Fulasi bantu produksi ASI lebih banyak, menjadi solusi tepat bagi ibu menyusui yang ingin meningkatkan ASI secara alami. Saat bayi mengalami pertumbuhan pesat, kebutuhan ASI meningkat drastis. Tubuh ibu harus beradaptasi dengan cepat untuk memenuhi permintaan tersebut.

Namun, tidak semua ibu mampu menghasilkan ASI dalam jumlah yang stabil. Faktor seperti kelelahan, stres, pola makan yang kurang, serta jarangnya menyusui bisa menghambat produksi ASI.
Oleh karena itu, ibu menyusui membutuhkan dukungan tambahan, salah satunya melalui asupan herbal yang bersifat laktogenik. Fulasi menghadirkan solusi praktis dengan memanfaatkan khasiat biji klabet (fenugreek) dan daun katuk sebagai bahan utama.
Peran Biji Klabet dan Daun Katuk dalam Fulasi Bantu ASI Banyak
Biji klabet dan daun katuk telah lama dikenal sebagai herbal yang mendukung proses menyusui. Keduanya bekerja dengan cara yang saling melengkapi.
Biji klabet mengandung senyawa galactagogue seperti diosgenin yang merangsang kelenjar hipofisis untuk memproduksi hormon prolaktin. Hormon ini bertanggung jawab atas pembentukan ASI.
Sementara itu, daun katuk mengandung zat papaverin yang memperlancar aliran darah ke jaringan payudara. Efek ini membantu pengeluaran ASI menjadi lebih lancar dan responsif terhadap hisapan bayi.

Selain itu, katuk juga menyumbang vitamin A, B, dan C yang penting bagi daya tahan tubuh ibu dan pertumbuhan bayi.
Dengan formulasi yang tepat, Fulasi memanfaatkan kedua bahan tersebut dalam bentuk kapsul yang praktis. Ibu menyusui tidak perlu lagi merebus atau mengolah bahan mentah secara manual.
Cukup konsumsi secara rutin, dan tubuh akan mendapatkan stimulasi alami untuk menghasilkan ASI yang lebih banyak dan lebih lancar.
Pelancar ASI Herbal: Fenugreek dan Katuk
Cara Fulasi Membantu Mempercepat Pengeluaran ASI
Fulasi Bantu ASI banyak tidak hanya mendorong volume ASI, tetapi juga mempercepat proses pengeluarannya. Saat bayi menyusu, hormon oksitosin bekerja untuk mendorong ASI keluar melalui saluran susu.
Ketika tubuh lelah atau stres, oksitosin bisa menurun. Fulasi mendukung stabilitas hormon ini melalui senyawa bioaktif dari herbalnya.
Kandungan dalam biji klabet membantu menjaga kestabilan hormon menyusui agar tetap aktif. Daun katuk memperkuat kontraksi lembut pada otot di sekitar saluran susu, yang membantu ASI keluar lebih mudah saat dibutuhkan.
Dengan kombinasi ini, ibu bisa merasakan aliran ASI yang lebih lancar dan respons tubuh yang lebih cepat terhadap isapan bayi.
Proses kerja Fulasi bersifat alami dan tidak memaksa tubuh. Justru, ia memperkuat sistem laktasi ibu agar mampu bekerja sesuai kebutuhan bayi. Hal ini sangat penting pada masa menyusui eksklusif, di mana produksi dan pengeluaran ASI harus berlangsung konsisten.
Pola Harian yang Mendukung Kerja Fulasi
Untuk hasil optimal, ibu menyusui perlu menerapkan pola harian yang seimbang. Mengatur waktu menyusui secara rutin membantu menjaga sinyal tubuh agar terus memproduksi ASI. Menjaga asupan cairan juga penting.
Tubuh membutuhkan sekitar dua hingga tiga liter air per hari agar tidak mengalami dehidrasi. Konsumsi makanan bergizi tinggi, seperti protein nabati dan hewani, sayur hijau, dan biji-bijian mendukung kerja Fulasi secara menyeluruh.
Ketika nutrisi dasar sudah terpenuhi, tubuh akan merespons lebih baik terhadap rangsangan herbal. Dengan mengonsumsi Fulasi secara teratur dan mengatur pola makan serta istirahat, ibu menyusui bisa mempertahankan suplai ASI yang cukup untuk bayinya.
Kepraktisan Fulasi juga menjadi keunggulan tersendiri. Kapsulnya mudah dibawa dan dikonsumsi kapan saja. Hal ini penting, terutama bagi ibu yang memiliki aktivitas padat atau sedang menjalani masa nifas dengan mobilitas terbatas.
Untuk info produk dan pemesanan hubungi WA 08999277308 atau order via marketplace Shopee.



