Prostatitis Akut dan Kronis: Ini Perbedaan yang Wajib Pria Ketahui

Kekambuhan prostat sering dipicu bakteri tersisa, biofilm, dan kebiasaan yang membebani prostat.

Prostatitis akut dan kronis merupakan dua kondisi serius pada kelenjar prostat yang sering memicu rasa nyeri hebat dan mengganggu aktivitas harian pria.

Banyak laki-laki merasa kebingungan saat harus membedakan kedua jenis peradangan saluran kemih ini karena gejalanya sama-sama bisa terasa menyiksa.

Pada prostatitis akut, keluhan biasanya muncul mendadak, disertai demam tinggi dan rasa sakit intens di area panggul bawah.

Baca : Makanan yang Harus Dihindari Saat Prostat Bengkak

Sementara itu, prostatitis kronis berkembang perlahan namun menetap dalam jangka waktu yang panjang.

Memahami perbedaan mendasar antara keduanya sangat penting agar setiap pria bisa mendapatkan penanganan medis yang paling tepat.

Pada tahap akut, infeksi bakteri sering menjadi penyebab utama munculnya peradangan yang terasa sangat menusuk. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena bisa menimbulkan dampak buruk bagi fungsi reproduksi pria.

Sedangkan prostatitis kronis cenderung lebih lama dan sering berulang, sehingga membutuhkan evaluasi medis yang lebih mendalam untuk menentukan penyebab pastinya.

Baca: Makanan Apa yang Bagus Untuk Prostat?

Perbedaan Gejala Prostatitis Akut dan Kronis yang Harus Diwaspadai

Gejala pada prostatitis akut biasanya muncul secara tiba-tiba. Penderita akan merasakan sensasi terbakar yang sangat kuat saat buang air kecil, disertai menggigil seperti sedang terserang flu berat.

Saat dokter melakukan pemeriksaan fisik, area prostat akan terasa sangat nyeri dan bengkak karena peradangan yang aktif.

Berbeda dengan itu, prostatitis kronis memperlihatkan tanda-tanda yang lebih samar, namun efeknya sangat mengganggu rutinitas sehari-hari.

Nyeri tumpul pada area kemaluan, pinggang bawah, atau perineum sering datang dan pergi selama berbulan-bulan.

Beberapa pria juga mengalami penurunan gairah seksual, bahkan muncul rasa tidak nyaman setelah ejakulasi.

Kondisi ini biasanya membutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis bakteri atau faktor penyebab lainnya yang menyerang prostat.

Baca: 5 Gangguan Buang Air Kecil pada Laki-Laki

Faktor Penyebab Berbeda pada Prostatitis Akut dan Kronis

Penyebab utama prostatitis akut hampir selalu berasal dari bakteri yang berpindah dari saluran kemih ke kelenjar prostat.

Bakteri seperti E. coli sering menjadi pemicu terjadinya peradangan mendadak yang terasa sangat menyakitkan.

Sementara itu, prostatitis kronis bisa terjadi karena infeksi berulang, kerusakan saraf di area panggul bawah, atau ketegangan otot yang terus-menerus.

Baca : Anyang-anyangan Bisa Dialami Pria Muda

Stres emosional berat juga dapat memperburuk ketegangan otot di sekitar prostat.

Gaya hidup yang tidak sehat, kebiasaan menahan buang air kecil, serta cedera fisik pada area antara skrotum dan anus turut meningkatkan risiko munculnya prostatitis kronis.

Untuk itu, dokter biasanya menyarankan pasien agar menjalani pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan agar kondisi tidak semakin parah.

Baca: Obat Pelancar Buang Air Kecil Alami

Prosedur Pemeriksaan Medis untuk Menentukan Kondisi Prostat

Langkah pertama dalam menegakkan diagnosis adalah melalui wawancara medis mengenai riwayat kesehatan pasien.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan urine untuk melihat apakah terdapat bakteri atau sel darah putih sebagai tanda infeksi.

Pemeriksaan colok dubur (digital rectal exam) juga menjadi prosedur standar untuk menilai bentuk, ukuran, dan tingkat sensitivitas prostat.

Baca : Pantangan Penderita Kencing Tidak Tuntas

Pada beberapa kasus tertentu, dokter akan menyarankan pemeriksaan tambahan seperti USG untuk melihat gambaran prostat dengan lebih jelas.

Hasil tes laboratorium inilah yang akan menentukan apakah pasien mengalami prostatitis akut dan kronis.

Diagnosis yang tepat sangat menentukan keberhasilan pengobatan dan membantu meredakan rasa sakit yang dialami penderita.

Karena itu, sangat penting bagi pria untuk berkonsultasi dengan dokter urologi agar mendapatkan rekomendasi perawatan yang benar-benar efektif.

Baca: Urin Berbau Menyengat? Bisa Jadi Tanda Tubuh Lagi Bermasalah

Dampak Jangka Panjang dan Dukungan Herbal Alami dari Prosterafit

Jika tidak cepat tertangani, infeksi pada prostat dapat menyebar ke aliran darah dan menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Pada kasus tertentu, bisa terbentuk abses atau penumpukan nanah di dalam prostat yang sangat berisiko bagi kesehatan pria.

Kondisi kronis yang pria biarkan bisa memicu disfungsi ereksi, gangguan kesuburan, serta penyumbatan saluran kemih yang terasa sangat menyakitkan.

Oleh karena itu, pria perlu memperhatikan setiap perubahan pola buang air kecil yang terjadi terus-menerus. Penanganan sejak dini sangat membantu mencegah kerusakan permanen pada organ reproduksi.

Baca : Kencing Tidak Tuntas Tanda Awal Gangguan Ginjal

Sebagai dukungan alami, menjaga kesehatan prostat kini dapat melalui konsumsi suplemen herbal seperti Prosterafit.

Formula khusus ini mengandung ekstrak alang-alang yang efektif melancarkan saluran kemih, serta Andrographis paniculata yang bekerja aktif mengurangi peradangan pada prostat.

prostatitis akut dan kronis prosterafit

Baca: Gejala Awal Prostat Bermasalah

Kandungan pegagan (Gotu Kola) di dalamnya juga membantu memperbaiki jaringan yang rusak akibat prostatitis akut dan kronis.

Kombinasi bahan herbal ini mampu meredakan gejala awal gangguan prostat secara alami tanpa efek samping.

Pemakaian rutin dapat menurunkan risiko infeksi saluran kemih yang sering menjadi pemicu gangguan fungsi prostat.

Jaga kesehatan saluran kemih Anda dengan memesan Prosterafit terbaik melalui tautan berikut ini.