Kebiasaan sering menunda BAB ternyata memiliki dampak yang sangat buruk bagi kesehatan sistem pencernaan manusia modern.
Banyak orang menganggap remeh keinginan untuk ke toilet karena merasa masih memiliki urusan yang lebih penting.
Padahal, tubuh sudah memberikan sinyal alami yang seharusnya segera mendapat respon cepat agar tidak menimbulkan masalah.
Mengabaikan panggilan alam secara terus-menerus akan memicu berbagai komplikasi serius pada saluran pembuangan bagian bawah tubuh.
Risiko munculnya benjolan wasir akan meningkat drastis jika seseorang tetap mempertahankan perilaku tidak sehat seperti ini.
Memahami konsekuensi jangka panjang dari penundaan ini sangat penting untuk menjaga kualitas hidup yang jauh lebih baik.
Mari kita bahas bagaimana mekanisme tubuh bereaksi ketika kotoran tertahan terlalu lama di dalam saluran usus.
Baca: Sembelit Berkepanjangan Bisa Picu Wasir, Ini Cara Meredakannya
Proses Terjadinya Konstipasi Akibat Sering Menunda BAB
Saat seseorang sering menunda BAB, usus besar akan terus menyerap kadar air dari dalam feses tersebut.
Proses penyerapan air yang berlebihan ini membuat tekstur feses menjadi sangat keras serta sangat sulit dikeluarkan.
Feses yang membatu membutuhkan tenaga ekstra saat mengejan sehingga memberikan tekanan besar pada pembuluh darah rektum.
Tekanan yang terjadi secara berulang ini memicu pembengkakan vena yang menjadi cikal bakal munculnya penyakit ambeien.
Otot-otot di sekitar anus juga akan mengalami ketegangan yang luar biasa selama proses pembuangan kotoran berlangsung.
Semakin lama kotoran mendekam di dalam usus, semakin besar pula risiko terjadinya iritasi pada dinding anus.
Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu mendengarkan sinyal tubuh demi menghindari penumpukan feses yang berbahaya.
Baca: Pereda Sembelit Alami untuk Mencegah Wasir Semakin Parah
Dampak Buruk Sering Menunda BAB bagi Pembuluh Darah
Pembuluh darah vena di area anus memiliki katup yang sangat sensitif terhadap tekanan dari dalam perut.
Aktivitas mengejan akibat sembelit memaksa pembuluh darah tersebut melebar melampaui batas elastisitas normal yang mereka miliki.
Kondisi pembuluh darah yang melebar dan membengkak inilah yang secara medis orang kenal sebagai penyakit wasir.
Rasa nyeri dan sensasi panas biasanya akan muncul sesaat setelah seseorang berhasil mengeluarkan feses yang keras.
Bahkan, pada beberapa kasus, gesekan feses yang keras dapat merobek dinding anus hingga menyebabkan perdarahan segar.
Perdarahan ini menandakan bahwa jaringan pelindung di dalam rektum sudah mengalami kerusakan yang cukup signifikan saat itu.
Menghindari kebiasaan sering menunda BAB adalah langkah preventif paling mudah untuk melindungi kesehatan pembuluh darah vena.
Baca: Cara Meredakan Sembelit agar Wasir Tidak Kambuh
Mengubah Gaya Hidup untuk Melancarkan Pencernaan
Mengatur jadwal rutin untuk buang air besar setiap pagi dapat membantu melatih otot usus bekerja optimal.
Mengkonsumsi segelas air hangat saat bangun tidur sering kali efektif merangsang gerakan peristaltik pada sistem pencernaan.
Penuhilah kebutuhan serat harian dengan mengonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan segar untuk membantu melunakkan tekstur tinja.
Serat berperan seperti spons yang mengikat air sehingga feses tetap lembut dan sangat mudah untuk dikeluarkan.
Selain faktor makanan, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki juga sangat membantu memperlancar aliran darah sistemik.
Tubuh yang aktif bergerak cenderung memiliki metabolisme yang lebih baik dalam mengolah sisa makanan menjadi kotoran.
Jangan biarkan kesibukan kerja membuat seseorang terjebak dalam pola perilaku sering menunda BAB setiap harinya.
Baca: Wasir Sulit Sembuh karena Sembelit? Ini Solusi yang Tepat
Bahaya Komplikasi Wasir Jika Terus Dibiarkan
Wasir yang tidak segera mendapatkan penanganan tepat dapat berkembang menjadi stadium yang jauh lebih parah dan menyakitkan.
Benjolan yang awalnya berada di dalam bisa keluar dan terjepit sehingga menimbulkan rasa nyeri luar biasa hebat.
Kondisi ini sering kali mengganggu aktivitas duduk maupun berjalan bagi penderita dalam kehidupan sehari-hari mereka semua.
Infeksi bakteri dari sisa kotoran yang menempel pada luka wasir juga bisa memicu munculnya nanah membandel.
Jika sudah mencapai tahap ini, penderita biasanya memerlukan tindakan medis khusus untuk mengangkat benjolan yang sudah membesar.
Mencegah lebih baik daripada mengobati dengan cara memperbaiki pola buang air besar sejak dini secara konsisten.
Seseorang yang sering menunda BAB harus segera menyadari bahwa kesehatan sistem ekskresi adalah aset yang sangat berharga.
Baca: Cara Melunakkan Feses agar Wasir Tidak Berdarah
Solusi Alami Mengatasi Wasir dengan Hemotera
Bagi masyarakat yang sudah terlanjur mengalami gejala wasir, Hemotera menawarkan solusi herbal yang sangat aman dikonsumsi.
Ramuan ini menggunakan ekstrak daun ungu yang sangat berkhasiat untuk membantu mengatasi wasir secara efektif dari dalam.
Kombinasi temu putih dan sambiloto di dalamnya berfungsi sebagai zat anti-inflamasi untuk mengurangi peradangan yang sedang terjadi.

Lidah buaya serta rimpang kunyit membantu menenangkan jaringan anus yang bengkak serta mempercepat proses pemulihan luka robek.
Hemotera bekerja secara menyeluruh dalam membantu mengatasi wasir baik yang bersifat ringan maupun yang sudah stadium berat.
Nutrisi alami ini juga membantu mengurangi benjolan dan pembengkakan di sekitar area anus agar kembali mengecil normal.
Klik di sini untuk merasakan keajaiban herbal Hemotera dalam membantu proses penyembuhan wasir secara tuntas.




