Risiko penyakit katarak merupakan hal yang sering diabaikan hingga gejalanya mulai mengganggu aktivitas harian.

Katarak terjadi ketika lensa mata mengalami kekeruhan, sehingga cahaya sulit masuk ke retina. Kondisi ini menyebabkan penglihatan menjadi buram, berkabut, atau berwarna kekuningan.
Meski katarak sering dikaitkan dengan proses penuaan, faktor lain juga memiliki peran besar terhadap kemunculannya. Mengabaikan faktor risiko hanya akan mempercepat kerusakan lensa mata dan menurunkan kualitas penglihatan.
Faktor Usia dan Proses Degeneratif
Usia menjadi faktor paling dominan dalam perkembangan katarak. Proses penuaan memicu perubahan pada struktur protein lensa mata sehingga membentuk gumpalan yang menghalangi cahaya.
Orang berusia di atas 50 tahun memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami katarak daripada kelompok usia muda. Proses degeneratif ini semakin cepat jika tubuh kekurangan asupan nutrisi yang baik untuk mata, seperti vitamin A, C, dan E, serta antioksidan.
Katarak: Penyakit Mata yang Umum
Paparan Sinar UV dan Lingkungan
Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari berperan besar dalam mempercepat kerusakan lensa mata. Tinggal di daerah dengan intensitas cahaya matahari tinggi tanpa perlindungan memadai akan meningkatkan risiko penyakit katarak.
Lingkungan berdebu, terpapar polusi, atau berada di area dengan asap rokok juga dapat memperburuk kondisi kesehatan mata. Perlindungan mata dengan kacamata UV dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah penting untuk menekan risiko ini.
Penyakit dan Kondisi Medis Lainnya
Beberapa penyakit kronis memiliki hubungan erat dengan kemunculan katarak. Kencing manis, misalnya, meningkatkan kadar gula darah yang memicu perubahan pada lensa mata.
Tekanan darah tinggi dan obesitas juga memperburuk kesehatan pembuluh darah, termasuk yang memasok nutrisi ke mata. Selain itu, penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang terbukti meningkatkan potensi kekeruhan lensa.
Apakah Katarak Bisa Sembuh Total Tanpa Operasi?
Gaya Hidup dan Kebiasaan Buruk
Merokok menjadi salah satu kebiasaan yang sangat merugikan kesehatan mata. Racun dari asap rokok mempercepat oksidasi pada lensa, sehingga memicu pembentukan katarak lebih cepat.
Konsumsi alkohol berlebihan, pola makan minim sayur dan buah, serta kurangnya aktivitas fisik juga berkontribusi terhadap kerusakan mata. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dapat membantu mengurangi faktor risiko sejak dini.
Pencegahan dan Perawatan Dini
Menjaga kesehatan mata bisa mulai dari pemeriksaan rutin, minimal satu kali setahun. Konsumsi makanan kaya antioksidan, omega-3, lutein, dan zeaxanthin membantu memperlambat kerusakan lensa.
Menggunakan kacamata hitam dengan pelindung UV, mengatur pola makan, serta membatasi penggunaan gadget juga bermanfaat untuk mencegah ketegangan mata. Pendeteksian katarak sejak awal memungkinkan pengobatan lebih efektif sebelum gangguan penglihatan menjadi parah.
Cari Tahu Cara Mencegah Katarak Sejak Dini
Solusi Herbal untuk Kesehatan Mata

Untuk mendukung kesehatan mata, produk herbal berkualitas menjadi pilihan tepat. Ometa hadir dengan kandungan alami yang terformulasi khusus untuk membantu memelihara kesehatan mata.
Khasiatnya meliputi membantu mengatasi masalah minus, katarak, rabun dekat dan jauh, serta glaucoma atau tekanan bola mata. Terbuat dari bahan herbal pilihan tanpa efek samping, Ometa bekerja dengan cara memberikan nutrisi lengkap untuk mata dan memperbaiki fungsi penglihatan secara bertahap.
Dengan penggunaan rutin, mata tetap sehat, jernih, dan terlindungi dari kerusakan akibat penuaan maupun faktor lingkungan. Untuk info produk dan pemesanan hubungi WA 08999277308 atau order via marketplace Shopee.



