Bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, memahami siklus subur wanita menjadi salah satu dasar penentu keberhasilan.
Terjadinya pembuahan akan meningkat selama waktu subur ini.
Jendela ini berlangsung beberapa hari di sekitar waktu ovulasi.
Oleh karena itu, mengetahui cara menghitung waktu ovulasi akurat memberikan keunggulan besar dalam merencanakan kehamilan.
Kita akan membahas lebih dalam tentang ilmu di balik siklus menstruasi dan kapan tepatnya masa subur terjadi.
Baca: Cara Promil Efektif agar Cepat Terwujud Kehamilan
Memahami Siklus Subur Wanita: Fertilitas dan Ovulasi
Siklus menstruasi rata-rata adalah 28 hari, tetapi ini bervariasi pada setiap wanita.
Ovulasi, pelepasan sel telur matang dari ovarium, hanya terjadi sekali per siklus.
Sel telur hanya bertahan hidup selama 12 hingga 24 jam setelah dilepaskan.
Namun demikian, sperma dapat bertahan hidup di saluran reproduksi wanita hingga lima hari.
Maka, jendela subur terluas yaitu enam hari. Ini mencakup lima hari sebelum ovulasi dan hari ovulasi itu sendiri.
Faktanya, hubungan intim yang dilakukan 1–2 hari sebelum ovulasi memiliki peluang kehamilan tertinggi.
Baca: Promil Suami Istri dengan Dukungan Herbal Alami
Cara Menghitung Waktu Ovulasi Akurat
Mengandalkan kalender saja seringkali tidak cukup.
Cara menghitung waktu ovulasi akurat memerlukan kombinasi beberapa metode pemantauan tubuh.
1. Metode Kalender dan Perhitungan
Metode ini paling mudah untuk wanita dengan siklus teratur.
Ovulasi biasanya terjadi 14 hari sebelum hari pertama menstruasi berikutnya.
Oleh karena itu, jika siklus Anda 28 hari, ovulasi terjadi sekitar hari ke-14.
Namun demikian, metode ini tidak akurat bagi wanita dengan siklus tidak teratur.
Baca: Vitamin agar Cepat Hamil Selama Promil
2. Pemantauan Suhu Basal Tubuh (BBT)
Anda harus mengukur suhu tubuh setiap pagi segera setelah bangun tidur.
Setelah ovulasi, suhu basal tubuh akan sedikit meningkat karena peningkatan hormon progesteron.
Maka, kenaikan suhu menandakan ovulasi baru saja terjadi.
Dengan demikian, Anda dapat memprediksi ovulasi siklus berikutnya berdasarkan pola yang diamati.
Baca: Asam Folat untuk Promil, Kapan Sebaiknya Diminum?
3. Pemantauan Lendir Serviks
Perhatikan perubahan lendir serviks sepanjang siklus Anda. Sebelum dan saat ovulasi, lendir menjadi jernih, licin, dan elastis.
Lendir ini menyerupai putih telur mentah. Sebab, lendir jenis ini akan memfasilitasi perjalanan sperma.
Sebaliknya, lendir yang kental atau kering menandakan Anda berada di luar masa subur.
Baca: Promil Adalah Usaha Terencana: Panduan untuk Pasangan Baru
4. Alat Prediksi Ovulasi (OPK)
OPK merupakan alat pengukuran paling objektif untuk mengetahui siklus subur wanita.
Alat ini mendeteksi lonjakan hormon LH (Luteinizing Hormone) dalam urine.
Lonjakan LH terjadi 24 hingga 36 jam sebelum ovulasi.
Oleh karena itu, hasil OPK positif memberikan peringatan terbaik tentang kapan waktu yang paling tepat untuk berhubungan intim.
Baca: Promil Adalah Usaha Terencana: Panduan untuk Pasangan Baru
Dukungan Herbal untuk Kesuburan

Meskipun penghitungan waktu sangat penting, kualitas sel telur dan sperma menjadi faktor penentu utama.
Di sinilah produk PROMIL (Vertomen Vertina) dapat berperan sebagai suplemen pendukung.
Vertomen Vertina menargetkan peningkatan kesuburan pria dan wanita secara terpisah.
Vertomen berfokus pada peningkatan kuantitas dan kualitas sperma.
Secara spesifik, produk ini mengandung Pasak Bumi, Jahe Merah, dan Delima.
Pasak Bumi membantu meningkatkan libido. Selain itu, Jahe Merah dan Delima kaya antioksidan kuat.
Antioksidan ini melindungi sperma dari kerusakan oksidatif, maka memperbaiki motilitas dan morfologi sperma.
Vertomen mendukung fungsi reproduksi pria secara mendalam.
Baca: Vertomen Promil Pria: Tingkatkan Kualitas Sperma Instan!
Pasak Bumi tidak hanya meningkatkan libido tetapi juga membantu menstimulasi produksi testosteron alami.
Faktanya, testosteron adalah hormon vital untuk maturasi sperma.
Selain itu, kandungan Delima meningkatkan sirkulasi darah ke organ reproduksi. Dengan demikian, Delima memastikan nutrisi optimal mencapai testis.
Vertina berfungsi untuk menstabilkan hormon dan mendukung ovulasi yang teratur.
Vertina memadukan Kemangi, Biji Adas, Pegagan, Kunyit Putih, Meniran, dan Temu Putih.
Kemangi dan Biji Adas membantu menyeimbangkan hormon. Oleh karena itu, ini mendukung ovulasi yang sehat dan teratur.
Kunyit Putih dan Temu Putih memiliki sifat anti-inflamasi. Sifat ini membantu menciptakan lingkungan rahim yang lebih reseptif bagi implantasi.
Dengan demikian, kombinasi Vertomen Vertina mempersiapkan kedua pasangan secara optimal.
Baca : Bisakah Program Hamil Kembar?
Kombinasi Metode Mengetahui Siklus Subur Wanita
Mencari tahu siklus subur wanita sebetulnya membutuhkan kombinasi berberapa metode. Jangan pernah mengandalkan satu metode saja.
Anda harus menggabungkan pemantauan BBT, lendir serviks, dan OPK. Maka dari itu, konsistensi dalam pemantauan akan meningkatkan peluang pembuahan.
Secara keseluruhan, padukan upaya pemantauan waktu dengan nutrisi dan dukungan herbal.
Suplemen seperti Vertomen Vertina dapat membantu memastikan kualitas sel reproduksi Anda ada pada kondisi terbaik saat jendela subur tiba.
Jika Anda ingin mengonsumsi Vertomen dan Vertina, lakukan pemesanan di toko resmi di bawah ini.




