Posisi tidur saat asam lambung naik memegang peran penting dalam proses pemulihan dan kenyamanan penderita.

Posisi Tidur Saat Asam Lambung Naik Mempengaruhi Kenyamanan dan Pemulihan
Ketika seseorang tidur dalam posisi yang salah, gravitasi tidak membantu menjaga asam lambung tetap berada di perut. Akibatnya, asam bisa naik ke kerongkongan dan memicu gejala seperti rasa panas di dada, mulut pahit, mual, bahkan batuk kering di malam hari.
Banyak penderita GERD dan maag kronis mengeluhkan tidur yang tidak nyenyak karena asam lambung naik saat berbaring.
Hal ini terjadi karena katup esofagus bagian bawah melemah atau tidak menutup sempurna, terutama saat tubuh dalam posisi datar. Oleh karena itu, pemilihan posisi tidur yang tepat dapat membantu mencegah gejala kambuh saat malam hari.
Pilihan Ideal bagi Penderita Lambung
Para ahli kesehatan menyarankan posisi miring ke kiri sebagai posisi tidur saat asam lambung yang paling efektif.
Ketika seseorang tidur miring ke kiri, struktur lambung berada di bawah kerongkongan. Posisi ini memanfaatkan gravitasi untuk mencegah asam naik ke saluran atas.
Selain itu, posisi ini membantu proses pencernaan berjalan lebih lancar dan mengurangi tekanan pada katup esofagus.
Sebaliknya, tidur telentang atau miring ke kanan justru memperbesar risiko refluks. Saat tidur telentang, asam lambung lebih mudah naik, terutama jika lambung masih penuh.
Sementara itu, tidur miring ke kanan menempatkan posisi lambung lebih tinggi dari kerongkongan, sehingga mempercepat terjadinya gejala GERD.
Menambahkan bantal penyangga atau meninggikan bagian kepala tempat tidur juga membantu memperlambat aliran balik asam.
Tidur dengan kemiringan sekitar 15 – 20 derajat sudah cukup untuk mencegah refluks saat malam hari. Jangan gunakan tumpukan bantal yang membuat leher tertekuk, karena justru bisa mengganggu pernapasan.
Apakah Kopi Sebabkan Asam Lambung?
Mendukung Kualitas Tidur dengan Bantuan Herbal
Mengatur posisi tidur saat asam lambung naik memang penting, namun hasilnya akan lebih maksimal jika disertai dukungan dari dalam tubuh. Banyak penderita lambung mengandalkan bantuan alami untuk menjaga kestabilan asam, terutama sebelum tidur malam.

Soluma, sebagai produk herbal, menjadi pilihan yang mendukung fungsi lambung secara alami tanpa mengganggu sistem tubuh lainnya.
Kandungan Soluma terdiri dari kunyit, temulawak, kayu manis, ketumbar, dan sembung. Kunyit dan temulawak membantu meredakan iritasi pada lambung serta mendukung regenerasi jaringan.
Kayu manis membantu mengontrol produksi asam berlebih, sementara ketumbar mengurangi rasa begah. Sembung memberikan rasa nyaman pada perut dan membantu mengatasi mual yang sering muncul saat asam naik.
Konsumsi Soluma secara rutin sebelum makan malam dapat membantu menjaga sistem pencernaan tetap tenang hingga waktu tidur. Soluma bekerja secara bertahap, menyeimbangkan produksi asam tanpa efek samping yang mengganggu kualitas istirahat.
Untuk info produk dan pemesanan hubungi WA 08999277308 atau order via marketplace Shopee.
Rutinitas Malam yang Mendukung Posisi Tidur dan Kesehatan Lambung
Menentukan posisi tidur saat asam lambung memang langkah awal, tetapi menjaga rutinitas malam secara keseluruhan juga sangat penting. Makan malam sebaiknya dilakukan minimal tiga jam sebelum tidur.
Hindari langsung berbaring setelah makan, karena hal ini dapat mendorong asam naik dengan cepat. Lakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki selama 10–15 menit setelah makan malam untuk membantu proses pencernaan.
Hindari makanan pedas, asam, berminyak, serta minuman berkafein menjelang tidur. Gantilah camilan malam dengan buah rendah asam seperti pisang atau biskuit rendah lemak. Jika tubuh sudah tenang dan tidak dalam kondisi penuh, risiko refluks akan jauh lebih kecil saat tidur.
Selain itu, atur suasana kamar menjadi lebih tenang dan nyaman. Cahaya temaram, suhu yang sejuk, serta waktu tidur yang konsisten setiap malam membantu tubuh beradaptasi lebih baik.
Dengan menerapkan semua langkah tersebut secara rutin, penderita lambung dapat menikmati tidur yang lebih nyenyak tanpa gangguan asam lambung yang menyiksa.
Dengan kombinasi posisi tidur yang benar, pola makan sehat, rutinitas malam yang baik, serta dukungan herbal seperti Soluma, tubuh memiliki kesempatan lebih besar untuk menjaga keseimbangan lambung secara alami. Kualitas tidur meningkat, gejala berkurang, dan produktivitas harian tetap terjaga.



