Sperma Encer dan Cara Mengatasinya

Kondisi asthenozoospermia atau dikenal sebagai sperma encer bisa menjadi tanda adanya gangguan pada kesuburan pria.

Sperma encer atau kurang kental seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi banyak pria.

Hal ini tentunya memunculkan pertanyaan mengenai kesuburan dan masalah reproduksi mereka.

Kondisi ini, yang secara medis disebut sebagai asthenozoospermia, terjadi ketika viskositas semen rendah, membuat cairan ejakulasi tampak lebih cair dari biasanya. 

Meskipun tidak selalu menandakan masalah serius, sperma encer bisa menjadi indikator adanya gangguan pada kualitas sperma atau fungsi kelenjar reproduksi.

Memahami penyebab dan cara mengatasinya menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan reproduksi pria.

Penyebab Sperma Encer

Beberapa faktor dapat berkontribusi pada kondisi sperma encer. Salah satu penyebab paling umum adalah frekuensi ejakulasi yang terlalu sering. 

Ketika seorang pria berejakulasi berkali-kali dalam waktu singkat, tubuh mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk memproduksi semen dengan konsistensi yang optimal, sehingga ejakulasi berikutnya akan terlihat lebih encer. 

Dehidrasi juga memainkan peran penting. Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan tubuh kekurangan volume plasma, yang pada gilirannya memengaruhi volume dan kekentalan semen.

Infeksi pada saluran kemih atau organ reproduksi, seperti epididimitis atau prostatitis, bisa menyebabkan peradangan yang memengaruhi kualitas semen. 

Infeksi ini dapat mengubah komposisi cairan ejakulasi, menjadikannya lebih encer dan kadang muncul dengan perubahan warna atau bau. 

Selain itu, ketidakseimbangan hormon, khususnya kadar testosteron yang rendah, juga dapat memengaruhi produksi sperma dan kualitas semen. 

Testosteron berperan vital dalam spermatogenesis, dan defisiensinya dapat menyebabkan produksi sperma yang kurang matang atau abnormal, yang pada akhirnya memengaruhi konsistensi semen. 

Varikokel, yaitu pembengkakan pembuluh darah di skrotum, juga menjadi penyebab lain yang perlu pria perhatikan.

Varikokel dapat meningkatkan suhu testis, merusak produksi sperma dan memengaruhi kualitas semen.

Baca: Vertomen Jamu Penyubur Pria

Mengatasi Sperma Encer

Mengatasi sperma encer memerlukan pendekatan yang komprehensif, mulai dengan perubahan gaya hidup. Asupan cairan yang cukup sangat penting. 

Memastikan tubuh terhidrasi dengan baik dapat membantu meningkatkan volume dan kekentalan semen.

Minum air putih setidaknya delapan gelas per hari sangat dianjurkan.

Pembatasan frekuensi ejakulasi juga bisa membantu. 

Memberi jeda waktu yang cukup antar ejakulasi memungkinkan tubuh memproduksi semen dengan kualitas dan kekentalan yang lebih baik.

Selain itu, pola makan bergizi seimbang mendukung kesehatan reproduksi secara keseluruhan.

Konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian dapat melindungi sel-sel sperma dari kerusakan. 

Sumber protein tanpa lemak, seperti ikan dan ayam, juga penting untuk produksi sperma yang sehat.

Suplemen tertentu, seperti zinc, selenium, dan asam folat, juga berperan dalam meningkatkan kualitas sperma.

Untuk mengatasi sperma encer dan meningkatkan kesuburan secara alami, Vertomen dapat menjadi solusi yang tepat. 

sperma encer vertomen

Vertomen adalah suplemen penyubur pria yang diformulasikan khusus untuk membantu meningkatkan jumlah produksi air mani, mengentalkan sperma, serta meningkatkan kualitas dan mobilitas sperma. 

Dengan kandungan ekstrak herbal pilihan seperti Pasak Bumi, Delima dan Jahe Merah, Vertomen bekerja sinergis untuk mengoptimalkan kesehatan reproduksi pria. 

Pasak Bumi terkenal karena kemampuannya meningkatkan produksi testosteron, yang berperan penting dalam spermatogenesis, sementara Delima kaya antioksidan yang melindungi sel-sel sperma dari kerusakan. 

Vertomen dapat menjadi pilihan untuk pria yang menginginkan dukungan alami dalam perjalanan kesehatan reproduksi. 

Bagi yang tertarik, akses informasi produk, konsultasi gratis, dan pemesanan selanjutnya bisa klik tombol di bawah ini.