Begini Cara Kerja Fulasi dalam Menstimulasi Produksi ASI Alami

Setelah mengetahui bahwa Fulasi mengandung kombinasi andalan biji kelabet (Fenugreek) dan daun katuk, mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana persisnya kedua bahan ini bergotong royong di dalam tubuh hingga ASI bisa mengalir lebih lancar? Jawabannya terletak pada mekanisme biologis yang didukung oleh senyawa-senyawa alami yang terdapat dalam kedua herbal tersebut. Kita akan bahas tuntas cara kerja Fulasi dalam merangsang pabrik ASI di tubuh ibu.

Memicu Hormon Kunci: Aksi Ganda pada Prolaktin dan Oksitosin

Produksi dan pengeluaran ASI adalah proses yang sangat dikendalikan oleh dua hormon kunci: Prolaktin dan Oksitosin. Fulasi bekerja secara efektif karena ia menargetkan stimulasi kedua hormon vital ini.

Mendongkrak Prolaktin dengan Daun Katuk

Daun katuk adalah pemicu kuat hormon prolaktin. Senyawa aktif dalam daun katuk, seperti golongan sterol, bekerja seperti sinyal bagi kelenjar hipofisis di otak untuk melepaskan lebih banyak prolaktin.

Cara kerja Fulasi

Prolaktin, hormon pembuat ASI, hormon inilah yang memerintahkan sel-sel di payudara untuk memproduksi ASI. Peningkatan kadar prolaktin inilah yang secara langsung bertanggung jawab atas bertambahnya volume ASI.

Peran Biji Kelabet sebagai Pembuka Keran

Sementara daun katuk meningkatkan produksi, biji kelabet memberikan dorongan yang berbeda. Biji kelabet mengandung fitoestrogen, seperti diosgenin. Senyawa ini diyakini tidak hanya merangsang kelenjar susu, tetapi juga dapat meningkatkan sensitivitas reseptor hormon di payudara.

Lebih menarik lagi, biji kelabet membantu tubuh dalam meningkatkan hormon oksitosin secara tidak langsung. Oksitosin, atau “hormon let-down (pengeluaran ASI)”, penting agar ASI yang sudah diproduksi bisa mengalir keluar dengan mudah saat bayi menyusu atau saat ibu memompa. Tanpa oksitosin yang cukup, ASI bisa tertahan di dalam.

Jadi, cara kerja Fulasi adalah sinergi sempurna: daun katuk fokus meningkatkan jumlah produksi ASI (kuantitas), sementara biji kelabet memastikan mekanisme pengeluaran ASI (kualitas aliran) berjalan lebih lancar.

Intip kandungan Fulasi yang Ampuh Lancarkan ASI

Efek Relaksasi dan Dukungan Nutrisi bagi Ibu Menyusui

Selain mekanisme hormonal yang spesifik, Fulasi juga memberikan dukungan tidak langsung yang sangat krusial bagi ibu menyusui. Kita semua tahu, stres adalah musuh utama ASI. Ketika ibu cemas atau tegang, tubuh melepaskan hormon kortisol yang justru menghambat kerja oksitosin.

Biji kelabet dan daun katuk dalam Fulasi mengandung berbagai nutrisi penting yang membantu menjaga kestabilan tubuh, seperti vitamin, mineral, dan antioksidan. Ketika kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi dan stamina terjaga, secara tidak langsung stres berkurang dan perasaan rileks meningkat.

Kondisi tubuh yang tenang dan ternutrisi akan mendukung pelepasan oksitosin secara alami, sehingga siklus produksi dan pengeluaran ASI pun berjalan lebih harmonis. Oleh karena itu, konsumsi rutin Fulasi bukan hanya memberikan asupan herbal, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan internal yang lebih tenang dan kondusif untuk kelancaran ASI.

Solusi Cerdas untuk Mengatasi Tantangan ASI

Setiap ibu memiliki tantangan menyusui yang unik. Ada yang mengalami penurunan produksi karena faktor kelelahan, ada pula yang butuh dukungan sejak awal kelahiran. Dengan memahami cara kerja Fulasi yang menargetkan akar masalah pada stimulasi hormon dan dukungan nutrisi, para ibu dapat merasa lebih yakin bahwa mereka memilih solusi atas masalah mereka.

Suplemen herbal ini memanfaatkan kekuatan alam untuk bekerja sesuai dengan proses alami tubuh Anda. Fulasi menawarkan cara yang efektif dan praktis untuk memastikan si kecil mendapatkan hak terbaiknya: ASI yang cukup dan berkualitas.

Dukungan herbal ini membantu mengembalikan kepercayaan diri ibu, mengubah momen cemas menjadi momen penuh ketenangan dan kebahagiaan. Bagi yang tertarik, akses informasi produk dan pemesanan bisa melalui WhatsApp 08999277308 atau langsung di Shopee.