Obesitas dan Infertilitas Pria: Hubungan yang Harus Diwaspadai

Kelebihan berat badan dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi dan menurunkan kualitas sel sperma pada pria.

Hubungan antara obesitas dan infertilitas pria merupakan masalah kesehatan serius yang sering diabaikan saat merencanakan kehamilan. Banyak orang tidak menyadari bahwa kelebihan lemak tubuh dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi pria.

Lemak visceral yang menumpuk di perut dapat merubah hormon testosteron menjadi hormon estrogen dalam jumlah yang berlebihan. Hal ini bisa menyebabkan penurunan dorongan seksual dan merusak kualitas sperma yang diproduksi tubuh setiap hari.

Baca: 5 Fakta Unik Unik Tentang Kekentalan Air Mani

Gangguan Hormonal Akibat Obesitas dan Infertilitas Pria

Ketidakseimbangan hormon merupakan dampak utama dari obesitas dan infertilitas pria yang harus segera mendapatkan perhatian medis. Sel lemak yang terlalu banyak akan melepaskan enzim aromataze yang menghancurkan cadangan hormon kelelakian manusia.

Akibatnya pria dengan berat badan berlebih sering kali mengalami penurunan jumlah sperma yang sangat signifikan. Kadar estrogen yang tinggi juga menghambat kerja kelenjar pituitari dalam mengirim sinyal untuk memproduksi sel.

Gangguan ini menyebabkan sistem reproduksi pria bekerja jauh di bawah standar normal yang dibutuhkan untuk pembuahan. Penurunan massa otot dan peningkatan lemak tubuh akan memperparah kondisi kesehatan seksual pria dalam jangka panjang.

Memperbaiki pola makan dan rutin berolahraga menjadi langkah awal yang paling krusial untuk menyeimbangkan hormon. Stabilitas hormonal sangat penting agar testis dapat menghasilkan sel sperma yang memiliki daya tahan yang kuat.

Baca: Sperma Encer Tidak Subur, Fakta atau Mitos?

Dampak Obesitas dan Infertilitas Pria terhadap DNA Sperma

Masalah obesitas dan infertilitas pria ternyata juga mencakup kerusakan pada tingkat genetik atau fragmentasi DNA sel sperma. Penumpukan lemak di area paha akan meningkatkan suhu di sekitar skrotum secara terus menerus dan berbahaya.

Suhu panas yang menetap tersebut akan merusak struktur kepala sperma sehingga sulit untuk menembus sel telur. Pria obesitas memiliki risiko lebih tinggi menghasilkan sel sperma dengan kecacatan bentuk yang mengganggu proses fertilisasi.

Kualitas DNA yang buruk juga berisiko meningkatkan peluang terjadinya keguguran pada pasangan saat kehamilan sudah terjadi. Oleh karena itu menjaga berat badan ideal bukan sekadar masalah penampilan melainkan investasi untuk keturunan sehat.

Mengkonsumsi makanan kaya antioksidan membantu melindungi sel reproduksi dari kerusakan akibat stres oksidatif pada pria gemuk. Antioksidan bekerja aktif menetralisir radikal bebas yang sering muncul akibat peradangan kronis pada jaringan lemak tubuh.

Baca: Infeksi Menular Seksual Picu Kemandulan Pria, Fakta atau Mitos?

Menurunnya Stamina dan Performa Seksual

Kelebihan berat badan sering kali menyebabkan pria mudah merasa lelah saat melakukan aktivitas fisik yang berat. Penurunan stamina ini secara otomatis akan mengganggu frekuensi hubungan intim yang sangat penting bagi program promil.

Kaitan erat antara obesitas dan infertilitas pria juga terlihat dari meningkatnya risiko disfungsi ereksi pada pasien. Pembuluh darah yang tersumbat oleh kolesterol akan menghambat aliran darah menuju organ vital pria saat sedang beraktivitas.

Tanpa aliran darah yang lancar maka pria akan kesulitan mempertahankan kekuatan ereksi dalam waktu yang lama. Kondisi psikologis seperti rasa kurang percaya diri juga sering muncul akibat bentuk tubuh yang kurang ideal.

Kombinasi antara gangguan fisik dan tekanan mental menciptakan hambatan besar bagi pasangan yang mendambakan kehadiran buah hati. Memulai jalan santai atau berenang secara teratur akan membantu membakar kalori sekaligus meningkatkan kebugaran jantung.

Baca: 4 Kelainan Sperma yang Umum Akibat Kesalahan Gaya Hidup

Pola Hidup Sehat untuk Meningkatkan Kesuburan

Membatasi asupan gula dan makanan olahan sangat membantu tubuh dalam menurunkan kadar lemak jahat secara efektif.

Maka pria disarankan untuk memperbanyak konsumsi protein tanpa lemak serta serat dari sayuran hijau segar setiap hari.

Serat membantu mengikat lemak berlebih dan membuangnya keluar dari sistem pencernaan manusia melalui proses ekskresi alami. Mencukupi kebutuhan air putih juga sangat penting untuk menjaga volume cairan mani tetap berada pada batas normal.

Tidur yang cukup selama tujuh hingga delapan jam memungkinkan tubuh melakukan regenerasi sel secara maksimal pada malam hari. Kualitas tidur yang buruk akan mengacaukan ritme sirkadian yang berpengaruh pada produksi sperma sehat dan berkualitas.

Hindari kebiasaan merokok dan minuman keras karena zat racun di dalamnya akan memperburuk kondisi kesehatan reproduksi. Disiplin dalam menjalani pola hidup sehat akan memberikan hasil nyata bagi peningkatan peluang kehamilan di masa depan.

Baca: 5 Gejala Ketidaksuburan Pada Pria

Vertomen Solusi Herbal untuk Memperbaiki Kualitas Sperma

Bagi pria yang sedang berjuang melawan dampak obesitas dan infertilitas pria maka Vertomen hadir sebagai solusi. Produk ini mengandung kombinasi ekstrak delima, jahe merah, serta pasak bumi yang terbukti sangat baik bagi kesuburan.

Vertomen bekerja aktif dalam membantu meningkatkan produksi sperma serta memperbaiki kualitasnya agar lebih sehat dan juga subur. Kandungan alaminya efektif mengentalkan sperma yang berpengaruh besar pada keberhasilan program kehamilan bagi pasangan yang sudah menanti.

vertomen obesitas dan infertilitas pria

Suplemen ini memberikan dukungan penuh bagi promil pria dengan cara memberikan nutrisi penting bagi sel reproduksi pria.

Gunakan Vertomen secara rutin untuk lawan dampak obesitas dan infetilitas pria serta memastikan setiap sel sperma memiliki kemampuan pembuahan optimal.