Lambung Terasa Panas, Apa Penyebabnya?

Lambung terasa panas bisa muncul tiba-tiba dan menimbulkan rasa tidak nyaman yang mengganggu aktivitas. Sensasi terbakar ini biasanya terasa di bagian ulu hati atau sekitar perut atas.

Banyak yang menganggapnya sepele dan hanya mengaitkannya dengan makanan pedas. Padahal, panas pada lambung bisa jadi sinyal awal dari gangguan pencernaan yang perlu perhatian serius.

Rasa panas bisa muncul setelah makan, saat perut kosong, atau bahkan saat stres. Pemicunya bisa beragam dan sering kali berkaitan dengan gaya hidup yang kurang seimbang.

Karena itu, penting untuk mengenali kemungkinan penyebabnya sejak awal agar bisa mengambil langkah yang tepat sebelum gejala makin parah.

Asam Lambung yang Naik

Salah satu penyebab paling umum saat lambung terasa panas adalah naiknya asam lambung. Saat katup antara lambung dan kerongkongan melemah, asam bisa naik dan menyebabkan iritasi.

Kondisi ini, GERD, memiliki gejala berupa rasa panas yang menjalar dari perut ke dada, bahkan hingga ke tenggorokan.

Selain GERD, pola makan yang tidak teratur juga memengaruhi kadar asam lambung. Terlalu sering makan dalam porsi besar, langsung berbaring setelah makan, atau mengonsumsi makanan tinggi lemak dan pedas dapat memperparah keluhan.

Kafein dan minuman bersoda juga mempercepat produksi asam sehingga menambah sensasi panas di lambung.

Peradangan dan Iritasi pada Dinding Lambung

Ketika lapisan pelindung lambung menipis atau terganggu, asam lambung bisa langsung bersentuhan dengan jaringan lambung. Hal ini memicu peradangan yang membuat perut terasa perih dan panas. Kondisi ini dikenal sebagai gastritis.

Gastritis bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori, penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang seperti NSAID, serta konsumsi alkohol atau rokok.

Bila tidak diatasi, gastritis bisa berkembang menjadi luka di dinding lambung (tukak lambung) yang menimbulkan nyeri lebih parah dan komplikasi lain.

Perut Kembung Karena Lambung: Cara Mengurangi dengan Cepat

Solusi Alami untuk Menenangkan Lambung Panas

Rasa panas pada lambung memang mengganggu, tapi kita masih bisa mengendalikannya dengan cara yang tepat. Selain mengatur pola makan dan menghindari makanan pemicu, dukungan herbal juga bisa membantu meredakan gejala.

lambung terasa panas soluma

Salah satu pilihan alami yang sudah teruji adalah Soluma. Produk ini menggabungkan manfaat dari temulawak, kunyit, kayu manis, ketumbar, dan daun sembung. Kandungan tersebut membantu menenangkan lambung, mengurangi iritasi, dan membantu menyeimbangkan produksi asam.

Kunyit dan temulawak sudah lama bermanfaat untuk mengatasi masalah pencernaan karena sifat antiradang alaminya. Kayu manis membantu mengurangi produksi gas, sedangkan ketumbar dan sembung mendukung kelancaran pencernaan.

Kombinasi bahan ini menjadikan Soluma cocok untuk menjaga kenyamanan lambung setiap hari, terutama bagi yang sering mengalami sensasi panas atau begah.

Cara Mencegah Sensasi Panas pada Lambung

Menghindari kambuhnya rasa panas di lambung tidak selalu sulit. Mulailah dari hal sederhana, seperti mengatur jadwal makan agar lebih teratur dan menghindari makan terburu-buru. Pilih makanan yang ringan dan mudah dicerna, serta batasi konsumsi makanan pedas, asam, atau terlalu berminyak.

Hindari kebiasaan langsung berbaring setelah makan. Memberi jeda minimal dua jam sebelum tidur membantu makanan tercerna dengan baik dan mencegah asam naik. Mengelola stres juga penting karena kondisi emosional berpengaruh besar terhadap sistem pencernaan.

Jika gejala sering muncul meski sudah menjaga pola makan, sebaiknya konsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Deteksi dini membantu mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan.

Untuk info produk dan pemesanan hubungi WA 08999277308 atau order via marketplace Shopee.