Program Hamil Anak Perempuan, Ini Cara yang Bisa Dicoba

Program hamil anak perempuan menjadi salah satu topik perencanaan kehamilan yang cukup sering menjadi perbincangan para pasangan.

Secara ilmiah murni, penentuan jenis kelamin bayi bergantung sepenuhnya pada kromosom yang sperma bawa.

Sperma dengan kromosom X akan menghasilkan anak perempuan, sementara sperma kromosom Y menghasilkan anak laki-laki.

Meskipun tidak ada metode alami yang memberikan jaminan seratus persen, terdapat beberapa teori dan cara yang banyak orang yakini dapat memperbesar peluang bagi sperma X untuk membuahi sel telur.

Metode-metode ini umumnya berfokus pada pengaturan waktu dan penciptaan kondisi lingkungan rahim yang spesifik.

Baca: Program Ibu Hamil: Panduan Sehat dari Awal Hingga Akhir

Teori Waktu Berhubungan (Metode Shettles)

Orang-orang mengenal metode paling populer untuk tujuan ini sebagai Metode Shettles.

Teori ini berdasar pada asumsi bahwa sperma pembawa gen perempuan (X) dan gen laki-laki (Y) memiliki karakteristik yang berbeda.

Teori ini meyakini sperma Y (laki-laki) bergerak lebih cepat, namun lebih rapuh dan memiliki masa hidup lebih pendek.

Sebaliknya, sperma X (perempuan) konon bergerak lebih lambat, namun jauh lebih tangguh, berumur lebih panjang, dan lebih tahan dalam kondisi lingkungan yang sedikit asam.

Berdasarkan karakteristik ini, Metode Shettles menyarankan pasangan untuk melakukan hubungan intim sekitar 2 hingga 4 hari sebelum hari ovulasi terjadi.

Teorinya, pada saat ovarium akhirnya melepaskan sel telur, sperma Y yang rapuh sudah mati, sementara sperma X yang tangguh masih menunggu dan siap melakukan pembuahan.

Baca: Program Hamil Anak Laki-Laki, Begini Tipsnya!

Peran Pola Makan dalam Program Hamil Anak Perempuan

Selain metode waktu, banyak orang juga mengaitkan pengaturan pola makan dengan usaha ini.

Teori ini berfokus pada pengaruh diet terhadap tingkat keasaman (pH) tubuh ibu, khususnya pada lingkungan vagina dan serviks.

Teori ini meyakini lingkungan yang sedikit lebih asam lebih mendukung ketahanan sperma X (perempuan) sekaligus melemahkan sperma Y.

Untuk itu, teori ini menyarankan calon ibu memperbanyak konsumsi makanan yang kaya akan kalsium dan magnesium.

Beberapa contoh makanan tersebut meliputi produk olahan susu seperti yoghurt dan keju, tahu, brokoli, bayam, serta kacang-kacangan seperti almond.

Sebaliknya, calon ibu mungkin perlu mengurangi sedikit porsi makanan yang bersifat basa (tinggi kalium dan natrium) seperti pisang, alpukat, dan kentang.

Baca: 7 Makanan Penyubur Sperma agar Peluang Kehamilan Lebih Tinggi

Kesiapan Holistik dalam Program Hamil Anak Perempuan

Terlepas dari jenis kelamin yang diharapkan, dasar dari setiap program kehamilan yang sukses yaitu tingkat kesuburan dan vitalitas optimal dari kedua pasangan.

Kualitas sel reproduksi yang prima menjadi syarat mutlak. Dari sisi wanita, sistem reproduksi yang sehat dan hormonal yang seimbang sangat penting.

Program Hamil Anak Perempuan vertomen vertina

Untuk mendukung kesiapan tubuh, ada formulasi seperti Vertina yang mengandalkan kombinasi herbal.

Orang-orang secara tradisional menggunakan Kemangi dan Biji Adas untuk membantu menjaga kesehatan organ kewanitaan dan mendukung keseimbangan hormon.

Pegagan, yang orang kenal dapat membantu melancarkan sirkulasi darah yang penting untuk kesehatan rahim, memperkuat peran ini.

Racikan ini juga mengandung Kunyit Putih, Meniran, dan Temu Kunci yang kaya antioksidan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh dalam kondisi prima.

Di sisi lain, kontribusi pria sangat menentukan. Meskipun program ini membutuhkan sperma X, kualitas dan kesehatan sperma secara keseluruhan tetap krusial.

Vitalitas pria yang prima akan menghasilkan sperma yang sehat.

Untuk mendukung hal ini, formulasi seperti Vertomen hadir dengan mengandalkan kekuatan utama Pasak Bumi.

Orang-orang secara tradisional menggunakan Pasak Bumi untuk membantu menjaga vitalitas dan stamina pria.

Jahe Merah yang membantu melancarkan sirkulasi darah, serta Delima yang kaya antioksidan punicic acid untuk membantu melindungi sel sperma dari kerusakan, turut mendukung khasiat ini.

Baca: Vitamin agar Cepat Hamil Selama Promil

Memahami Ovulasi sebagai Kunci Metode Waktu

Metode Shettles pada poin pertama sangat bergantung pada satu hal, yaitu ketepatan dalam memprediksi ovulasi.

Pasangan harus mengetahui kapan tepatnya ovarium akan melepaskan sel telur untuk dapat menghitung mundur 2-4 hari sebelumnya.

Hanya mengandalkan perhitungan kalender seringkali tidak akurat, terutama jika siklus menstruasi tidak teratur.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih presisi, calon ibu dapat menggunakan beberapa cara. Cara pertama yaitu memantau suhu tubuh basal (Basal Body Temperature/BBT) setiap pagi.

Cara kedua yang lebih modern yaitu menggunakan alat tes ovulasi (Ovulation Predictor Kits/OPK) yang mendeteksi lonjakan hormon LH sebelum ovulasi.

Memahami siklus tubuh dengan akurat menjadi kunci utama jika ingin mencoba metode pengaturan waktu ini.

Bagi yang tertarik, akses informasi produk, konsultasi gratis, dan pemesanan selanjutnya bisa melalui link di bawah ini.