Mata Kering Kronis: Perbedaan Rasa Gatal, Mengganjal, dan Perih

Sensasi tidak nyaman pada indra penglihatan sering kali menjadi pertanda gangguan kesehatan mata.

Kondisi mata yang kering dan kronis akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas produktif. Sayangnya, masih banyak yang mengabaikan tanda awal mata kering karena menganggapnya hanya kelelahan mata biasa.

Padahal, gangguan ini bisa memicu peradangan jika tidak segera mendapatkan penanganan tepat.

Rasa gatal menjadi salah satu sinyal kuat adanya masalah kesehatan tersebut. Permukaan kornea yang kekurangan pelumasan alami akan memberikan reaksi berupa rangsangan saraf sensorik. Hal ini dapat memicu keinginan untuk mengucek mata secara terus-menerus tanpa henti.

Mengucek mata malah akan memperparah iritasi dan berisiko melukai lapisan luar mata. Produksi air mata yang tidak stabil akan menciptakan ketidakseimbangan nutrisi bagi jaringan kornea. Fokus mata pun perlahan menurun seiring bertambahnya tingkat keparahan pada indra penglihatan.

Baca: Langkah Mudah Menjaga Jarak Pandang Mata

Gejala Mata Kering Kronis

Sensasi Mengganjal Akibat Mata Kering Kronis

Sensasi berpasir atau ada benda asing merupakan keluhan yang paling sering muncul. Keluhan mata kering kronis ini terjadi karena lapisan air mata kehilangan fungsi pelumasannya. Gesekan antara kelopak mata dan bola mata menciptakan trauma mikro pada permukaan kornea.

Penderita mata kering biasanya merasa ada sesuatu yang tertinggal di balik kelopak mata mereka. Padahal, perasaan tersebut muncul akibat tekstur permukaan mata yang sudah tidak rata lagi. Kondisi ini membuat mata terasa berat dan sangat sulit untuk terus terbuka.

Paparan AC atau screen time yang terlalu lama juga bisa memperburuk sensasi mengganjal ini. Kurangnya frekuensi berkedip membuat penguapan air mata berlangsung jauh lebih cepat dari normal. Akibatnya, sel-sel pada permukaan mata mulai mengalami stres karena kekurangan oksigen alami.

Baca: Mata Merah: Penyebab Infeksi dan Cara Mengobatinya

Mata Terasa Perih dan Panas

Rasa perih yang tajam menandakan bahwa tingkat kekeringan sudah mencapai tahap yang serius. Kurangnya kelembapan membuat ujung saraf pada mata terpapar langsung oleh udara luar secara bebas. Hal ini menimbulkan sensasi terbakar yang muncul secara tiba-tiba saat sedang beraktivitas.

Tingkat sensitivitas mata terhadap cahaya atau fotofobia biasanya akan meningkat secara drastis pula. Mata akan merespons dengan mengeluarkan air mata secara berlebihan sebagai kompensasi darurat tubuh. Namun, air mata tersebut tidak memiliki kualitas yang baik untuk melumasi secara optimal.

Komposisi air mata yang buruk membuat mata tetap terasa perih meskipun sedang berair. Keseimbangan minyak, air, juga lendir dalam air mata harus terjaga dengan sangat baik. Apabila salah satu komponen hilang, maka pelindungan terhadap permukaan mata akan langsung runtuh.

Baca: Mengapa Mata Terasa Buram Setelah Menatap Layar?

Dampak Jangka Panjang Mata Kering Kronis

Kerusakan permanen pada kornea bisa terjadi jika mata kering kronis terus dibiarkan tanpa solusi. Luka kecil atau jaringan parut mungkin akan terbentuk karena iritasi yang berlangsung lama. Penurunan ketajaman penglihatan menjadi risiko yang harus dihadapi oleh setiap penderita gangguan ini.

Selain masalah fisik, kondisi ini juga memengaruhi kenyamanan psikologis dalam bekerja setiap waktu. Orang cenderung merasa cepat lelah dan kehilangan fokus saat harus menatap layar gawai. Lingkungan yang berdebu atau penuh asap akan menjadi ancaman nyata bagi kenyamanan mata.

Perubahan pola hidup sehat menjadi langkah awal untuk menjaga kualitas penglihatan tetap prima. Mengatur waktu istirahat mata secara rutin sangat membantu proses pemulihan jaringan yang rusak. Pemenuhan asupan yang tepat dari dalam juga berperan besar untuk mendukung kesehatan indra penglihatan.

Baca: Pandangan Kabur dan Kepala Pusing? Ini Penyebabnya

Menjaga Kesehatan Mata

Upaya menjaga kelembapan mata harus menjadi prioritas utama guna mencegah kerusakan jaringan yang lebih dalam.

Gangguan mata kering kronis membutuhkan penanganan yang konsisten agar kornea tidak mengalami iritasi berkelanjutan. Penggunaan pelindung mata saat berada di luar ruangan akan efektif mengurangi penguapan air mata.

Asupan cairan yang cukup membantu tubuh mempertahankan produksi pelumas alami pada bola mata. Selain itu, mengonsumsi sayuran berwarna cerah memberikan dukungan optimal bagi kesehatan makula dan retina.

Baca: Mata Silinder: Penyebab dan Gejala

Kombinasi antara perawatan luar dan pemenuhan nutrisi dari dalam akan memberikan hasil yang maksimal.

Pastikan untuk selalu memberikan waktu istirahat sejenak bagi mata setelah bekerja di depan layar. Langkah sederhana ini mampu meminimalkan risiko keparahan gejala yang mungkin muncul secara tiba-tiba. Penglihatan yang sehat merupakan aset berharga untuk mendukung kelancaran seluruh kegiatan setiap hari.

Menjaga kesehatan mata juga bisa dilakukan dengan mengandalkan kekuatan bahan alam yang kaya manfaat.

ometa Mata Kering Kronis Perbedaan Rasa Gatal, Mengganjal, dan Perih

Ometa hadir dengan perpaduan ekstrak bilberi, sambiloto, serta wortel untuk memelihara fungsi penglihatan. Kandungan alami ini bekerja sinergis dalam membantu meringankan berbagai keluhan pada area mata.

Ekstrak bilberi sudah lama dikenal memiliki khasiat luar biasa dalam membantu sirkulasi darah mata. Sementara itu, wortel menyediakan asupan penting yang mendukung kejernihan pandangan di berbagai kondisi cahaya. Kombinasi bahan pilihan tersebut menjadikan Ometa rekan setia untuk melindungi mata kering kronis.

Keamanan suplemen ini sudah terjamin karena telah mengantongi sertifikat BPOM dan juga Halal. Mengonsumsi bahan alami berkualitas merupakan investasi terbaik untuk masa depan kesehatan penglihatan setiap orang.

Pastikan mata selalu mendapatkan perhatian lebih agar dapat melihat indahnya dunia dengan nyaman. Segera dapatkan manfaat perlindungan mata dari bahan alam terbaik dengan klik tautan di bawah ini.