Walaupun perhatian masyarakat lebih sering tertuju pada bahaya obesitas, dampak kurang berat badan juga menyimpan risiko kesehatan serius yang kerap terabaikan.
Seseorang termasuk kategori kurang berat badan apabila Indeks Massa Tubuh (IMT) berada di bawah 18,5.
Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana dampak kurang berat badan dapat memengaruhi organ-organ vital tubuh.
Pembahasan ini akan mengulas secara mendalam mengapa risiko jantung dan imunitas lemah lebih tinggi pada individu dengan berat badan di bawah normal.
Baca: Penyebab Orang Kehilangan Nafsu Makan
Dampak Kurang Berat Badan pada Sistem Kardiovaskular
Kondisi kurang berat badan dapat memberikan tekanan tersendiri pada sistem kardiovaskular dan meningkatkan risiko gangguan jantung yang serius.
- Pelemahan Otot Jantung
Jantung merupakan organ berbentuk otot yang memerlukan asupan energi dan protein yang cukup.
Baca : Obat Mata Buram Paling Ampuh
Ketika tubuh kekurangan kalori dan nutrisi esensial, tubuh akan memecah jaringan otot sebagai sumber energi, termasuk otot jantung.
Faktanya, kekurangan gizi dalam jangka panjang dapat menyebabkan atrofi atau penyusutan otot jantung.
Kondisi ini menurunkan kemampuan jantung dalam memompa darah secara efektif dan dapat berkembang menjadi kardiomiopati.
- Gangguan Irama Jantung
Kurang berat badan sering biasanya sepaket dengan defisiensi elektrolit dan vitamin tertentu. Kekurangan ini dapat mengganggu sistem listrik jantung yang mengatur detak dan irama jantung.
Akibatnya, seseorang berisiko mengalami aritmia atau bradikardia. Oleh karena itu, dampak kurang berat badan dapat secara langsung memengaruhi stabilitas kerja jantung.
Baca: 5 Makanan Protein Tinggi, Cocok untuk Menambah Berat Badan
Dampak Kurang Berat Badan pada Sistem Kekebalan
Sistem imun membutuhkan pasokan energi, protein, dan mikronutrien yang cukup untuk membentuk sel-sel pertahanan tubuh.
Pada kondisi kurang berat badan, kebutuhan ini sering kali tidak terpenuhi sehingga menyebabkan imunitas lemah.
Ketika asupan kalori dan protein tidak mencukupi, produksi sel imun seperti sel T dan sel B menjadi terhambat. Maka, kemampuan tubuh dalam melawan infeksi virus, bakteri, maupun jamur menurun drastis.
Individu dengan kurang berat badan cenderung lebih mudah jatuh sakit dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama.
Selain itu, kekurangan vitamin dan mineral penting seperti vitamin A, C, E, zinc, dan zat besi turut memperparah kondisi imunitas lemah.
Baca: Suplemen Nafsu Makan: Aman untuk Ibu Menyusui?
Strategi Sehat untuk Menaikkan Berat Badan
Upaya menaikkan berat badan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan sehat, dengan fokus pada kualitas nutrisi, bukan sekadar menambah asupan kalori kosong.
- Pola Makan Lebih Sering dan Teratur
Sebaiknya makan lima hingga enam kali sehari dalam porsi sedang. Jangan hanya mengandalkan tiga kali makan utama.
Tambahkan camilan bernutrisi seperti kacang-kacangan, alpukat, yogurt, atau smoothie tinggi protein di sela waktu makan. Dengan cara ini, surplus kalori lebih mudah tercapai.
- Fokus pada Asupan Protein
Protein memegang peran penting dalam pembentukan massa otot.
Oleh karena itu, sumber protein seperti telur, ikan, daging tanpa lemak, tahu, tempe, dan produk susu sebaiknya dikonsumsi secara rutin.
Faktanya, peningkatan berat badan yang sehat berasal dari bertambahnya massa otot, bukan lemak berlebih.
Baca: Kurang Berat Badan: Dampak pada Kekebalan Tubuh
Anemia dan Kesehatan Tulang
Selain risiko jantung dan imunitas lemah, dampak kurang berat badan juga berkaitan erat dengan anemia dan gangguan kesehatan tulang.
Anemia defisiensi besi sering terjadi karena tubuh kekurangan zat besi untuk membentuk sel darah merah yang sehat.
Kondisi ini menyebabkan tubuh mudah lelah dan kurang bertenaga. Pada wanita dengan kurang berat badan, risiko osteoporosis dini juga meningkat.
Faktanya, berat badan yang terlalu rendah dapat mengganggu produksi estrogen, hormon penting dalam menjaga kepadatan tulang.
Baca : Apa Ciri-Ciri Mata Sakit Karena HP?
Dukungan Herbal Herbacuma untuk Meningkatkan Penyerapan Nutrisi

Salah satu hambatan utama pada individu kurang berat badan adalah nafsu makan yang rendah, sehingga sulit mencapai kebutuhan kalori harian.
Penyerapan nutrisi juga kurang makasimal. Di sinilah peran dukungan herbal menjadi penting. Herbacuma mengombinasikan kunyit, buah adas, daun pepaya, dan temulawak.
Temulawak dan kunyit dikenal sebagai stimulan nafsu makan alami yang bekerja dengan merangsang produksi empedu dan cairan pencernaan. Proses ini membantu mempersiapkan sistem cerna untuk menerima makanan.
Selain itu, daun pepaya mengandung enzim papain yang membantu memecah protein, sehingga penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal.
Baca: Tips Mengembalikan Nafsu Makan dengan Cepat
Kurang berat badan bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan kondisi yang dapat mengancam kesehatan secara menyeluruh.
Dampak kurang berat badan ditandai dengan meningkatnya risiko jantung dan melemahnya sistem kekebalan tubuh.
Oleh karena itu, langkah aktif untuk menaikkan berat badan secara sehat perlu segera dilakukan.
Terapkan pola makan teratur dengan nutrisi padat dan berkualitas. Dukung dengan Herbacuma untuk meningkatkan penyerapan nutrisi.
Apabila ingin membeli produk Herbacuma, klik link di bawah ini.




