Mengapa GERD Lebih Berbahaya dari Maag Biasa?

Kenali perbedaan fatal antara maag dan refluks asam kronis yang sering merusak jaringan kerongkongan secara diam-diam.

Banyak orang mengira gangguan lambung hanya sebatas nyeri biasa padahal kenyataannya gerd lebih berbahaya daripada penyakit maag. Kondisi ini melibatkan pelemahan katup kerongkongan sehingga cairan asam naik dan merusak jaringan lunak di atasnya.

Sensasi terbakar di dada atau heartburn menjadi sinyal utama bahwa paparan asam lambung sudah mencapai tahap kronis. Jika seseorang membiarkan gejala ini tanpa penanganan tepat maka risiko komplikasi jangka panjang akan semakin besar.

Penyakit maag umumnya hanya menyerang lapisan dinding lambung melalui peradangan atau luka yang menyebabkan rasa perih. Sebaliknya fenomena gerd lebih berbahaya karena mampu memicu penyempitan kerongkongan akibat jaringan parut yang terus menumpuk.

Kebiasaan berbaring segera setelah makan menjadi salah satu pemicu utama yang memperparah kondisi katup esofagus tersebut. Kerusakan sel pada kerongkongan akibat iritasi asam yang berulang dapat berubah menjadi kondisi medis bernama Barrett’s Esophagus.

Baca: Apa Yang Menyebabkan Kebocoran Lambung?

Perbedaan Mekanisme Kerusakan Lambung dan Kerongkongan

Maag terjadi saat pelindung dinding lambung menipis sehingga zat asam mulai melukai organ pencernaan di bagian bawah. Gejala maag biasanya mereda setelah pengidapnya mengonsumsi makanan atau obat penetral asam dalam waktu yang singkat.

Namun pada kasus refluks asam yang bersifat kronis kerusakan tidak hanya terbatas pada area perut bagian dalam. Aliran balik cairan asam menuju esofagus membuktikan bahwa gerd lebih berbahaya bagi kesehatan organ pernapasan manusia.

Asam yang naik ke kerongkongan dapat masuk ke dalam paru-paru dan memicu peradangan pada saluran udara. Hal ini sering menyebabkan batuk kering berkepanjangan atau asma yang sulit sembuh meski sudah memakai obat.

Iritasi pada tenggorokan juga membuat suara menjadi serak dan menimbulkan rasa mengganjal saat seseorang sedang menelan makanan. Banyak penderita tidak menyadari bahwa bau mulut yang menyengat berasal dari gas asam lambung yang naik.

Gangguan ini mengganggu kualitas hidup penderitanya secara signifikan jika mereka mengabaikan perawatan medis yang bersifat komprehensif. Perubahan gaya hidup seperti mengurangi porsi makan namun lebih sering membantu menjaga tekanan dalam perut tetap stabil.

Baca: Apa Saja Gejala Umum Maag

Alasan Medis Mengapa GERD Lebih Berbahaya

Dokter sering memperingatkan pasien bahwa tekanan pada katup esofagus bawah yang melemah memerlukan perhatian yang sangat serius. Pelemahan otot ini membuat asam lambung bebas bergerak ke atas tanpa hambatan sama sekali selama berjam-jam.

Fakta medis menunjukkan bahwa gerd lebih berbahaya karena tingkat keasaman lambung sangat tinggi sehingga bisa menghancurkan jaringan. Paparan zat korosif ini secara terus-menerus akan mengubah struktur sel normal menjadi sel yang sangat abnormal.

Selain masalah fisik penderita gangguan ini juga sering mengalami kecemasan berlebih akibat sensasi nyeri yang mirip jantung. Rasa sesak di dada sering kali membuat pasien merasa panik dan sulit beristirahat dengan tenang setiap malam.

Ketegangan otot pada area dada dan punggung juga sering menyertai serangan asam lambung yang sedang memuncak. Kualitas tidur yang buruk akan memperburuk sistem imun tubuh dan membuat proses pemulihan lambung menjadi sangat lambat.

Baca: Apakah Nyeri Ulu Hati Saat Perut Kosong Tanda Maag?

Dampak Buruk Jika GERD Lebih Berbahaya Diabaikan

Komplikasi serius seperti perdarahan esofagus dapat terjadi jika luka akibat asam lambung tidak segera mendapatkan pengobatan tepat. Pasien mungkin akan mengalami muntah darah atau tinja berwarna hitam sebagai tanda adanya luka yang cukup dalam.

Ketidaktahuan masyarakat mengenai risiko ini membuat anggapan bahwa gerd lebih berbahaya sering sekali disepelekan oleh banyak orang. Mereka cenderung hanya mengandalkan obat pereda nyeri sementara tanpa memperbaiki akar permasalahan pada katup lambung tersebut.

Penyempitan saluran makan atau striktur esofagus membuat proses menelan menjadi sangat sulit dan terasa sangat menyakitkan bagi pasien. Akibatnya asupan nutrisi tubuh berkurang drastis sehingga berat badan akan menurun tanpa direncanakan oleh orang tersebut.

Penderita sering kali merasakan mulut yang terasa sangat asam atau pahit terutama saat bangun tidur pagi hari. Infeksi pada area sinus dan telinga tengah juga menjadi dampak tidak langsung dari kenaikan asam yang tidak terkendali.

Baca: Apakah Sering Telat Makan Bisa Menyebabkan Maag?

Solusi Alami Mengembalikan Kesehatan Lambung

Menjaga pola makan sehat serta menghindari pemicu naiknya asam menjadi langkah awal yang sangat penting untuk dilakukan. Konsumsi ramuan herbal berkualitas tinggi kini menjadi pilihan favorit masyarakat untuk membantu menormalkan kembali produksi asam lambung.

Soluma hadir sebagai solusi efektif dengan formulasi temulawak, kunyit, kayu manis, ketumbar, dan daun sembung yang sangat berkhasiat. Kombinasi bahan alami ini bekerja efektif mengurangi rasa nyeri serta panas pada area ulu hati secara alami.

soluma gerd lebih berbahaya

Baca: Cara Mencegah Lambung Bocor

Kandungan kayu manis dan ketumbar dalam Soluma berperan penting meredakan mual serta perih akibat asam lambung berlebih. Produk ini juga membantu meringankan gejala yang membuktikan gerd lebih berbahaya seperti rasa terbakar pada bagian dada.

Pemanfaatan daun sembung membantu menormalkan produksi asam agar tidak terus naik menuju kerongkongan dan merusak jaringan esofagus. Rutin mengonsumsi Soluma setiap hari akan membantu memulihkan fungsi pencernaan tanpa menimbulkan efek samping yang membahayakan tubuh.

Klik di sini untuk mendapatkan Soluma agar lambung tetap sehat dan bebas dari sensasi terbakar.