Nyeri Payudara: Kapan Perlu Konsultasi Dokter?

Wanita sebaiknya waspada jika nyeri payudara yang dirasakan melebihi batasan nyeri normal.

Saat datang siklus bulanan, banyak wanita yang merasa nyeri di payudara. Nyeri payudara datang mengikuti siklus, dalam medis dikenal sebagai mastalgia siklik.

Namun, terkadang sulit membedakan nyeri normal dengan sinyal bahaya.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengidentifikasi pola nyeri yang dialami.

Memahami kapan harus berkonsultasi dengan dokter menjadi kunci untuk menjaga kesehatan payudara.

Baca: Macam-Macam Bentuk Payudara

Mengenali Pola Khas Nyeri Payudara Hormon

Nyeri payudara hormon memiliki pola yang sangat khas. Nyeri ini terjadi pada kedua payudara (bilateral).

Selain itu, rasa sakitnya sering terasa tumpul, berat, atau pegal.

Nyeri biasanya mencapai puncaknya satu hingga dua minggu menjelang menstruasi.

Penyebab utamanya yaitu perubahan Estrogen dan Progesteron yang memicu pembengkakan dan retensi cairan.

Nyeri ini biasanya mereda total setelah menstruasi dimulai atau selesai.

Baca: Manfaat Yoshita Breasty Serum yang Wajib Wanita Tahu

Maka dari itu, jika nyeri Anda mengikuti pola siklus yang jelas, kemungkinan besar itu nyeri hormonal normal.

Namun demikian, intensitas nyeri ini bisa berbeda-beda pada setiap wanita.

Rasa sakit paling intens juga sering terjadi di kuadran luar atas payudara.

Area ini memiliki jaringan kelenjar yang lebih padat. Oleh karena itu, perubahan hormonal sangat terasa di sana.

Sebab, pembengkakan jaringan kelenjar inilah yang menekan saraf dan menimbulkan rasa sakit.

Baca: Macam-Macam Bentuk Payudara dan Cara Merawatnya

Tanda Nyeri Non-Hormonal yang Perlu Diwaspadai

Tidak semua nyeri payudara terjadi karena hormon. Nyeri non-hormonal (non-siklik) tidak mengikuti pola menstruasi.

Tanda nyeri non-hormonal yaitu rasa sakit yang tajam atau menusuk. Selain itu, nyeri ini hanya terjadi di satu area atau satu sisi payudara.

Penyebabnya bisa jadi cedera otot dada, radang sendi, atau bahkan masalah pada kista payudara.

Oleh karena itu, jika nyeri muncul secara acak, tidak terkait siklus, dan menetap, Anda harus segera mencari evaluasi medis.

Nyeri yang disebabkan infeksi (mastitis) juga disertai kemerahan dan demam.

Nyeri ini biasanya terasa sangat panas. Maka dari itu, nyeri non-hormonal seringkali lebih terlokalisasi.

Selain itu, rasa sakitnya terasa konstan.

Baca: Tips Merawat Payudara Agar Kencang

Nyeri Payudara dan Kapan Perlu Konsultasi Dokter?

Meskipun nyeri payudara hormon umumnya normal, ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda berkonsultasi dengan dokter:

  • Nyeri tidak hilang setelah menstruasi berakhir atau berlangsung selama lebih dari dua siklus berturut-turut
  • Anda merasakan benjolan baru, keras, atau yang tidak bergerak saat tersentuh
  • Nyeri dengan adanya cairan yang keluar abnormal dari puting (terutama jika berwarna darah atau bening), atau kulit payudara berubah (seperti kulit jeruk)
  • Nyeri sangat parah hingga mengganggu tidur atau aktivitas harian Anda

Baca: Breasty Serum Pembesar Payudara untuk Remaja dan Dewasa

Oleh karena itu, jangan pernah menunda pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan serius.

Sebab, deteksi dini menjadi kunci dalam penanganan penyakit payudara.

Jika nyeri payudara terjadi setelah Anda memasuki masa menopause.

Nyeri ini tidak lagi karena adanya perubahan hormon. Maka dari itu, nyeri pasca-menopause harus segera dievaluasi oleh dokter.

Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menyarankan USG atau mammografi.

Baca: Tips Merawat Kesehatan Payudara

Breasty Serum, Perawatan Kulit Payudara

Nyeri Payudara Kapan Perlu Konsultasi Dokter - breasty serum

Baca: Apa Kata Mereka Tentang Breasty Serum Pembesar Payudara

Nyeri payudara hormon seringkali disertai pembengkakan yang meregangkan kulit.

Peregangan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan ekstra.

Oleh karena itu, perawatan topikal yang melembapkan dan menenangkan harapannya dapat membantu.

Rekomendasi perawatan area ini yaitu Breasty Serum.

Breasty Serum membantu menjaga elastisitas kulit payudara. Kandungannya kedelai isoflavone untuk menjaga kekencangan.

Selain itu, Vitamin E dan Vitamin C memberikan nutrisi dan antioksidan.

Dengan demikian, Breasty Serum membantu kulit lebih fleksibel saat terjadi pembengkakan hormonal.

Anda bisa memijatkannya lembut saat nyeri terasa untuk efek menenangkan.

Baca: Cegah Kanker Payudara dengan Hal Sederhana

Strategi Pengelolaan Nyeri Hormonal

Jika nyeri Anda terkonfirmasi sebagai nyeri payudara hormon normal, Anda dapat mengelolanya.

Anda harus mengurangi konsumsi kafein dan lemak jenuh. Selain itu, batasi asupan garam untuk mengurangi retensi cairan.

Gunakan bra yang suportif dan ukurannya tepat. Bra yang baik dapat mengurangi tekanan pada jaringan.

Maka dari itu, terapi panas atau dingin juga bisa memberikan peredaan instan.

Konsultasikan juga dengan dokter mengenai suplemen minyak evening primrose atau Vitamin E.

Nyeri payudara hormon merupakan hal yang umum dan normal.

Namun, kenali batasnya dan jangan abaikan sinyal tubuh.

Segera hubungi dokter jika nyeri menetap atau ada benjolan.

Lengkapi perawatan rutin Anda dengan Breasty Serum untuk payudara yang lebih nyaman dan terawat.

Jika ingin membeli, klik link di bawah untuk memesan Breasty Serum.