Obat Setelah Melahirkan Normal yang Aman dan Efektif

Pencarian obat setelah melahirkan normal biasanya menjadi prioritas bagi seorang ibu yang baru saja melalui persalinan.

Meskipun persalinan normal diidamkan banyak orang, jenis persalinan ini tetap menyisakan tantangan fisik tersendiri.

Setelah euforia bertemu sang buah hati, tubuh akan mulai mengirimkan sinyal bahwa ia membutuhkan perhatian serius.

Rasa nyeri akibat kontraksi rahim (yang sering disebut mules saat rahim menyusut kembali), nyeri pada area perineum akibat robekan atau episiotomi, serta kelelahan luar biasa adalah hal yang sangat umum terjadi.

Oleh karena itu, memahami pilihan penanganan yang aman dan efektif, terutama bagi ibu menyusui, menjadi hal penting untuk melalui masa nifas lebih lancar.

Baca: Perawatan Setelah Melahirkan agar Tubuh Cepat Pulih

Mengelola Nyeri dan Ketidaknyamanan Pascapersalinan

Fokus pertama setelah persalinan normal ialah mengelola rasa nyeri.

Kontraksi rahim yang masih terasa selama beberapa hari pertama sebetulnya proses alami yang positif, menandakan rahim bekerja untuk kembali ke ukuran semula dan menghentikan pendarahan.

Namun, sensasinya bisa sangat tidak nyaman. Demikian pula dengan rasa perih atau nyeri pada jahitan di perineum.

Dokter biasanya akan meresepkan analgesik atau pereda nyeri yang tergolong aman untuk ibu menyusui, seperti parasetamol atau ibuprofen.

Mengonsumsi obat ini sesuai anjuran sangat dianjurkan agar ibu dapat beristirahat lebih baik dan bergerak.

Selain obat minum, penanganan non-farmakologis juga sangat membantu. Ibu dapat melakukan sitz bath atau merendam area bokong dan perineum dengan air hangat untuk mengurangi bengkak dan nyeri.

Kompres dingin yang dibalut kain bersih juga dapat memberikan kenyamanan sementara pada area jahitan selama 24 jam pertama pascapersalinan.

Baca: Suplemen Pasca Melahirkan yang Baik untuk Ibu Menyusui

Perawatan Luka sebagai Obat Alami Setelah Melahirkan Normal

Bagi banyak ibu yang melahirkan normal, luka utama terletak pada robekan atau sayatan episiotomi pada perineum. Kecepatan penyembuhan luka ini sangat bergantung pada kebersihan.

Perawatan yang tidak tepat dapat berujung pada infeksi, yang tentu saja akan memperpanjang masa pemulihan. Perawatan yang biasa disarankan yaitu menjaga area tersebut tetap bersih dan kering.

Ibu sebaiknya membersihkan area perineum dengan air bersih setiap kali selesai buang air kecil atau buang air besar, kemudian mengeringkannya dengan cara menepuk-nepuk lembut menggunakan handuk bersih, bukan menggosok.

Mengganti pembalut nifas secara rutin, setidaknya setiap 3-4 jam, juga krusial untuk mencegah kelembapan berlebih yang dapat menjadi media berkembangnya kuman.

Disiplin dalam menjaga kebersihan ini menjadi dasar agar proses regenerasi jaringan berjalan tanpa hambatan infeksi.

Baca: Obat Pasca Operasi Caesar agar Luka Cepat Sembuh

Nutrisi untuk Luka dan Produksi ASI yang Lancar

Seorang ibu menghadapi dua hal besar setelah melahirkan: memulihkan tubuhnya sendiri, termasuk luka jahitan, dan memproduksi Air Susu Ibu (ASI) untuk bayinya. Kedua proses ini sangat menuntut energi dan asupan nutrisi spesifik.

Obat Setelah Melahirkan Normal yochanna fulasi

Untuk mendukung regenerasi jaringan pada area jahitan perineum agar cepat pulih, tubuh memerlukan pasokan protein berkualitas tinggi, terutama albumin dan kolagen.

Bahan-bahan alami seperti ekstrak teripang (gamat) dan ikan gabus (channa) dapat mendukung pemulihan luka karena kandungan nutrisinya.

Kandungan yang menggabungkan keduanya, seperti yang terdapat dalam suplemen Yochanna, dapat menjadi pilihan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi pemulihan jaringan.

Sementara itu, untuk mendukung prioritas kedua yaitu kelancaran produksi ASI, ibu membutuhkan dukungan laktagog atau pelancar ASI.

Kombinasi herbal yang telah teruji seperti daun katuk dan biji kelabet (fenugreek) dalam Fulasi dapat membantu ibu memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil secara optimal sambil memulihkan diri.

Baca: Jamu Setelah Lahiran untuk Pemulihan Tubuh Lebih Cepat

Nutrisi sebagai Obat Setelah Melahirkan Normal yang Alami

Selain obat pereda nyeri dan suplemen, obat terbaik yang bersifat jangka panjang ialah asupan nutrisi harian.

Asupan nutrisi yang masuk ke tubuh ibu selama masa nifas memiliki dampak langsung pada kecepatan pemulihan dan kualitas ASI.

Pertama, hidrasi sangat vital bagi ibu. Ibu menyusui membutuhkan lebih banyak cairan untuk mencegah dehidrasi dan mendukung volume ASI.

Kedua, asupan protein harus lebih banyak, tidak hanya berguna untuk luka tetapi juga sebagai komponen utama ASI. Sumber protein hewani dan nabati harus bervariasi.

Ketiga, zat besi penting untuk menggantikan darah yang hilang selama persalinan dan mencegah anemia pascapersalinan yang dapat menyebabkan kelelahan ekstrem.

Terakhir, serat dari sayuran dan buah-buahan sangat penting untuk mencegah sembelit.

Konstipasi merupakan masalah umum pascamelahirkan yang dapat menambah tekanan dan rasa sakit pada jahitan perineum, sehingga asupan serat yang cukup sangat membantu proses pemulihan secara keseluruhan.

Bagi yang tertarik, akses informasi produk, konsultasi gratis, dan pemesanan selanjutnya bisa melalui link di bawah ini.