Ada banyak penyebab mengapa nafsu makan menurun. Biasanya, ini berkaitan erat dengan kondisi kesehatan fisik maupun psikologis seseorang.
Fenomena ini bukan masalah sepele karena tubuh membutuhkan asupan nutrisi untuk menjalankan fungsinya. Jika dorongan untuk makan hilang secara tiba-tiba, ada kemungkinan sistem metabolisme sedang mengalami gangguan.
Beberapa orang mungkin menganggap remeh kondisi ini tanpa menyadari adanya risiko komplikasi yang mengintai. Padahal, penurunan keinginan makan yang drastis bisa memicu kelemahan otot hingga penurunan sistem imun.
Pemahaman mendalam mengenai alasan di balik hilangnya selera makan sangat penting untuk langkah pencegahan.
Baca: Manfaat Kurma untuk Menambah Berat
Alasan Mengapa Nafsu Makan Menurun
Gangguan Psikologis
Kondisi mental seperti stres berat atau depresi sering kali menjadi alasan utama mengapa nafsu makan menurun. Saat otak merasa tertekan, produksi hormon kortisol dapat mengganggu sinyal lapar yang dikirimkan ke lambung.
Hal ini membuat seseorang merasa kenyang meskipun perut sebenarnya sedang dalam keadaan kosong.
Gangguan kecemasan juga berperan besar dalam menciptakan rasa mual yang menghambat keinginan untuk mengonsumsi makanan. Perasaan tidak tenang tersebut sering kali membuat sistem pencernaan bekerja lebih lambat dari biasanya.
Akibatnya, nutrisi yang masuk ke dalam tubuh menjadi sangat terbatas dan mengganggu kesehatan.
Baca: Manfaat Curcuma untuk Berat Badan Anak
Masalah pada Sistem Pencernaan dan Metabolisme
Penyakit lambung seperti gastritis atau tukak lambung merupakan faktor lain mengapa nafsu makan menurun secara signifikan.
Rasa nyeri atau kembung setelah makan membuat seseorang cenderung menghindari aktivitas makan demi mengurangi rasa sakit. Kondisi ini apabila dibiarkan akan memperparah kerusakan pada dinding lambung akibat produksi asam berlebih.
Selain masalah lambung, gangguan pada organ hati atau ginjal juga menunjukkan gejala serupa pada penderitanya. Infeksi virus atau peradangan kronis sering kali memicu rasa pahit di mulut yang sangat mengganggu.
Hal tersebut membuat proses makan menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan bagi orang yang sedang sakit.
Baca: Cara Menambah Kalori Lewat Olive Oil
Dampak Infeksi dan Penyakit Kronis pada Tubuh
Infeksi bakteri atau virus memaksa tubuh untuk memusatkan energi pada sistem pertahanan guna melawan penyakit.
Fokus energi ini sering kali menyebabkan sistem pencernaan melambat sehingga menyebabkan mengapa nafsu makan menurun sementara. Tubuh biasanya akan kembali normal setelah infeksi berhasil teratasi melalui pengobatan atau istirahat cukup.
Namun, penyakit kronis seperti diabetes atau kanker memiliki dampak yang jauh lebih permanen dan berbahaya. Pasien dengan kondisi medis berat tersebut sering mengalami perubahan rasa pada lidah secara terus-menerus.
Kehilangan berat badan secara drastis menjadi konsekuensi logis dari asupan kalori yang sangat minim.
Baca: Teknik Menambah Porsi Makan Secara Bertahap
Efek Samping Pengobatan dan Gaya Hidup
Penggunaan obat-obatan tertentu secara rutin ternyata dapat menjadi pemicu utama mengapa nafsu makan menurun pada individu.
Beberapa jenis antibiotik atau obat kemoterapi memiliki efek samping berupa mual dan perubahan fungsi indra. Konsultasi dengan dokter sangat perlu untuk menyesuaikan dosis agar asupan nutrisi tetap terjaga stabil.
Gaya hidup yang tidak teratur seperti kurang tidur juga memengaruhi keseimbangan hormon pengatur rasa lapar. Kelelahan yang ekstrem membuat tubuh kehilangan kemampuan untuk merespons kebutuhan energi melalui makanan yang sehat.
Jadi, perbaikilah pola tidur bisa menjadi salah satu hal yang mengembalikan gairah makan yang hilang.
Baca: Manfaat Kacang Almond untuk Berat Badan
Kembalikan Nafsu Makan yang Menurun dengan Herbacuma

Menjaga kesehatan saluran cerna merupakan langkah krusial dalam mengatasi masalah mengapa nafsu makan menurun setiap harinya.
Penggunaan bahan herbal seperti temulawak dan kunyit telah terbukti membantu meningkatkan sekresi empedu dalam perut. Kombinasi tanaman obat ini bekerja secara efektif untuk merangsang nafsu makan dan memperbaiki metabolisme.
Herbacuma hadir dengan komposisi ekstrak temulawak, kunyit, daun pepaya, serta buah adas yang sangat berkualitas. Kandungan alami ini berfungsi optimal dalam membantu meningkatkan berat badan melalui perbaikan sistem pencernaan tubuh.
Baca: Cara Menambah Nafsu Makan Anak & Dewasa
Mengonsumsi bahan herbal yang tepat dapat membantu mengembalikan kebugaran tanpa efek samping kimia yang berbahaya.
Kandungan daun pepaya dalam produk ini juga berperan aktif dalam melancarkan proses penyerapan nutrisi penting. Sinergi seluruh bahan alami tersebut memberikan perlindungan menyeluruh bagi lambung agar tetap berfungsi dengan baik.
Penerapan pola makan yang disiplin dengan porsi kecil namun sering dapat membantu lambung beradaptasi kembali secara perlahan.
Pemilihan jenis makanan yang memiliki aroma menggugah selera juga berperan penting dalam merangsang saraf pusat agar mengirimkan sinyal lapar. Hindarilah memaksa porsi besar secara langsung karena hal tersebut justru berisiko memicu rasa mual yang lebih parah.
Pemulihan kesehatan yang maksimal dimulai dari asupan makanan yang terjaga melalui dukungan herbal yang berkualitas. Dapatkan manfaat temulawak dan daun pepaya dalam Herbacuma untuk mendukung nafsu makan yang sehat.




