Sering Lapar Terus, Apakah Ini Gaya Hidup Pemicu Diabetes?

Polifagia atau lapar berlebih merupakan sinyal gangguan metabolisme yang bisa memicu risiko penyakit diabetes di masa depan.

Rasa ingin makan yang muncul secara tidak wajar atau sering lapar terus merupakan sinyal tubuh yang menandakan adanya gangguan proses metabolisme karbohidrat. Kondisi ini sering kali menjadi peringatan dini bahwa hormon insulin tidak mampu bekerja optimal dalam mengubah makanan menjadi energi seluler.

Pola makan yang tinggi karbohidrat sederhana tanpa serat memicu lonjakan gula darah yang sangat drastis dalam waktu singkat. Tubuh kemudian merespons dengan memproduksi insulin secara berlebihan sehingga kadar gula darah merosot tajam dan memicu rasa lapar.

Gaya hidup sedentari atau kurang gerak juga memperburuk sensitivitas sel tubuh terhadap hormon insulin yang bertugas mengatur glukosa. Ketika sel menolak insulin, glukosa tetap menumpuk di darah sementara organ tubuh merasa kekurangan asupan nutrisi sehingga mengirim sinyal lapar.

Baca: Ini Batas Gula Darah Normal yang Wajib Kamu Hafal

Alasan Mengapa Sering Lapar Terus Menjadi Alarm Tubuh

Fenomena medis yang disebut polifagia ini muncul karena sel-sel tubuh tidak mendapatkan pasupan energi meski kadar gula darah tinggi. Otak akan terus memerintahkan perut untuk mencari makanan karena menganggap tubuh sedang berada dalam kondisi kekurangan energi yang sangat parah.

Penderita pra-diabetes biasanya mengalami siklus nafsu makan yang tidak terkendali terutama pada jam-jam rawan seperti sore hari. Hal ini terjadi karena mekanisme regulasi energi dalam sistem saraf pusat sudah mulai mengalami kerusakan akibat paparan gula yang berlebih.

Kualitas tidur yang buruk ternyata ikut mengganggu keseimbangan hormon ghrelin dan leptin yang mengontrol rasa kenyang setiap harinya. Kurang tidur meningkatkan hormon ghrelin sehingga seseorang akan merasa sering lapar terus walaupun sudah mengonsumsi makanan dalam porsi yang cukup.

Stres kronis juga memicu pelepasan hormon kortisol yang merangsang keinginan untuk terus mengonsumsi makanan manis atau tinggi lemak jahat. Jika kebiasaan menuruti nafsu makan, risiko kerusakan pankreas akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia dan berat badan.

Baca: Diabetes pada Pria Dapat Melemahkan Ereksi, Fakta atau Mitos

Hubungan Antara Sering Lapar Terus dan Risiko Penyakit Gula

Diabetes tipe dua sering kali tidak menunjukkan gejala yang sangat mencolok pada tahap awal kecuali perubahan pada pola makan. Banyak orang mengabaikan rasa lapar yang berlebihan ini karena menganggapnya sebagai efek dari aktivitas fisik atau sekadar hobi makan saja.

Padahal, ketidakmampuan tubuh dalam mengolah glukosa memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk mengeluarkan kelebihan gula melalui urine yang keluar. Proses pembuangan glukosa melalui urine ini membawa kalori yang seharusnya menjadi energi sehingga tubuh merasa kehilangan banyak tenaga secara konstan.

Kurangnya energi ini membuat pengidapnya merasa lemas dan kembali mencari makanan untuk meningkatkan kembali stamina yang terasa sangat hilang. Siklus ini menciptakan ketergantungan pada makanan yang akhirnya justru memperparah resistensi insulin dan meningkatkan angka kadar gula darah secara signifikan.

Pemeriksaan medis secara berkala menjadi langkah paling bijak ketika seseorang mulai merasakan sensasi sering lapar terus selama beberapa minggu. Diagnosis dini sangat membantu dalam menentukan langkah preventif agar kondisi pradiabetes tidak berkembang menjadi penyakit gula melitus yang bersifat kronis.

Baca: Diabetes Usia Muda Apa Saja Faktor yang Mempengaruhinya

Bahaya Komplikasi Akibat Mengabaikan Rasa Sering Lapar Terus

Mengabaikan sinyal lapar yang tidak wajar dapat memicu komplikasi serius pada pembuluh darah dan sistem saraf di seluruh tubuh. Kadar gula yang tidak terkontrol akan merusak dinding arteri sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke pada usia yang produktif.

Selain itu, tingginya glukosa dalam darah juga mengganggu kesehatan organ ginjal yang berfungsi menyaring racun dari sisa proses metabolisme manusia. Kerusakan saraf atau neuropati juga sering bermula dari ketidakseimbangan nutrisi dan glukosa yang tidak segera mendapatkan penanganan medis secara tepat.

Masalah penglihatan seperti retinopati diabetik juga mengancam orang-orang yang tidak peduli pada pola makan dan berat badan mereka sendiri. Penurunan fungsi indera penglihatan ini terjadi karena pembuluh darah kecil pada area mata pecah akibat tekanan gula darah yang terlalu tinggi.

Oleh karena itu, mengontrol keinginan untuk sering lapar terus bukan hanya soal diet, melainkan upaya menjaga integritas seluruh organ tubuh. Perubahan gaya hidup menjadi lebih aktif dan memilih asupan yang lebih sehat adalah kunci utama dalam mencegah kerusakan jangka panjang.

Baca: Keperkasaan Pria Menurun? Waspadai Kencing Manis

Menjaga Keseimbangan Metabolisme Secara Alami dengan Afiapro

Mengatur kadar gula darah memerlukan pendekatan yang komprehensif mulai dari pola makan hingga dukungan suplemen herbal yang aman bagi tubuh. Afiapro hadir sebagai solusi alami dengan kombinasi kayu manis dan sambiloto yang sangat efektif membantu memperbaiki sensitivitas insulin secara berkala.

Kandungan temulawak serta temu mangga di dalamnya juga berperan aktif dalam menjaga fungsi hati serta mengontrol kadar kolesterol jahat. Rumput teki dan meniran memberikan perlindungan ekstra bagi sistem imun agar tubuh tetap bugar meskipun sedang menjalani program pengaturan diet.

afiapro sering lapar terus

Baca: Penyakit Gula Tipe 2 Apa Bedanya dan Kenapa Banyak Terlewat?

Perpaduan cabe jawa dan pegagan dalam ramuan ini membantu melancarkan peredaran darah serta menurunkan kadar asam urat yang sering meningkat. Produk ini sudah mengantongi sertifikasi BPOM dan Halal sehingga aman untuk penggunaan jangka panjang tanpa perlu khawatir akan efek samping berbahaya.

Konsumsi rutin herbal ini membantu menekan keinginan sering lapar terus dengan cara menstabilkan grafik glukosa agar tidak naik turun secara drastis. Kesehatan menyeluruh kini bisa kita dapatkan melalui kebaikan alam yang terolah secara modern untuk mendukung gaya hidup sehat setiap hari.