Suplemen booster ASI saat ini tidak lagi muncul sebagai produk pelengkap. Bagi banyak ibu menyusui, suplemen menjadi bagian dari strategi harian untuk memastikan ASI tetap lancar, terutama ketika tantangan menyusui mulai muncul.

Turunnya volume ASI bisa terjadi kapan saja—biasanya karena oleh stres, pola makan tidak teratur, atau aktivitas berlebih.
Fulasi hadir untuk menjawab kondisi tersebut. Fokusnya bukan hanya meningkatkan kuantitas ASI, tetapi juga menjaga kestabilannya. Dengan bahan aktif herbal yang terukur, Fulasi bekerja bersama tubuh, bukan menggantikannya.
Mengapa Fulasi Digunakan Banyak Ibu Aktif
Ibu yang menyusui sambil bekerja atau memiliki aktivitas padat membutuhkan dukungan praktis. Mereka tidak selalu punya waktu untuk menyiapkan makanan laktasi, apalagi ramuan tradisional. Fulasi hadir sebagai alternatif praktis tanpa mengorbankan pendekatan alami.
Kapsulnya mudah dikonsumsi, tanpa rasa menyengat, dan tidak memerlukan pengolahan tambahan.
Kandungan biji klabet (fenugreek) di dalamnya membantu merangsang hormon prolaktin yang penting untuk pembentukan ASI. Daun katuk mendukung sistem peredaran darah agar pengiriman nutrisi ke jaringan payudara lebih lancar.
Kombinasi ini menciptakan efek sinergis—bukan sekadar peningkatan sementara.
Bayi Sudah Lahir Saatnya Minum Herbal Paket Bersalin
Suplemen Booster ASI yang Tidak Membebani Tubuh
Tidak semua booster cocok untuk penggunaan rutin. Beberapa produk bisa mengganggu sistem pencernaan atau menyebabkan ketidaknyamanan karena bahan tambahan sintetis. Fulasi menghindari itu.

Formulanya menggunakan bahan nabati murni tanpa campuran bahan kimia sintetis atau pewarna. Efeknya terasa ringan di tubuh dan tidak mengganggu rutinitas harian.
Hal yang membedakan Fulasi dari banyak suplemen lain adalah kemampuannya beradaptasi dengan kebutuhan tubuh.
Ia tidak “memaksa” produksi, tapi membantu tubuh ibu mempertahankan irama menyusui yang sehat. Hasilnya bukan hanya lebih banyak ASI, tapi juga proses menyusui yang lebih nyaman.
Kebutuhan menyusui zaman sekarang menuntut ibu beradaptasi cepat. Sambil merawat bayi, banyak ibu juga harus bekerja, berpindah tempat, bahkan menghadapi tekanan sosial yang tidak ringan.
Di tengah semua itu, Fulasi hadir bukan sebagai beban tambahan, melainkan dukungan kecil yang bisa diandalkan. Praktis, higienis, dan tidak merepotkan—itulah kenapa Fulasi terus jadi pilihan ibu menyusui yang ingin solusi alami tanpa drama.
Kapan Ibu Sebaiknya Mulai Menggunakan Suplemen Booster ASI?
Penggunaan Suplemen Booster ASI seperti Fulasi tidak harus menunggu sampai ASI benar-benar menurun drastis. Justru banyak ibu mulai mengonsumsinya sejak hari-hari awal menyusui untuk menjaga kestabilan pasokan ASI.
Ini semacam strategi bertahan, bukan sekadar tindakan korektif. Beberapa momen kritis seperti hari ke-3 pascamelahirkan, minggu ke-6 saat pertumbuhan bayi melonjak, atau ketika ibu kembali bekerja ialah waktu-waktu di mana tubuh butuh dukungan tambahan.
Fulasi bisa menjadi bagian dari perencanaan menyusui jangka panjang, bukan solusi darurat.
Fulasi Bukan Tren, Tapi Dukungan Berbasis Sains dan Tradisi
Meski Fulasi menggunakan bahan herbal, pendekatannya tidak mengandalkan mitos. Formulasinya dirancang berdasarkan pemahaman ilmiah terhadap cara kerja hormon laktasi dan peran mikronutrien terhadap sirkulasi darah.
Dengan tetap menghormati tradisi, Fulasi mengemas manfaat biji klabet dan katuk dalam bentuk modern yang sesuai dengan kebutuhan ibu masa kini.
Suplemen booster ASI yang berhasil bukan yang memberi efek kilat, tapi yang menjaga konsistensi tubuh tetap optimal dari hari ke hari. Fulasi mengambil posisi itu. Ia tidak membebani, tidak mengacaukan ritme alami, dan tidak membuat ibu bergantung.
Justru sebaliknya, ia memperkuat sistem yang sudah ada agar bisa bekerja lebih baik. Untuk info produk dan pemesanan hubungi WA 08999277308 atau order via marketplace Shopee.



