Ada banyak faktor kesehatan yang bisa menyebabkan rabun senja. Keluhan ini muncul saat seseorang sulit melihat dalam cahaya redup. Kondisi tersebut bisa jadi tanda adanya masalah pada retina.
Proses adaptasi mata terhadap kegelapan membutuhkan kerja sama saraf optik. Gangguan pada saraf ini menghambat mata menangkap sisa cahaya masuk. Akibatnya pandangan terasa gelap saat memasuki ruangan dengan pencahayaan minim.
Masalah penglihatan malam ini tentu mengganggu aktivitas berkendara saat sore. Risiko kecelakaan meningkat jika kemampuan mata menurun ketika cahaya menghilang. Segera lakukan pemeriksaan untuk mengetahui pemicu utama gangguan penglihatan tersebut.
Baca: Bahaya Mengucek Mata
Cara Mencegah Gangguan Penglihatan Malam
Melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet matahari menjadi langkah penting. Gunakan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan pada siang. Langkah sederhana ini bertujuan agar kesehatan sel fotoreseptor terjaga dari kerusakan permanen.
Rutin mengonsumsi sayuran berwarna cerah membantu menjaga kesehatan jaringan retina. Wortel dan bayam menyediakan antioksidan alami yang mata butuhkan setiap waktu. Nutrisi yang tepat memperkuat kemampuan mata dalam menangkap cahaya redup.
Kurangi durasi menatap layar gawai untuk menghindari kelelahan otot mata. Berikan waktu istirahat secara berkala agar saraf mata kembali segar. Menjaga kelembapan mata juga membantu mencegah munculnya gejala menyebabkan rabun senja.
Baca: Kenapa Suplemen Vitamin A Baik Untuk Mata?
10 kondisi mata yang bisa menyebabkan rabun senja:
Defisiensi Vitamin A
Kekurangan asupan vitamin A menghambat pembentukan rhodopsin, yaitu pigmen yang mata butuhkan untuk melihat dalam kegelapan. Tanpa zat ini, sel batang pada retina gagal bereaksi secara normal saat cahaya mulai meredup.
Katarak
Lensa mata yang semula bening perlahan berubah menjadi keruh sehingga menghalangi masuknya cahaya ke dalam mata. Kondisi ini menciptakan efek kabur yang mengganggu ketajaman penglihatan, terutama ketika suasana lingkungan sekitar sedang kekurangan cahaya.
Glaukoma
Tekanan tinggi pada bola mata juga bisa merusak saraf optik yang berfungsi mengirimkan sinyal gambar ke otak. Kerusakan saraf ini biasanya memicu penyempitan bidang pandang dan menurunkan kemampuan mata untuk beradaptasi di tempat gelap.
Baca: Cara Kerja Mata dan Tips Menjaga Kesehatannya
Retinitis Pigmentosa
Penyakit genetik ini menyerang sel-sel retina secara bertahap dan biasanya menunjukkan gejala awal berupa sulit melihat pada malam hari. Seiring waktu, kerusakan pigmen ini merusak kemampuan mata dalam merespons lingkungan dengan pencahayaan minim.
Miopi (Rabun Jauh)
Penderita rabun jauh yang memiliki minus cukup tinggi biasanya mengeluhkan penglihatan yang semakin buruk saat sore hari. Hal ini terjadi karena fokus cahaya jatuh tidak tepat di depan retina sehingga bayangan objek terlihat pecah saat minim cahaya.
Diabetes Melitus
Kadar gula darah yang tidak terkendali juga bisa memicu kerusakan pada pembuluh darah kecil di retina mata. Gangguan aliran darah ini mengganggu fungsi saraf penglihatan dan menurunkan sensitivitas mata terhadap perubahan intensitas cahaya.
Baca: Cara Menghindari Penyakit Mata Paling Efisien
Keratoconus
Perubahan bentuk kornea yang semula bulat menjadi kerucut mengakibatkan distorsi cahaya yang masuk ke dalam bola mata. Kelainan bentuk ini memicu munculnya efek silau dan penglihatan ganda yang semakin parah pada kondisi malam hari.
Efek Samping Operasi Mata
Beberapa prosedur bedah mata terkadang menyisakan efek samping berupa perubahan pada lapisan kornea atau lensa. Hal ini dapat memengaruhi cara mata memproses cahaya sehingga kemampuan adaptasi gelap menjadi sedikit terganggu pasca operasi.
Paparan Cahaya Matahari Berlebih
Sinar ultraviolet yang mengenai mata secara terus-menerus tanpa perlindungan nantinya akan membakar jaringan retina secara perlahan. Kelelahan pada sel-sel fotoreseptor ini membuat mata membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri saat memasuki ruangan redup.
Baca: Cara Menjaga Mata agar Tidak Terkena Infeksi
Degenerasi Makula
Masalah kesehatan ini menyerang bagian pusat retina yang bertanggung jawab atas penglihatan detail dan tajam. Selain mengaburkan pandangan pusat, kerusakan pada makula juga menyulitkan seseorang untuk mengenali objek saat transisi dari terang ke gelap.
Dukungan Herbal Ometa untuk Kesehatan Mata
Menjaga kesehatan mata kini lebih mudah dengan bantuan herbal Ometa. Suplemen ini mengandung ekstrak bilberi dan wortel agar penglihatan terjaga optimal. Sambiloto di dalamnya turut bekerja membantu menjaga daya tahan organ mata.
Kombinasi bahan alami tersebut membantu mata beradaptasi dalam kondisi gelap. Ometa hadir sebagai solusi alami untuk meminimalisir risiko yang menyebabkan rabun senja. Konsumsi rutin membantu menjaga kejernihan pandangan dari kelelahan aktivitas kerja.

Suplemen ini membantu memenuhi kebutuhan nutrisi spesifik bagi kesehatan indra penglihatan. Pilih cara alami untuk memberikan proteksi terbaik pada kedua mata Anda. Dapatkan manfaat terbaik dari alam untuk mendukung kesehatan mata setiap hari.
Mengandalkan bahan tradisional berkualitas membantu menjaga fungsi retina tetap optimal selalu. Masalah yang menyebabkan rabun senja ini bisa kita cegah melalui perawatan rutin. Mari jaga pandangan agar tetap tajam meskipun dalam keadaan cahaya minim.
Baca: Apa Saja Yang Membuat Tekanan Bola Mata Naik?
Ometa membantu Anda melihat dunia dengan lebih jelas tanpa rasa khawatir. Rawatlah mata dengan asupan herbal agar fungsi penglihatan tetap terjaga sempurna. Masa depan yang cerah berawal dari mata yang sehat dan kuat.
Jadikan Ometa sebagai bagian dari gaya hidup sehat untuk melindungi penglihatan Anda sekarang. Klik tombol di bawah ini untuk mendapatkan Ometa dan rasakan manfaat nyata bagi kesehatan mata.




