Banyak yang menganggap perut kembung karena lambung sebagai masalah ringan. Namun, rasa penuh, sesak, atau bergas di perut bisa sangat mengganggu, apalagi jika muncul terus-menerus.
Kembung bukan hanya soal makanan, tapi juga bisa berkaitan dengan gangguan fungsi lambung yang membuat proses pencernaan terganggu.
Kondisi ini biasanya dipicu oleh penumpukan gas di saluran cerna. Saat lambung kesulitan mencerna makanan dengan optimal, gas hasil fermentasi makanan akan meningkat. Gejala seperti sendawa berlebihan, nyeri di bagian atas perut, hingga mual pun sering menyertainya.
Karena itu, memahami penyebab dan cara mengatasinya bisa menjadi langkah awal untuk mencegah ketidaknyamanan yang terus berulang.
Penyebab Umum Perut Kembung yang Berasal dari Lambung
Beberapa kebiasaan bisa memicu perut kembung karena lambung, salah satunya adalah makan terlalu cepat atau dalam porsi besar. Saat mengunyah terburu-buru, udara ikut tertelan dan menambah volume gas dalam saluran pencernaan.
Makanan tinggi lemak, produk olahan susu, serta minuman berkarbonasi juga memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan rasa penuh.
Selain itu, stres berlebihan memengaruhi kerja sistem saraf pencernaan. Ketika tubuh dalam kondisi tegang, produksi asam lambung bisa meningkat atau justru menurun drastis. Ketidakseimbangan ini menghambat proses cerna dan membuat makanan tertahan lebih lama di lambung.
Kondisi medis seperti gastritis, GERD, atau dispepsia juga bisa menyebabkan kembung berkepanjangan. Itulah mengapa, jika rasa kembung muncul terlalu sering, penting memeriksakan diri ke tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Gangguan Pencernaan Lambung yang Paling Sering Dialami
Langkah Cepat untuk Mengurangi Kembung
Mengurangi kembung tidak selalu harus dengan obat-obatan. Ada beberapa langkah alami yang bisa dilakukan segera untuk meredakan rasa penuh akibat gas di lambung:
- Ubah posisi tubuh. Berdiri atau berjalan ringan selama 15 menit setelah makan membantu mempercepat proses pencernaan dan mengurangi tekanan gas
- Kompres hangat bagian perut
- Hindari langsung berbaring setelah makan
Selain itu, mengunyah makanan secara perlahan dan membatasi konsumsi minuman bersoda juga bisa menjadi langkah pencegahan yang efektif.
Dukungan Herbal untuk Menenangkan Lambung
Untuk membantu menjaga kenyamanan lambung secara alami, Soluma bisa menjadi pilihan. Soluma mengandung perpaduan herbal seperti temulawak, kunyit, kayu manis, ketumbar, dan sembung.

Kombinasi ini mendukung fungsi pencernaan sekaligus membantu mengurangi produksi gas berlebih di lambung.
Kunyit dan temulawak memiliki sifat antiradang yang membantu menenangkan iritasi lambung.
Kayu manis dan ketumbar membantu menyeimbangkan enzim pencernaan dan mempercepat pengosongan lambung. Tanaman sembung berperan sebagai pelancar sirkulasi udara dalam perut dan membantu mengurangi rasa sesak.
Dengan bahan-bahan alami yang bekerja saling mendukung, Soluma menjadi solusi harian untuk mereka yang sering mengalami kembung, terutama setelah makan besar atau ketika stres menyerang.
Pola Makan dan Gaya Hidup untuk Mencegah Kembung Kambuhan
Mengelola perut kembung karena lambung tidak cukup hanya dengan menghilangkan gejalanya. Pola makan dan gaya hidup juga harus diperbaiki.
Mulailah dengan makan dalam porsi kecil tapi sering, agar lambung tidak terbebani. Pilih makanan yang mudah dicerna, seperti nasi, pisang, sup hangat, atau sayur rebus.
Hindari makanan pedas, asam, dan berminyak yang bisa memicu iritasi. Batasi pula konsumsi kafein dan alkohol, karena keduanya dapat memengaruhi produksi asam lambung. Jika memungkinkan, lakukan olahraga ringan setiap hari untuk membantu kerja usus dan mencegah penumpukan gas.
Jangan lupakan pentingnya tidur cukup dan menjaga pikiran tetap tenang. Lambung sangat responsif terhadap stres, jadi manajemen emosi juga merupakan bagian penting dalam mencegah gangguan pencernaan.
Untuk info produk dan pemesanan hubungi WA 08999277308 atau order via marketplace Shopee.




