Nafsu makan anak yang menurun sering memicu kekhawatiran karena berkaitan langsung dengan kecukupan gizi dan pertumbuhan fisik.
Oleh karena itu, orang tua perlu memahami pendekatan yang tepat agar kebiasaan memilih makanan ini tidak berkembang menjadi masalah jangka panjang.
Pembahasan ini akan mengulas penyebab perilaku picky eater, strategi praktis yang dapat diterapkan di rumah, serta dukungan herbal yang membantu pencernaan.
Baca: Kurang Berat Badan: Mitos atau Fakta Susah Hamil?
Mengapa Anak Menjadi Picky Eater?
Perilaku picky eater pada anak biasanya merupakan bagian dari proses perkembangan yang normal.
Pada usia balita dan prasekolah, anak mulai membangun kemandirian dan ingin memiliki kontrol atas pilihan mereka, termasuk dalam hal makanan.
Faktanya, sebagian anak juga memiliki sensitivitas tinggi terhadap tekstur, aroma, atau rasa tertentu.
Selain itu, jadwal makan yang tidak teratur atau lingkungan makan yang kurang kondusif dapat membuat anak merasa kurang lapar.
Memaksa anak untuk makan atau menciptakan suasana makan yang penuh tekanan justru dapat memperburuk kondisi ini.
Sebab, anak akan mengaitkan waktu makan dengan perasaan tidak nyaman dan stres.
Oleh karena itu, nafsu makan anak lebih mudah membaik ketika orang tua mengubah gaya dari paksaan menjadi pendampingan yang lebih variatif.
Baca: Hubungan Makan dan Berat Badan
Strategi Mengatasi Nafsu Makan Anak yang Picky Eater
Ada beberapa teknik perilaku yang dapat diterapkan orang tua untuk membantu anak lebih terbuka terhadap makanan dan menikmati waktu makan.
- Libatkan Anak dalam Proses Menyiapkan Makanan
Ajak anak memilih bahan makanan saat berbelanja atau membantu aktivitas sederhana di dapur, seperti mencuci sayuran atau mengaduk bahan.
Baca : Apa Ciri-Ciri Radang Mata? Kenali Tanda Awal
Anak cenderung tertarik mencoba makanan yang mereka rasakan ikut berperan dalam proses pembuatannya. Dengan demikian, keterlibatan ini dapat meningkatkan minat makan secara alami.
- Terapkan Aturan Satu Suapan
Alih-alih memaksa anak menghabiskan makanan, orang tua dapat menerapkan aturan satu suapan.
Aturan ini mendorong anak untuk mencicipi tanpa tekanan. Selanjutnya, tawarkan kembali makanan yang sama secara berkala. Faktanya, anak sering membutuhkan paparan berulang sebelum menerima rasa baru.
Baca : Temukan Beragam Kelebihan Ometa sebagai Suplemen Kesehatan Mata Alami
- Sajikan Makanan Secara Menarik
Bentuk makanan menjadi tampilan yang menyenangkan, gunakan warna cerah, atau cetakan lucu. Presentasi visual yang menarik dapat mengalihkan fokus anak dari tekstur yang kurang disukai.
Oleh karena itu, kreativitas dalam penyajian berperan penting dalam meningkatkan nafsu makan anak.
- Tetapkan Jadwal Makan yang Konsisten
Buat jadwal makan utama dan camilan yang teratur setiap hari. Hindari pemberian camilan manis atau minuman menjelang waktu makan.
Sebab, kebiasaan tersebut dapat mengurangi rasa lapar dan membuat anak menolak makanan utama.
Baca: Jadwal Makan Sehat: Tingkatkan Kalori Tanpa Perut Begah
Dukungan Herbal Herbacuma untuk Tingkatkan Nafsu Makan Anak

Baca: Protein Tambah Berat Badan: Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi?
Selain gaya yang kreatif, dukungan herbal dapat membantu memperbaiki fungsi pencernaan yang berhubungan erat dengan nafsu makan anak.
Herbacuma memadukan empat bahan herbal tradisional, yaitu kunyit, buah adas, daun pepaya, dan temulawak, yang telah lama digunakan untuk mendukung kesehatan pencernaan.
Temulawak akan membantu merangsang produksi empedu, yang berperan penting dalam pencernaan lemak. Sementara itu, kunyit memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu menenangkan saluran cerna.
Dengan demikian, pencernaan yang lebih nyaman dapat meningkatkan keinginan anak untuk makan.
Daun pepaya mengandung enzim papain yang membantu pemecahan protein sehingga penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal. Buah adas membantu meredakan perut kembung dan rasa tidak nyaman akibat gas.
Faktanya, kombinasi ini tidak hanya mendukung nafsu makan anak, tetapi juga memperbaiki proses pencernaan secara menyeluruh.
Baca: Nafsu Makan Anak Menurun: Cek Faktor Stres dan Lingkungan
Pentingnya Keseimbangan Mikrobiota Usus
Kesehatan usus memiliki peran besar dalam mengatur nafsu makan anak. Ketidakseimbangan mikrobiota usus dapat memicu peradangan ringan yang secara tidak langsung menekan rasa lapar.
Oleh karena itu, anak perlu mendapatkan asupan serat yang cukup dari sayuran, buah, dan biji-bijian. Faktanya, mikrobiota usus yang seimbang membantu mengatur sinyal lapar dan kenyang ke otak.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kondisi usus berkaitan dengan perilaku makan anak.
Baca : Mata Minus dan Katarak Bisa Terbantu dengan Kegunaan Ometa Herbal
Sebab, dukungan herbal seperti yang terdapat dalam Herbacuma membantu menciptakan lingkungan pencernaan yang lebih nyaman.
Maka, perhatian terhadap kesehatan usus menjadi bagian penting dalam mengatasi picky eater. Menghadapi anak picky eater memerlukan pendekatan yang konsisten, sabar, dan menyeluruh.
Oleh karena itu, orang tua perlu menerapkan strategi perilaku yang tepat, menciptakan suasana makan yang positif, serta menjaga jadwal makan yang teratur.
Selain itu, dukungan herbal seperti Herbacuma dapat membantu memperbaiki fungsi pencernaan dan meningkatkan nafsu makan anak secara alami.
Secara keseluruhan, dengan strategi ini, orang tua dapat membantu anak memenuhi kebutuhan gizinya dan membangun kebiasaan makan yang sehat sejak dini.




