Manfaat Menelan Air Mani? Simak Faktanya!

Topik mengenai manfaat menelan air mani sering kali menjadi bahan perbincangan sekaligus dikelilingi oleh berbagai mitos.

Aktivitas yang merupakan bagian dari praktik seksual oral ini kerap dihubung-hubungkan dengan berbagai klaim, mulai dari khasiat untuk kecantikan kulit hingga kemampuannya memperbaiki suasana hati.

Namun, di tengah banyaknya informasi simpang siur, penting untuk memisahkan antara klaim anekdotal dengan fakta ilmiah yang sebenarnya.

Lantas, apa sesungguhnya kandungan air mani, dan apakah menelannya benar-benar memberikan dampak signifikan bagi kesehatan?

Baca: Akibat Sperma Encer untuk Kesuburan Pria

Kandungan Nutrisi di Balik Mitos Manfaat Menelan Air Mani

Air mani atau semen adalah cairan biologis yang kompleks. Komponen terbesarnya, sekitar 90%, merupakan air.

Sisanya terdiri dari plasma seminal yang mengandung berbagai zat.

Zat ini utamanya berisi fruktosa (gula) yang berfungsi sebagai sumber energi bagi sel sperma.

Selain itu, air mani juga mengandung sejumlah kecil protein, enzim, serta mineral seperti seng (zinc), kalsium, magnesium, dan kalium.

Secara teknis, semua zat ini memang dibutuhkan oleh tubuh. Akan tetapi, kuncinya terletak pada kuantitas.

Meskipun air mani mengandung berbagai nutrisi, jumlahnya dalam satu kali ejakulasi (rata-rata sekitar 3–5 ml) sangatlah kecil dan tidak signifikan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

Sebagai perbandingan, kandungan proteinnya bahkan jauh lebih rendah daripada satu tegukan susu.

Baca: Penyebab dan Akibat Sperma Encer Parah

Menelaah Klaim Manfaat Mitos vs. Fakta Ilmiah

Banyak klaim yang beredar seputar khasiat menelan air mani. Salah satu yang paling populer adalah manfaatnya untuk kulit.

Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah kuat yang mendukung bahwa menelan air mani dapat membuat kulit lebih halus atau bebas jerawat.

Klaim lain yang cukup sering terdengar adalah efeknya sebagai antidepresan alami.

Teori ini muncul berdasarkan satu penelitian observasional lama yang mengaitkan adanya beberapa hormon (seperti serotonin, melatonin, dan oksitosin) dalam air mani yang mungkin bisa memengaruhi suasana hati.

Namun, penelitian ini bersifat korelasional, bukan kausatif, dan belum terbukti secara klinis bahwa zat-zat tersebut dapat terserap secara efektif melalui sistem pencernaan untuk memberikan efek antidepresan.

Baca: Cara Membuat Sperma Kental

Pertimbangan Risiko yang Jauh Lebih Nyata

Di samping klaim manfaat yang belum terbukti, ada aspek risiko yang jauh lebih nyata dan penting untuk dipertimbangkan.

Menelan air mani sama dengan melakukan seks oral tanpa pengaman. Risiko utama dan terbesar dari aktivitas ini adalah penularan Infeksi Menular Seksual (IMS).

Berbagai penyakit seperti HIV, Herpes, Sifilis, Gonore, Klamidia, dan HPV dapat menular melalui cairan semen ke tenggorokan atau sistem tubuh.

Selain itu, meskipun jarang terjadi, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap protein spesifik yang ada dalam air mani.

Baca: Review Vertomen dari Pengguna: Benarkah Efektif?

Fokus pada Kualitas Sperma, Bukan Mitos Menelan Air Mani

manfaat Menelan Air Mani vertomen

Daripada berfokus pada mitos manfaat menelan air mani, kesehatan pria yang sesungguhnya lebih tercermin pada vitalitas dan kualitas sperma itu sendiri, terutama bagi pasangan yang merencanakan kehamilan.

Kualitas sperma yang baik mencakup jumlah, pergerakan, dan bentuk jauh lebih penting.

Hal ini sangat dipengaruhi oleh gaya hidup sehat, pola makan bernutrisi, dan olahraga teratur.

Untuk mendukung vitalitas pria secara menyeluruh, banyak yang melirik bantuan herbal alami.

Produk seperti Vertomen hadir untuk membantu memelihara stamina pria.

Produk ini mengandalkan bahan-bahan pilihan seperti ekstrak delima yang kaya antioksidan untuk melawan radikal bebas.

Komposisi jahe merah berfungsi membantu sirkulasi darah, serta pasak bumi akan mendukung stamina dan kebugaran pria.

Bagi yang tertarik, akses informasi produk, konsultasi gratis, dan pemesanan selanjutnya bisa melalui link di bawah ini.