Kenali Cara Kerja Ereksi pada Pria

Ereksi pada pria sering dianggap sebagai sesuatu yang terjadi begitu saja.

Padahal proses di baliknya sangatlah kompleks dan melibatkan kerjasama antara otak, pembuluh darah, saraf, dan hormon.

Ini bukan sekadar respons fisik, melainkan sebuah ukuran kesehatan kardiovaskular dan psikologis seorang pria.

Banyak pria mengalami masalah ereksi tanpa memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh mereka.

Mengetahui cara kerja normalnya dan faktor-faktor apa saja yang dapat mengganggunya merupakan langkah untuk menjaga vitalitas.

Baca: Penyebab Ereksi Lembek dan Cara Mengatasinya

Bagaimana Cara Kerja Ereksi pada Pria?

Ereksi pada dasarnya merupakan proses hidrolik yang dikendalikan oleh sistem saraf.

Semua bermula dari rangsangan, yang bisa bersifat fisik (sentuhan) atau psikologis (fantasi atau gairah visual).

Rangsangan ini memicu otak untuk mengirimkan sinyal kimiawi melalui sistem saraf ke area penis.

Sinyal ini memerintahkan otot-otot halus di dalam arteri penis untuk rileks dan melebar.

Begitu arteri ini melebar, darah dengan cepat membanjiri dua ruang spons di dalam batang penis yang disebut corpora cavernosa.

Seraya kedua ruang ini terisi penuh oleh darah, vena-vena yang biasanya mengalirkan darah keluar dari penis menjadi tertekan atau terjepit.

Proses “terjebaknya” darah inilah yang membuat penis menjadi kaku, tegang, dan membesar.

Baca: Mengatasi Gangguan Ereksi Setelah Operasi

Faktor Kunci yang Mempengaruhi Kualitas Ereksi

Kualitas ereksi pada pria sangat bergantung pada tiga pilar utama yang harus bekerja bersamaan.

Jika salah satu pilar ini goyah, maka ereksi yang optimal akan sulit tercapai.

  1. Sistem vaskular (aliran darah)
    Pembuluh darah harus sehat, bersih dari plak, dan elastis agar bisa melebar dengan sempurna.
    Kondisi seperti tensi, kolesterol, dan gula darah yang tinggi sangat merusak pembuluh darah, sehingga menjadi musuh utama ereksi.
  2. Sistem saraf (sinyal otak)
    Otak dan saraf tulang belakang harus mampu mengirimkan sinyal rangsangan tanpa hambatan.
    Stres, depresi, dan kecemasan dapat mengacaukan sinyal ini, membuat otak gagal memberi perintah “relaks” pada arteri di penis.
  3. Sistem hormonal (gairah)
    Tanpa gairah yang cukup, otak mungkin tidak akan memulai seluruh rangkaian proses ereksi, meskipun secara fisik seorang pria sehat.

Baca: Ereksi Karena Diabetes: Apa Hubungannya?

Gaya Hidup yang Menghambat Proses Ereksi

Banyak kebiasaan sehari-hari yang menjadi musuh utama bagi mekanisme ereksi yang sehat.

Merokok secara aktif dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah dan mengurangi elastisitasnya, sehingga menghambat aliran darah.

Konsumsi alkohol berlebihan bekerja sebagai depresan sistem saraf pusat, yang dapat menumpulkan sinyal rangsangan dari otak dan menurunkan kadar testosteron sementara waktu.

Selain itu, obesitas atau kelebihan berat badan sering kali memicu peradangan, resistensi insulin, dan ketidakseimbangan hormon yang semuanya berkontribusi negatif terhadap fungsi ereksi.

Kurang tidur dan minimnya aktivitas fisik juga memperburuk semua faktor risiko ini.

Baca: Hubungan Stres dan Ereksi: Bagaimana Pikiran Mempengaruhi Tubuh?

Solusi Praktis Saat Ereksi pada Pria Mengalami Gangguan

Ereksi pada pria solaqy spray

Memperbaiki gaya hidup memang menjadi kunci jangka panjang untuk kesehatan ereksi. Namun, proses perbaikan tersebut membutuhkan waktu.

Untuk kebutuhan yang lebih praktis dan mendesak, banyak pria membutuhkan dukungan eksternal.

Di sinilah Solaqy Spray hadir sebagai solusi khusus untuk membantu pria mengatasi ereksi yang kurang maksimal.

Penggunaan Solaqy Spray cukup praktis dengan cara menyemprotkan ke area penis.

Produk ini bekerja secara lokal untuk membantu ereksi agar tercapai lebih keras dan bertahan lebih lama.

Solaqy Spray dapat membantu memutus kekhawatiran pria dan mengembalikan kepercayaan diri pria saat berhubungan intim.

Bagi yang tertarik, akses informasi produk, konsultasi gratis, dan pemesanan selanjutnya bisa melalui link di bawah ini.