional ini karena terbukti mampu melancarkan aliran darah yang tersumbat. Formulasi herbal tersebut bekerja langsung pada akar permasalahan untuk memperbaiki elastisitas pembuluh darah vena yang rusak.
Sangat penting untuk menjaga pola makan sehat sambil rutin mengonsumsi suplemen herbal pendukung proses pemulihan. Segera atasi ciri wasir stadium 3 agar kesehatan sistem pencernaan kembali optimal seperti sedia kala.




