Bisakah Maag Menyebabkan Diare?

Gangguan pada lambung dapat memicu kontraksi usus yang berlangsung lebih cepat, sehingga sering berujung pada munculnya buang air besar dengan konsistensi cair.

Banyak orang tidak menyadari bahwa gangguan pencernaan seperti maag menyebabkan diare ketika peradangan lambung mulai memengaruhi kerja usus secara bertahap.

Kondisi ini sering dianggap sepele padahal dampaknya bisa mengganggu keseimbangan cairan dan energi tubuh harian.

Kondisi ini umumnya muncul karena mekanisme pengolahan makanan di dalam tubuh tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Lambung yang mengalami peradangan sering kali gagal memecah nutrisi secara optimal, sehingga memberikan beban kerja yang jauh lebih berat pada saluran usus.

Baca : Tanda Asam Lambung Naik yang Sering Terjadi

Ketika makanan yang belum tercerna dengan baik masuk ke usus, tubuh secara alami berusaha mengeluarkannya dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi.

Proses pengeluaran yang terlalu cepat inilah yang menyebabkan tekstur feses menjadi encer sekaligus meningkatkan frekuensi buang air besar.

Perubahan ritme buang air besar ini sering muncul tiba-tiba dan membuat penderita panik tanpa memahami penyebabnya.

Oleh karena itu, hubungan biologis antara gangguan asam lambung dan masalah pada usus merupakan hal yang sangat sering ditemui dalam praktik klinis.

Baca: Gangguan Lambung Sering Kambuh? Ini Solusi Tepat

Bagaimana Bisa Maag Menyebabkan Diare?

Saat lapisan lambung mengalami iritasi, sinyal sistem saraf di sepanjang saluran pencernaan dapat mengalami gangguan komunikasi secara menyeluruh.

Ketidakseimbangan hormon pencernaan sering memicu usus berkontraksi jauh lebih kuat dibandingkan kondisi normal.

Cairan asam berlebih dari lambung juga dapat mengiritasi lapisan usus halus, sehingga memicu reaksi peradangan lokal.

Tubuh kemudian merespons iritasi tersebut dengan menarik lebih banyak air ke dalam usus besar untuk menetralkan zat yang berpotensi berbahaya.

Baca: Nyeri Lambung Datang Tiba-Tiba, Jangan Anggap Sepele

Fenomena ini menjelaskan alasan utama mengapa serangan maag menyebabkan diare kerap terjadi pada penderita gangguan lambung kronis.

Respons alami tubuh ini sebenarnya bertujuan melindungi organ pencernaan dari kerusakan yang lebih serius.

Pasien perlu memahami bahwa gejala yang muncul sebenarnya merupakan sinyal pertahanan tubuh untuk menjaga keseimbangan ekosistem pencernaan.

Baca: Apakah GERD Bisa Sembuh? Begini Cara Penanganannya

Faktor-faktor Pemicu Maag dan Gangguan Usus

Kebiasaan mengonsumsi makanan pedas atau berlemak secara berlebihan sering menjadi pemicu utama munculnya keluhan pencernaan ini.

Zat iritan dari makanan tersebut merangsang lambung memproduksi asam secara agresif demi membantu proses pemecahan makanan.

Selain faktor asupan, tingkat stres yang tinggi juga berperan besar dalam memperburuk koordinasi kerja organ-organ perut.

Stres memicu pelepasan hormon kortisol yang dapat mempercepat gerakan peristaltik otot-otot saluran pencernaan.

Baca : Ciri-Ciri Maag yang Jarang Disadari Tapi Berbahaya

Tekanan emosional berkepanjangan membuat sistem cerna lebih sensitif terhadap perubahan kecil dalam pola makan.

Kombinasi pola makan buruk dan tekanan mental membuat risiko maag menyebabkan diare menjadi jauh lebih tinggi.

Menjaga ketenangan pikiran serta memilih asupan yang tepat menjadi langkah pencegahan terbaik untuk menghindari gangguan pada perut.

Baca: GERD Sering Kambuh Waktunya Cek Lambung

Pengaruh Maag Menyebabkan Diare pada Tubuh

Kehilangan cairan secara terus-menerus akibat sering buang air besar dapat membawa tubuh ke kondisi dehidrasi yang cukup serius.

Dehidrasi ini biasanya membuat penderitanya merasa sangat lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi saat menjalani aktivitas harian.

Selain cairan, tubuh juga berisiko kehilangan elektrolit penting yang berfungsi menjaga kesehatan saraf dan otot. Ketidakseimbangan elektrolit dapat memicu kram, jantung berdebar, hingga penurunan daya tahan tubuh.

Baca : Kenali Apa Itu Tukak Lambung dan Gejalanya Sejak Dini

Peradangan yang terjadi bersamaan di lambung dan usus memerlukan penanganan tepat agar tidak berkembang menjadi kondisi kronis.

Jika keadaan maag menyebabkan diare tidak segera ditangani, proses penyerapan nutrisi harian akan terganggu dalam jangka panjang.

Memperbaiki dinding lambung menjadi prioritas utama agar sistem pencernaan dapat kembali bekerja secara optimal.

Baca: Cara Menyembuhkan GERD Secara Total

Atasi Gangguan Lambung dengan Herbal Pilihan

Langkah awal yang paling efektif adalah menenangkan dinding lambung dengan memanfaatkan ekstrak herbal alami berkualitas tinggi.

Soluma hadir sebagai solusi herbal yang mengombinasikan temulawak, kunyit, kayu manis, ketumbar, dan daun sembung dalam satu formula.

Kandungan kunyit dan teulawak bekerja aktif meredakan nyeri serta sensasi panas di area ulu hati.

Baca : Kenali Pola Makan Asam Lambung Kronis!

Ekstrak daun sembung dan ketumbar membantu mengurangi mual serta rasa perih akibat produksi asam lambung berlebih.

soluma maag menyebabkan diare

Baca: Lambung Perih Saat Telat Makan? Ini Penjelasannya

Formulasi ini efektif membantu menormalkan kadar asam lambung agar tidak naik kembali ke arah kerongkongan pada penderita GERD.

Selain itu, Soluma telah mendapatkan izin edar dari BPOM, sehingga kualitasnya terjamin. Kehalalannya juga tak perlu pengguna ragukan karena telah mendapatkan sertifikasi Halal MUI.

Pendekatan herbal membantu pemulihan pencernaan tanpa menimbulkan iritasi tambahan pada jaringan lambung sensitif.

Konsumsi rutin membantu meredakan sensasi terbakar di dada sehingga proses pemulihan saluran pencernaan terasa jauh lebih nyaman.

Klik tombol di bawah ini untuk memulai langkah sehat agar lambung selalu nyaman dengan Soluma.