Jawaban singkatnya: Tidak, masturbasi tidak akan membuat Anda mandul atau merusak kualitas sperma secara permanen. Mitos yang sering beredar bahwa onani bisa bikin sperma “habis” atau encer selamanya adalah salah besar. Secara medis, tubuh pria adalah pabrik sperma yang sangat efisien. Setiap kali Anda ejakulasi (baik lewat masturbasi atau hubungan seks), tubuh akan segera memproduksi stok baru. Justru, ejakulasi rutin sebenarnya membantu membuang sperma tua yang sudah rusak DNA-nya dan menggantinya dengan sperma baru yang lebih segar.
Namun, frekuensi memang memegang peranan penting. Berikut adalah penjelasan detail mengenai pengaruh kebiasaan ini terhadap kualitas “pasukan” Anda.
Apakah Sering Masturbasi Mempengaruhi Kualitas Sperma?
Secara teknis, ya, tapi hanya pada volumenya dan bersifat sementara. Tubuh butuh waktu sekitar 24 hingga 48 jam untuk mengisi ulang cadangan sperma di epididimis (tempat penyimpanan sperma matang) sampai penuh kembali.
Jadi, jika Anda masturbasi berkali-kali dalam sehari, wajar jika volume air mani yang keluar semakin sedikit dan terlihat lebih encer. Tapi, ini bukan berarti spermanya rusak. Justru, sperma yang keluar tersebut adalah sperma muda yang biasanya memiliki pergerakan (motilitas) yang sangat lincah dan bentuk yang normal, hanya saja jumlahnya (konsentrasinya) belum maksimal. Kualitasnya akan kembali normal 100% setelah Anda beristirahat barang satu atau dua hari.
Apa yang Terjadi Jika Keseringan Masturbasi?
Jika dilakukan secara wajar (misalnya 2-3 kali seminggu), masturbasi adalah aktivitas seksual yang sehat untuk melepas stres dan menjaga sirkulasi darah di area vital. Namun, jika dilakukan terlalu sering atau “keseringan” (kompulsif), ada beberapa efek yang mungkin dirasakan:
- Penis Lecet atau Nyeri: Gesekan yang terlalu intens dan sering bisa menyebabkan iritasi kulit atau rasa nyeri pada batang penis.
- Kelelahan Fisik: Ejakulasi mengeluarkan energi. Terlalu sering melakukannya bisa membuat tubuh terasa lemas atau mengantuk, yang mungkin mengganggu produktivitas harian.
- Sensitivitas Berkurang: Terbiasa dengan genggaman tangan yang kencang kadang membuat penis menjadi kurang sensitif terhadap sentuhan vagina pasangan saat berhubungan intim yang sebenarnya (Delayed Ejaculation).
- Mitos Lutut Kopong: Perlu ditegaskan, masturbasi tidak menyebabkan lutut kopong, kebutaan, atau rambut rontok. Itu hanya mitos belaka.
Kapan Harus “Puasa” Masturbasi Saat Promil?
Jika Anda dan pasangan sedang program hamil (promil), strategi terbaik adalah berhenti masturbasi 2 hingga 3 hari sebelum masa subur istri.
Tujuannya sederhana: menabung jumlah sperma. Dengan “berpuasa” sebentar, Anda memberi waktu bagi tubuh untuk mengumpulkan jumlah sperma maksimal dengan kualitas pergerakan yang prima. Sehingga saat masa subur istri tiba, Anda siap dengan “pasukan penuh” untuk memperbesar peluang pembuahan. Tapi ingat, jangan menahannya lebih dari 7 hari, karena sperma yang ditimbun terlalu lama justru akan mati dan menjadi racun bagi sperma yang baru.
Isi Ulang Nutrisinya dengan Vertomen!

Karena tubuh harus bekerja keras memproduksi jutaan sel sperma baru setiap kali Anda ejakulasi, pastikan pabrik di dalam tubuh Anda tidak kekurangan bahan baku.
Bantu proses restock sperma Anda dengan Vertomen.
Vertomen adalah suplemen herbal yang diformulasikan untuk mempercepat regenerasi sel sperma. Kandungan Zinc dan antioksidan alaminya sangat penting untuk “mengisi ulang” tangki penyimpanan sperma dengan sel-sel yang sehat, lincah, dan berbentuk sempurna. Jadi, seberapa sering pun frekuensi ejakulasi Anda, kualitasnya tetap terjaga.
Dapatkan Vertomen asli di sini:
- WhatsApp: 08999277308
- Shopee: Klik di Sini untuk Kunjungi Toko Shopee Kami
Referensi:
- Kualitas Sperma & Masturbasi (Alodokter Komunitas)
- Pria Sering Masturbasi Tidak Subur? (Hello Sehat)
- 5 Mitos Tentang Masturbasi yang Tidak Perlu Dipercaya (Halodoc)
- Apakah Sering Masturbasi Mempengaruhi Kesuburan? (Asha IVF)




