Mitos Seputar Hamil Kembar

Apakah hamil kembar bergantung pada genetik suami?

Hamil kembar terdengar sangat menarik perhatian dan selalu memiliki banyak cerita turun-temurun.

Mitos seputar hamil kembar biasanya beredar luas, mulai dari cara mendapatkannya hingga gejala yang dirasakan.

Bagi pasangan yang menjalani program hamil, penting untuk memisahkan antara fakta ilmiah dan anggapan yang tidak berdasar.

Oleh karena itu, memahami faktor genetik dan biologi di balik kehamilan kembar dapat memberikan harapan yang realistis.

Pertama-tama, kita akan mengupas mitos paling populer mengenai cara terjadinya hamil kembar.

Baca: Sperma yang Encer Apakah Bisa Hamil

Mitos vs. Fakta: Faktor Penentu Hamil Kembar

Banyak orang percaya bahwa kebiasaan atau diet tertentu dapat memicu hamil kembar. Berikut ini beberapa mitos yang perlu penjelasan lebih lanjut:

Mitos 1: Makan Ubi Jalar atau Susu Tertentu Membuat Hamil Kembar

Banyak budaya percaya bahwa makanan tertentu, terutama ubi jalar, dapat meningkatkan peluang memiliki anak kembar. Faktanya, mitos ini tidak didukung bukti ilmiah kuat.

Namun, ada beberapa penelitian menunjukkan suku-suku dengan tingkat kembar tinggi mengonsumsi jenis ubi yang kaya zat kimia tertentu. Namun demikian, genetika tetap menjadi faktor penentu utama.

Baca: Apa itu Program Hamil? Hati-hati Mitos!

Mitos 2: Hamil Kembar Diturunkan dari Pihak Suami

Gen kembar, khususnya kembar non-identik (fraternal atau dizigotik), diturunkan melalui wanita. Gen ini memengaruhi kemampuan ovarium melepaskan lebih dari satu sel telur saat ovulasi.

Maka dari itu, jika ada riwayat hamil kembar di keluarga ibu, peluang Anda meningkat. Genetika suami hanya memengaruhi kualitas sperma.

Baca: Rahasia Nutrisi Sperma yang Bikin Peluang Hamil Lebih Besar

Mitos 3: Gejala Kehamilan Pasti Lebih Berat

Meskipun benar bahwa kadar hormon kehamilan (HCG) pada kehamilan kembar biasanya lebih tinggi. Ini dapat memperburuk morning sickness, gejala ini tidak selalu menjadi indikator pasti.

Maka, rasa mual yang parah bukan jaminan Anda akan hamil kembar.

Baca: Makanan untuk Program Hamil, Bagus untuk Calon Janin

Fakta Ilmiah di Balik Hamil Kembar

Ada beberapa faktor yang secara ilmiah terbukti meningkatkan peluang hamil kembar non-identik:

  • Usia Ibu

Wanita yang hamil di usia 30-an ke atas lebih mungkin memiliki anak kembar.

Sebab, kadar hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) cenderung lebih tinggi seiring bertambahnya usia, yang dapat menyebabkan pelepasan dua sel telur sekaligus.

  • Riwayat IVF

Pengobatan infertilitas seperti In Vitro Fertilization (IVF) secara signifikan meningkatkan peluang kembar. Faktanya, transfer embrio ganda merupakan alasan utama peningkatan angka kelahiran kembar di era modern.

  • Kehamilan Sebelumnya

Wanita yang sudah pernah hamil sebelumnya, terutama yang sudah memiliki anak, memiliki peluang sedikit lebih tinggi untuk hamil kembar.

Baca: Kurang Berat Badan: Mitos atau Fakta Susah Hamil?

Mitos pada kondisi kehamilan ini sering mengabaikan risiko medis yang menyertai kehamilan ganda.

Faktanya, ibu yang mengandung janin kembar memiliki risiko lebih tinggi terhadap preeklampsia, diabetes gestasional, dan persalinan prematur. Oleh karena itu, pemeriksaan prenatal harus lebih sering dan intensif.

Penting juga untuk memahami jenis kembar.

Kembar identik (monozigotik) terjadi saat satu sel telur membelah dua, ini merupakan kebetulan murni dan tidak berhubungan dengan genetika.

Sedangkan kembar non-identik (dizigotik) terjadi dari dua sel telur terpisah, dan ini dipengaruhi oleh riwayat keluarga ibu

Baca: Rahasia Nutrisi Sperma yang Bikin Peluang Hamil Lebih Besar

Dukungan Herbal untuk Kualitas Sel Reproduksi

Mitos Seputar Hamil Kembar

Meskipun mitos seputar hamil kembar banyak beredar, fokus utama pasangan yang menjalani promil merupakan pada optimalisasi kualitas sel reproduksi dan keseimbangan hormon.

Di sinilah peran dukungan herbal seperti Vertomen Vertina menjadi relevan. Vertomen mengandung Pasak Bumi, Jahe Merah, dan Delima.

Pasak Bumi membantu meningkatkan produksi testosteron dan libido. Selain itu, Delima dan Jahe Merah kaya antioksidan. Antioksidan ini melindungi sperma dari kerusakan radikal bebas.

Dengan demikian, Vertomen meningkatkan kualitas, motilitas, dan jumlah sperma, yang vital untuk pembuahan.

Vertina hadir untuk menstabilkan siklus dan mendukung ovulasi sehat. Kandungan Kemangi dan Biji Adas membantu menyeimbangkan hormon reproduksi.

Pegagan dan rimpang seperti Kunyit Putih dan Temu Putih mendukung lingkungan rahim yang sehat dan mengurangi peradangan. Oleh karena itu, Vertina membantu memastikan ovulasi terjadi secara teratur.

Kombinasi Vertomen Vertina ini akan mempersiapkan kedua belah pihak dengan sel reproduksi berkualitas tinggi.

Baca: Program Hamil yang Efektif untuk Pasangan Muda di Era Modern

Membahas mitos seputar hamil kembar bisa menyenangkan, tetapi fokus utama program hamil harus selalu pada kesehatan ibu dan janin, terlepas dari jumlahnya. Maka dari itu, jangan terobsesi pada mitos.

Secara keseluruhan, pilihlah gaya hidup sehat, pantau siklus subur Anda, dan dukung tubuh Anda dengan nutrisi optimal.

Akhirnya, dengan Vertomen Vertina dan upaya yang konsisten, Anda meningkatkan peluang kehamilan yang sehat.

Apabila ingin membeli Vertomen dan Vertina klik link di bawah ini.