Apakah Suami Boleh Minum ASI Istri? Ini Jawaban Medisnya

Pertanyaan suami boleh minum asi milik istri mungkin terdengar aneh atau bahkan tabu bagi sebagian orang.

Namun, rasa penasaran ini nyata adanya dan sering muncul dalam obrolan tertutup.

ASI (Air Susu Ibu) adalah cairan biologis yang ajaib, dirancang secara sempurna oleh alam untuk memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi bayi baru lahir selama enam bulan pertama kehidupannya.

Komposisinya sangat rumit. ASI mengandung nutrisi makro, vitamin, mineral, dan komponen bioaktif yang tidak bisa ditiru oleh formula mana pun.

Lantas, apa yang terjadi jika orang dewasa meminum ASI, misalnya suami?

Apakah ada manfaat kesehatan yang bisa didapat, atau justru ada risiko tersembunyi?

Mari kita bedah pertanyaan ini dari sudut pandang medis dan nutrisi secara objektif.

Baca: Obat Setelah Melahirkan Normal yang Aman dan Efektif

Menganalisis ASI dari Sudut Pandang Kebutuhan Orang Dewasa

ASI merupakan makanan super, tetapi spesifik untuk bayi.

Kandungannya dirancang untuk bayi baru lahir, yang mana sistem pencernaannya belum matang dan otaknya sedang berkembang pesat.

ASI kaya akan laktosa (gula susu) yang mudah dicerna bayi untuk energi, serta lemak khusus untuk perkembangan otak.

Profil proteinnya lebih banyak mengandung whey yang mudah terserap, berbeda dengan susu sapi yang dominan kasein.

Komponen paling ajaib adalah antibodi (seperti IgA), sel darah putih hidup, dan laktoferin.

Semua ini berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh “instan” untuk bayi yang imunitasnya belum terbangun.

Jika seorang pria dewasa meminumnya, tubuhnya akan memproses ASI seperti makanan cair lainnya. Namun, manfaatnya tidak akan sama.

Sistem pencernaan orang dewasa sudah matang dan tidak lagi membutuhkan protein whey yang mudah cerna.

Kebutuhan kalori dan protein orang dewasa jauh lebih tinggi, sehingga meminum satu gelas ASI tidak akan memberi dampak nutrisi.

Terlebih lagi, manfaat imunitas dari antibodi ASI tidak akan bekerja pada orang dewasa.

Sistem kekebalan tubuh orang dewasa sudah matang dan antibodi (IgA) dari ASI kemungkinan besar akan hancur oleh asam lambung orang dewasa sebelum sempat memberi perlindungan.

Singkatnya, secara nutrisi, tidak ada keajaiban yang orang dewasa dapat dari meminum ASI.

Baca: Apa Itu Fulasi? Suplemen Alami Pendukung Kelancaran ASI Ibu

Jadi, Apakah Suami Boleh Minum ASI?

Secara medis, jika istri dalam kondisi sehat, meminum ASI-nya umumnya aman bagi suami. ASI merupakan cairan tubuh yang steril dan alami.

Tidak ada zat beracun di dalamnya. Namun, ada satu catatan medis penting yang harus menjadi perhatian.

ASI sama seperti darah atau cairan tubuh lainnya, dapat menjadi media penularan beberapa penyakit infeksi.

Jika sang istri mengidap penyakit menular tertentu seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, atau Cytomegalovirus (CMV), ada risiko teoretis penularan kepada suami melalui konsumsi ASI.

Meskipun risiko ini mungkin lebih rendah daripada kontak cairan tubuh lainnya, fakta medis ini tetap ada dan perlu menjadi pertimbangan.

Jika istri benar-benar sehat dan bebas dari penyakit menular tersebut, dari sisi keamanan pangan, ASI aman untuk dikonsumsi.

Baca: Kelebihan Fulasi Jadikan Ibu Menyusui Lebih Tenang dan Sehat

Bukan Boleh Tidaknya Suami Minum ASI, Tapi Hak Bayi

Di luar perdebatan soal keamanan atau manfaat nutrisi, ada satu aspek terpenting yang sering terlupakan: ASI pada dasarnya milik bayi.

Tubuh seorang ibu memproduksi ASI berdasarkan prinsip supply and demand atau penawaran dan permintaan.

Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak sinyal yang dikirim ke otak ibu untuk memproduksi lebih banyak susu.

Produksi ASI membutuhkan energi dan kalori yang tidak sedikit dari ibu.

Setiap tetes ASI sangat berharga khusus untuk pertumbuhan dan perlindungan buah hati.

Jika suami turut mengonsumsinya, artinya ia mengambil jatah makanan utama bayinya.

Padahal, bayi di bawah enam bulan tidak memiliki sumber nutrisi lain selain ASI.

Jadi, dari secara etis dan prioritas, memberikan setiap tetes ASI kepada bayi menjadi keputusan paling tepat.

Baca: Cara Minum Fulasi yang Tepat agar ASI Melimpah

Menjaga Kelancaran Produksi ASI untuk si Buah Hati

Suami Boleh Minum ASI fulasi

Membahas tentang apakah suami boleh minum asi pada akhirnya sering kali bermuara pada satu hal: kecukupan suplai ASI.

Banyak ibu justru merasa cemas apakah produksi ASI mereka mencukupi untuk kebutuhan bayinya, apalagi jika harus dibagi.

Kekhawatiran akan suplai ASI yang seret atau kurang lancar merupakan hal yang sangat umum di kalangan ibu menyusui (busui).

Stres, kelelahan, dan pelekatan yang kurang pas dapat memengaruhi volume ASI.

Untuk mendukung perjuangan ibu dalam memberikan yang terbaik, banyak yang mencari dukungan dari pelancar ASI alami atau galactagogue.

Jika ibu merasa membutuhkan dukungan untuk melancarkan produksi ASI, bahan-bahan herbal dapat menjadi pilihan. Salah satu produk yang memanfaatkan kebaikan alam adalah Fulasi.

Suplemen ini terbuat dari racikan dua bahan khusus yang mendukung proses laktasi, yaitu ekstrak daun katuk dan ekstrak biji kelabet (fenugreek).

Daun katuk telah lama menjadi andalan ibu-ibu di Indonesia untuk memperbanyak ASI. Sementara biji kelabet bermanfaat untuk membantu meningkatkan produksi susu.

Tentu saja, Fulasi juga sudah terdaftar di BPOM, sehingga memberikan ketenangan bagi ibu dalam mengonsumsinya.

Bagi yang tertarik, akses informasi produk, konsultasi gratis, dan pemesanan selanjutnya bisa melalui link di bawah ini.