Penis sakit saat ereksi biasanya bukan disebabkan oleh faktor “kurang pemanasan”, melainkan indikasi adanya gangguan medis pada struktur penis atau kulit di sekitarnya. Penyebab paling umum adalah fimosis (kulup terlalu ketat) atau penyakit Peyronie (penis bengkok karena jaringan parut).
Saat ereksi, aliran darah mengisi penis dan membuatnya membesar; jika kulit kulup terlalu sempit atau ada jaringan parut yang kaku, peregangan ini akan menimbulkan rasa nyeri yang tajam seperti ditarik atau ditusuk. Selain itu, infeksi saluran kemih atau cedera akibat hubungan seksual yang terlalu kasar juga sering menjadi biang kerok utamanya.
Penis Sakit Saat Ereksi, Kenapa?
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai penyebab nyeri saat tegang dan solusi medisnya.
1. Masalah pada Kulup (Fimosis & Parafimosis)
Bagi pria yang belum disunat, fimosis adalah penyebab nyeri ereksi yang paling sering terjadi. Kondisi ini terjadi ketika kulit kulup terlalu sempit sehingga tidak bisa ditarik ke belakang kepala penis. Saat ereksi, kepala penis membesar dan memaksa kulit yang sempit itu meregang berlebihan, sehingga timbul rasa sakit atau perih. Bahayanya, jika dipaksakan ditarik (parafimosis), kulit bisa “tercekik” di batang penis dan menghambat aliran darah, yang merupakan kondisi gawat darurat.
2. Penyakit Peyronie (Penis Bengkok)
Pernahkah Anda meraba adanya benjolan keras di bawah kulit batang penis? Jika iya, itu mungkin plak atau jaringan parut (fibrosis). Penyakit ini disebut Peyronie. Jaringan parut ini tidak elastis seperti kulit normal. Jadi, saat penis ereksi dan memanjang, bagian yang ada parutnya akan tertahan, menyebabkan penis membengkok secara ekstrem dan terasa sangat nyeri saat menegang.
3. Priapismus (Ereksi Berkepanjangan)
Ini adalah kondisi di mana penis terus mengalami ereksi selama lebih dari 4 jam tanpa adanya rangsangan seksual. Darah terperangkap di dalam penis dan tidak bisa keluar. Akibatnya, penis kekurangan oksigen dan jaringan di dalamnya mulai rusak, menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Ini adalah kondisi darurat medis yang butuh penanganan segera di UGD.
4. Infeksi dan Peradangan
Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti gonore atau herpes genital seringkali menyebabkan saluran kencing (uretra) meradang. Saat ereksi, saluran ini ikut meregang, sehingga timbul rasa panas, perih, atau nyeri berdenyut. Biasanya kondisi ini disertai gejala lain seperti keluarnya cairan nanah atau rasa sakit saat buang air kecil.
Cara Mengatasi Nyeri Saat Ereksi
- Kompres Dingin: Jika nyeri disebabkan oleh cedera ringan setelah berhubungan intim, kompres area pangkal penis dengan es yang dibalut handuk selama 10-15 menit untuk mengurangi bengkak.
- Istirahat Seksual: Berikan waktu bagi “adik” Anda untuk pulih. Hindari masturbasi atau hubungan seksual sampai rasa nyeri benar-benar hilang.
- Sunat (Sirkumsisi): Untuk kasus fimosis, sunat adalah solusi permanen dan paling efektif untuk menghilangkan nyeri seumur hidup.
- Periksa ke Dokter: Jika nyeri disertai benjolan, penis bengkok, atau keluar cairan, segera temui dokter urologi untuk mendapatkan antibiotik atau terapi yang tepat.
Dukung Kesehatan Reproduksi dengan Nutrisi Tepat

Setelah mengetahui penyebab dan mengatasinya, langkah selanjutnya adalah menjaga agar kesehatan jaringan penis tetap prima dan aliran darah lancar. Pemulihan pasca-radang atau infeksi membutuhkan nutrisi yang mendukung regenerasi sel.
Untuk itu, Anda bisa rutin mengonsumsi Vertomen.
Vertomen adalah suplemen herbal yang diformulasikan untuk menjaga kesehatan vitalitas pria. Kandungan ekstrak alaminya membantu melancarkan sirkulasi darah di area vital dan memiliki sifat anti-inflamasi alami yang baik untuk membantu meredakan peradangan ringan. Dengan Vertomen, Anda menjaga “aset” Anda tetap sehat, kuat, dan bebas masalah.
Jaga kesehatan vitalitas Anda sekarang. Dapatkan Vertomen asli di sini:
- WhatsApp: 08999277308
- Shopee: Klik di Sini untuk Kunjungi Toko Shopee Kami
Referensi:
- Penyebab Sakit pada Alat Kelamin Pria Saat Ereksi (Alodokter)
- Penis Nyeri Saat Ereksi, Gejala Apa? (KlikDokter)
- Penyebab Sakit pada Penis (Hello Sehat)




