Hampir semua wanita pernah mengalami rasa tidak nyaman atau nyeri pada payudara karena siklus. Sensasi ini biasanya memang berkaitan erat dengan siklus bulanan.
Nyeri payudara siklus (Cyclical Mastalgia) merupakan kondisi umum yang membuat payudara terasa bengkak, berat, atau sensitif sebelum periode menstruasi dimulai.
Oleh karena itu, memahami penyebab hormonal umum dari nyeri ini dapat membantu wanita mengelola gejala dengan lebih baik.
Mari membahas dua hormon utama yang bertanggung jawab atas perubahan ini untuk menangani kondisi nyeri payudara karena siklus.
Baca: Tips Merawat Payudara Agar Kencang
Penyebab Nyeri Payudara: Siklus Estrogen dan Progesteron
Nyeri payudara karena siklus menjadi bentuk fisik dari persiapan tubuh wanita untuk kemungkinan kehamilan. Dua hormon yang diproduksi ovarium yaitu estrogen dan progesteron, inilah pelaku utamanya.
1. Estrogen (Fase Folikuler)
Pada paruh pertama siklus (fase folikuler), kadar estrogen meningkat. Estrogen merangsang saluran susu untuk memanjang dan berkembang biak.
Faktanya, peningkatan estrogen ini dapat menyebabkan payudara terasa lebih padat dan penuh.
Baca: Tips Merawat Kesehatan Payudara
2. Progesteron (Fase Luteal)
Setelah ovulasi, memasuki fase luteal, kadar progesteron melonjak tajam. Progesteron akan merangsang pertumbuhan lobulus payudara (kelenjar yang memproduksi susu).
Oleh karena itu, kedua hormon ini (terutama progesteron) menyebabkan peningkatan retensi air dan pembengkakan pada jaringan payudara.
Pembengkakan inilah yang menekan jaringan sekitarnya, maka menimbulkan rasa sakit dan nyeri.
Baca: Cegah Kanker Payudara dengan Hal Sederhana
Siklus Nyeri yang Khas
Nyeri payudara siklus biasanya memuncak seminggu sebelum menstruasi tiba. Nyeri ini mereda segera setelah periode dimulai.
Dengan demikian, polanya sangat terprediksi, yang membedakannya dari nyeri non-siklus yang bisa disebabkan oleh faktor lain.
Baca: Hormon Wanita yang Menyebabkan Sakit di Payudara
Faktor Lain yang Memperparah
Meskipun hormon menjadi penyebab hormonal umum, ada beberapa faktor gaya hidup yang dapat memperburuk rasa sakit ini.
- Diet dan Natrium
Konsumsi garam yang tinggi dapat memperburuk retensi cairan. Retensi cairan ini tentu saja akan memperparah pembengkakan payudara di fase luteal.
Maka, membatasi natrium seminggu sebelum menstruasi dapat membantu.
- Kafein dan Lemak
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengurangi asupan kafein dan lemak jenuh dapat membantu meringankan gejala nyeri.
Oleh karena itu, mengganti kopi dengan teh herbal di paruh kedua siklus dapat menjadi tips perawatan harian yang efektif.
Baca: Hormon Esterogen dan Pengaruhnya pada Payudara
Mengelola Nyeri Payudara
Penanganan nyeri biasanya berfokus pada perubahan gaya hidup dan penggunaan obat pereda nyeri non-resep jika diperlukan.
Kompres Dingin/Hangat: Menggunakan kompres hangat atau dingin dapat meredakan pembengkakan dan ketidaknyamanan.
Selain itu, mandi air hangat juga membantu merelaksasi otot dada. Kenakan bra sport yang lembut atau bra tanpa kawat saat tidur di malam hari.
Faktanya, ini mengurangi gerakan dan ketegangan pada ligamen payudara yang sensitif.
Baca: Peran Hormon Wanita pada Bentuk Payudara
Beberapa wanita menemukan bahwa suplemen Evening Primrose Oil (EPO) efektif mengurangi nyeri payudara siklus. EPO mengandung asam gamma-linolenic (GLA) yang membantu menyeimbangkan sensitivitas hormon.
Oleh karena itu, konsultasikan penggunaan suplemen ini dengan dokter. Selain itu, teknik meditasi dan yoga membantu menurunkan kortisol. Kortisol ini dapat memperburuk respons nyeri.
Baca: Ini Cara Merawat Payudara secara Alami
Dukungan Perawatan Tambahan

Selain manajemen internal, perawatan eksternal dapat memberikan rasa nyaman. Di sinilah produk Breasty Serum dapat menjadi pelengkap rutinitas.
Fokuslah terhadap peningkatan elastisitas dan kekenyalan kulit yang dapat membantu meredakan ketegangan.
Baca: Ramuan Pembesar Payudara Alami yang Hasilnya Cepat Terlihat
Breasty Serum mengandung antioksidan seperti Vitamin C dan Vitamin E. Antioksidan ini membantu melawan kerusakan kulit yang dapat memperparah sensitivitas.
Secara spesifik, serum ini mengandung ekstrak kedelai alami (Soy Isoflavone). Senyawa ini membantu menjaga kekenyangan dan elastisitas kulit.
Dengan demikian, meskipun Breasty Serum tidak ditujukan untuk mengobati nyeri hormonal, serum ini mendukung kualitas kulit yang sehat.
Oleh karena itu, mengoleskan serum dengan pijatan lembut dapat membantu merelaksasi area tersebut.
Baca: Nyeri Payudara: Kapan Perlu Konsultasi Dokter?
Nyeri payudara siklus merupakan hal normal. Nyeri Payudara Siklus adalah respons normal terhadap perubahan penyebab hormonal umum dalam tubuh wanita.
Mengelola kondisi ini memerlukan pendekatan dari semua sisi, mulai dari pembatasan diet, dukungan bra yang tepat, hingga teknik relaksasi.
Baca: Cara Membesarkan Payudara Secara Alami Tanpa Efek Negatif
Maka dari itu, jangan panik. Secara keseluruhan, jika nyeri sangat parah atau terjadi di luar siklus menstruasi, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter.
Padukan perawatan internal Anda dengan dukungan kenyamanan eksternal seperti Breasty Serum.
Apabila ingin mencoba Breasty Serum, silakan klik link di bawah untuk mendapatkan produk original. Jangan sampai lewatkan harga promo di platform resmi!




