Kesehatan sistem pencernaan yang tidak baik seringkali menimbulkan gejala fisik yang membingungkan, seperti rasa kembung atau sesak di bagian dada. Hal ini terjadi karena akumulasi gas yang berlebihan di lambung yang kemudian memberi tekanan pada diafragma.
Tekanan yang besar ini mengakibatkan paru-paru tidak memiliki ruang yang cukup untuk mengembang dengan baik saat bernapas. Oleh karena itu, banyak orang yang mengalami kondisi ini merasa cemas dengan mengira bahwa masalah ini berasal dari jantung, yang bisa sangat membahayakan.
Saraf di sekitar saluran pencernaan akan mengirimkan sinyal peringatan ke otak ketika terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah gas. Situasi ini menimbulkan ketidaknyamanan yang dapat menjalar sampai ke punggung dan bagian atas tulang belikat.
Baca: Hubungan Stres Berat dengan Peningkatan Radang Lambung
Mekanisme Terjadinya Sensasi Kembung atau Sesak Secara Medis
Proses fermentasi makanan yang tidak sempurna di dalam usus menghasilkan gas dalam jumlah yang sangat banyak. Gas tersebut kemudian naik dan menekan paru-paru sehingga penderita sering merasa sulit untuk mengambil napas dalam.
Kondisi kembung atau sesak ini seringkali memburuk jika seseorang langsung berbaring setelah menyantap hidangan berat. Posisi tubuh yang tidak tegak memudahkan cairan asam mengalir kembali menuju kerongkongan dan mengiritasi jaringan.
Iritasi pada dinding esofagus memicu refleks saraf yang membuat dada terasa sangat sempit dan terasa nyeri. Hal ini menjelaskan mengapa gangguan pencernaan seringkali memiliki kemiripan gejala dengan masalah kesehatan jantung atau paru.
Sistem saraf enterik dalam perut berkomunikasi secara langsung dengan otak saat mendeteksi adanya tekanan gas tinggi. Reaksi ini menimbulkan rasa cemas yang justru akan mempercepat detak jantung serta memperburuk kualitas pernapasan.
Baca: Mengapa Kebiasaan Terlambat Makan Memicu Radang Lambung?
Mengenali Penyebab Utama Munculnya Keluhan Kembung atau Sesak
Kebiasaan makan yang terlalu cepat menyebabkan banyak udara ikut tertelan ke dalam saluran pencernaan manusia. Udara yang terperangkap inilah yang memicu rasa penuh pada perut bagian atas dan menyebabkan ketidaknyamanan.
Konsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi serta kafein berlebihan juga menjadi pemicu utama kenaikan asam. Kandungan zat tersebut melemahkan otot katup kerongkongan sehingga gas dan cairan lambung mudah naik ke atas.
Gaya hidup sedenter atau kurang bergerak membuat proses pengosongan lambung menjadi jauh lebih lambat dari biasanya. Akibatnya, makanan mengendap terlalu lama dan memicu produksi gas yang menyebabkan perut terasa sangat membuncit.
Stres psikologis yang berat turut memberikan kontribusi besar terhadap meningkatnya sensitivitas lambung terhadap tekanan gas. Mengelola pikiran dengan baik sangat membantu dalam menjaga stabilitas sistem pencernaan agar tetap berfungsi dengan normal.
Baca: Tanda-tanda Radang Lambung
Cara Sederhana Meringankan Tekanan Gas pada Perut Begah
Melakukan jalan santai setelah makan membantu mempercepat pergerakan makanan di dalam saluran pencernaan yang tersumbat. Aktivitas fisik ringan ini secara efektif mendorong gas keluar dari tubuh sehingga rasa sesak berkurang.
Mengompres area perut menggunakan handuk hangat mampu merelaksasi otot-otot saluran cerna yang sedang mengalami ketegangan. Suhu panas meningkatkan aliran darah sehingga proses pemulihan dinding lambung berjalan dengan jauh lebih optimal.
Menghindari minuman bersoda serta makanan yang mengandung pemanis buatan sangat disarankan bagi penderita gangguan lambung. Langkah pencegahan ini meminimalkan pembentukan gas baru yang dapat memicu kembali timbulnya rasa begah yang menyiksa.
Baca: Mengenal Gejala Maag Akut: Kapan Perlu ke Dokter?
Bahan Alami untuk Menyeimbangkan Produksi Asam Lambung
Pemanfaatan tanaman obat seperti temulawak dan kunyit sudah terbukti secara turun temurun mampu menyehatkan organ pencernaan. Zat aktif dalam herbal tersebut bekerja melapisi dinding lambung agar tidak mudah teriritasi oleh cairan asam.
Kayu manis juga memiliki peran penting dalam mengurangi pembentukan gas yang memicu keluhan kembung atau sesak. Selain itu, aroma herbal yang khas memberikan efek menenangkan pada saraf perut yang sedang mengalami stres.
Penerapan pola makan dengan porsi kecil namun sering lebih baik daripada makan besar sekaligus dalam. Hal ini memberikan ruang bagi lambung untuk mencerna makanan secara bertahap tanpa menimbulkan tekanan gas berlebih.
Baca: Bedanya Nyeri Lambung Biasa dengan Radang Lambung Kronis
Mengatasi Gejala Kembung atau Sesak dengan Soluma
Soluma merupakan solusi praktis bagi mereka yang ingin mengatasi gangguan lambung melalui kekuatan bahan alami pilihan. Komposisi temulawak, kunyit, kayu manis, ketumbar, dan daun sembung bekerja secara sinergis menormalkan kembali sistem pencernaan.

Kapsul herbal ini secara efektif mengurangi perih pada ulu hati serta meredakan rasa mual yang mengganggu. Penggunaan rutin membantu menstabilkan produksi asam sehingga penderita tidak perlu lagi merasa kembung atau sesak setiap hari.
Produk ini sudah memiliki izin resmi BPOM sehingga kualitas dan keamanannya sangat terjamin bagi kesehatan tubuh. Formulasi alaminya bekerja langsung pada sumber masalah tanpa menyebabkan ketergantungan bagi penderita maag maupun gangguan GERD.
Kandungan daun sembung di dalamnya secara khusus meringankan gejala terbakar di dada yang sering muncul saat malam. Soluma membantu memulihkan fungsi lambung agar setiap orang dapat menikmati kembali hidangan favorit tanpa rasa takut.
Kesembuhan yang alami akan meningkatkan produktivitas harian karena tubuh tidak lagi merasakan keluhan kembung atau sesak yang berat. Klik di sini jika berminat memesan Soluma demi kenyamanan sistem pencernaan Anda.




