5 Penyebab Jumlah Sperma Rendah pada Pria

Gaya hidup tidak sehat dan paparan polusi lingkungan secara signifikan menurunkan kualitas reproduksi pria masa kini.

Memahami penyebab jumlah sperma rendah sangat penting bagi pria untuk menjaga kesehatan reproduksi, yang berpengaruh pada peluang untuk hamil. Seringkali, penurunan kualitas sel reproduksi ini berlangsung tanpa adanya gejala fisik yang dapat disadari.

Situasi ini perlu mendapatkan perhatian serius karena sperma adalah faktor kunci dalam proses pembuahan telur. Pria sebaiknya mulai peka terhadap tanda-tanda tubuh yang menandakan adanya penurunan energi atau vitalitas sehari-hari.

Baca: Penyebab Sperma Lambat yang Jarang Disadari

1. Masalah Medis dan Varikokel

Kondisi medis tertentu seperti varikokel atau pembengkakan pembuluh darah pada testis menjadi pemicu utama masalah kesuburan. Gangguan aliran darah ini meningkatkan suhu di sekitar organ vital sehingga merusak sel-sel yang sedang berkembang.

Penyumbatan pembuluh darah tersebut menghambat pasokan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh jaringan penghasil sel sperma. Penanganan medis yang tepat sejak dini dapat meminimalisir risiko kerusakan permanen pada fungsi reproduksi pria.

Infeksi pada saluran kemih atau penyakit menular seksual yang tidak terobati menyebabkan sumbatan pada saluran reproduksi. Kondisi tersebut menghalangi pengeluaran sel secara optimal sehingga menjadi penyebab jumlah sperma rendah saat pemeriksaan medis.

Baca: Dampak Obesitas pada Produksi Sperma

2. Penyebab Jumlah Sperma Rendah: Paparan Suhu Panas Berlebihan

Paparan suhu panas yang berlebihan pada area selangkangan dapat mengganggu proses pembentukan sel sperma yang baru. Kebiasaan menggunakan celana yang terlalu ketat atau sering memangku laptop panas meningkatkan risiko penurunan kualitas tersebut.

Radiasi panas dari perangkat elektronik yang berada dekat area vital mengganggu kestabilan suhu alami testis. Pria yang bekerja di area mesin atau dapur restoran harus lebih waspada terhadap paparan panas.

Pria yang sering menghabiskan waktu di lingkungan bersuhu tinggi seperti sauna berisiko mengalami penurunan konsentrasi sel. Suhu testis yang terlalu hangat secara terus-menerus akan mematikan sel reproduksi sebelum mencapai kematangan sempurna.

Baca: Bahaya Konsumsi Daging Olahan Berlebihan terhadap Kesuburan

3. Gaya Hidup dan Kebiasaan Buruk

Gaya hidup buruk seperti kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan merusak integritas DNA dalam sel pria. Kandungan zat kimia berbahaya dalam rokok memicu stres oksidatif yang menghambat perkembangan sel reproduksi yang sehat.

Lalu, zat adiktif tersebut masuk ke aliran darah dan meracuni sel induk yang bertugas memproduksi sperma baru. Mengurangi kebiasaan buruk secara bertahap memberikan kesempatan bagi tubuh untuk melakukan regenerasi sel secara alami.

Sementara itu kualitas tidur yang buruk memengaruhi ritme sirkadian tubuh yang mengatur produksi hormon pria secara alami. Pria yang sering begadang cenderung memiliki masalah pada konsentrasi sel reproduksi dalam cairan semen mereka sendiri.

Baca: Kurang Makan Sayur Ini Risikonya bagi Sperma Anda

4. Ketidakseimbangan Hormon dan Obesitas

Berat badan yang tidak ideal atau obesitas menyebabkan perubahan hormon testosteron menjadi estrogen secara signifikan. Ketidakseimbangan hormon ini secara langsung memperburuk kondisi penyebab jumlah sperma rendah pada sebagian besar pria dewasa.

Lemak tubuh yang berlebih memicu peradangan sistemik yang mengganggu perintah otak untuk menghasilkan hormon reproduksi. Maka dari itu, menjaga indeks massa tubuh tetap normal sangat krusial bagi pria yang merencanakan program memiliki keturunan.

Pada akhirnya stres kronis yang tidak terkelola dengan baik memicu produksi hormon kortisol yang menghambat fungsi reproduksi pria. Tubuh jadi akan memprioritaskan fungsi pertahanan diri daripada memproduksi sel reproduksi saat tingkat stres sangat tinggi.

5. Kekurangan Nutrisi Penting

Kekurangan asupan nutrisi penting seperti zink dan vitamin C membuat sel-sel reproduksi menjadi sangat mudah rusak. Pria membutuhkan antioksidan yang cukup untuk melawan radikal bebas yang menyerang kesehatan organ reproduksi mereka.

Asupan gizi yang buruk menyebabkan proses pematangan sel sperma menjadi terhambat dan juga kualitasnya menjadi buruk. Pilihlah sumber makanan organik yang kaya akan mineral pendukung kesuburan untuk dikonsumsi setiap hari.

Kurangnya aktivitas fisik atau olahraga membuat sirkulasi darah ke area organ vital menjadi tidak lancar sama sekali. Oleh karena itu, aliran darah yang optimal sangat krusial untuk membawa nutrisi bagi sel-sel yang sedang aktif berkembang.

Baca: 5 Makanan Penurun Kualitas Sperma

Solusi Alami untuk Penyebab Jumlah Sperma Rendah

Memperbaiki pola makan merupakan langkah awal yang paling efektif untuk mengatasi penyebab jumlah sperma rendah tersebut. Lebih lanjut, mengonsumsi makanan tinggi protein dan vitamin sangat membantu mempercepat pemulihan fungsi organ reproduksi pria.

vertomen penyebab jumlah sperma rendah

Vertomen hadir sebagai solusi praktis yang mengandung kombinasi delima, jahe merah, dan juga pasak bumi berkualitas. Produk ini secara khusus membantu pria mengentalkan sperma demi mendukung peluang keberhasilan program kehamilan pasangan.

Ekstrak pasak bumi memiliki peran vital dalam merangsang produksi hormon testosteron secara alami dan sangat aman. Selanjutnya, peningkatan hormon ini secara otomatis akan memperbaiki jumlah serta pergerakan sel reproduksi menjadi lebih aktif.

Mengonsumsi suplemen ini secara rutin membantu memperbaiki kualitas sel reproduksi agar lebih sehat serta jauh lebih subur. Tubuh yang ternutrisi dengan baik akan lebih mudah melawan faktor penyebab jumlah sperma rendah setiap harinya.

Segera perbaiki kualitas kesuburan dengan nutrisi yang tepat agar impian memiliki buah hati segera terwujud nyata. Konsumsi Vertomen secara teratur adalah langkah bijak bagi pria yang ingin meningkatkan peluang reproduksi secara alami.

Mulai sekarang berikan dukungan nutrisi terbaik bagi kesuburan dengan rutin mengonsumsi kapsul herbal Vertomen.