Posisi agar BAB lancar sering orang remehkan, padahal berpengaruh besar pada kerja usus dan kenyamanan tubuh.
Banyak orang merasa BAB sulit tanpa sadar penyebabnya justru berasal dari cara duduk di toilet. Postur yang kurang tepat membuat otot pembuangan bekerja lebih keras dari seharusnya.
Baca : Penyebab Wasir yang Jarang Diketahui
Akibatnya, kotoran bergerak lebih lambat dan terasa berat saat keluar. Di sisi lain, kebiasaan ini sering berlangsung bertahun-tahun tanpa disadari.
Perubahan kecil pada postur bisa memberi efek besar pada kelancaran BAB. Selain itu, tubuh sebenarnya sudah memiliki mekanisme alami untuk membantu proses pembuangan.
Sayangnya, mekanisme tersebut sering terhambat karena posisi duduk modern yang kurang sesuai anatomi.Jika membiarkan kondisi ini tak hanya memicu sembelit. Risiko lain seperti wasir dan nyeri anus juga bisa muncul.
Maka dari itu, memahami posisi tubuh saat BAB menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan pencernaan jangka panjang.
Baca: Cara Mencegah Wasir Kambuh Tanpa Obat Mahal
Peran Otot Puborektalis dalam Proses Buang Air Besar
Otot puborektalis berfungsi seperti katup alami yang mengontrol keluarnya feses. Otot ini melingkari bagian akhir usus besar dan menjaga sudut rektum tetap menekuk.
Saat berdiri atau duduk tegak, sudut ini sengaja terbentuk untuk mencegah BAB spontan. Namun, masalah muncul ketika posisi tersebut dipertahankan saat di toilet.
Baca : Ciri-Ciri Wasir Luar dan Dalam
Otot puborektalis tidak mengendur sepenuhnya sehingga jalur keluarnya kotoran tidak lurus. Akibatnya, tubuh perlu mengejan lebih kuat untuk mengatasinya.
Di sinilah pentingnya penyesuaian postur. Dengan sudut tubuh yang tepat, otot bisa lebih rileks dan saluran rektum menjadi lebih lurus.
Alhasil, proses BAB terasa lebih ringan dan alami. Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya melawan mekanisme tubuh sendiri setiap hari.
Baca: Obat Wasir Alami yang Ampuh
Posisi Agar BAB Lancar Secara Alami dan Aman
Banyak ahli sepakat bahwa posisi agar BAB lancar paling ideal adalah posisi jongkok. Posisi ini membuat paha menekan perut dan membantu meluruskan rektum. Otot puborektalis pun mengendur tanpa dipaksa.
Menariknya, efek jongkok bisa ditiru meski menggunakan kloset duduk. Caranya dengan meletakkan bangku kecil di bawah kaki. Lutut yang lebih tinggi dari pinggul akan mengubah sudut tubuh secara alami.
Selain itu, tubuh sebaiknya sedikit condong ke depan. Posisi ini membantu tekanan intraabdomen bekerja optimal. Di tengah proses tersebut, pernapasan juga berperan penting. Tarikan napas dalam membantu relaksasi otot panggul.
Dengan kombinasi ini, BAB bisa berlangsung lebih cepat dan tuntas. Banyak orang melaporkan waktu di toilet berkurang drastis setelah rutin menerapkan postur ini.
Baca: Gejala Wasir Luar dan Dalam, Jangan Salah Mengartikannya
Kebiasaan Pendukung Posisi Agar BAB Lancar Setiap Hari
Menerapkan posisi agar BAB lancar tidak akan maksimal tanpa kebiasaan pendukung. Salah satunya adalah tidak menahan keinginan BAB terlalu lama. Saat sinyal tubuh muncul, sebaiknya segera ke toilet.
Asupan cairan juga berperan besar. Air membantu melunakkan feses sehingga lebih mudah keluar. Selain itu, pola makan tinggi serat mendukung pergerakan usus yang teratur.
Di sisi lain, kebiasaan duduk terlalu lama di toilet justru memperburuk kondisi. Bermain ponsel sering membuat seseorang lupa waktu. Tekanan pada anus pun meningkat tanpa disadari.
Maka, fokuslah pada proses BAB itu sendiri. Dengarkan sinyal tubuh dan beri waktu secukupnya. Dengan kebiasaan ini, usus akan belajar bekerja lebih efisien dari hari ke hari.
Baca: Cara Cepat Mengatasi Sembelit Tanpa Obat Keras
Dampak Postur Salah terhadap Wasir dan Nyeri Anus
Postur yang salah saat BAB sering memicu kebiasaan mengejan keras. Tekanan berlebih ini langsung membebani pembuluh darah di area anus. Dalam jangka panjang, pembuluh bisa membengkak dan memicu wasir.
Gejalanya tidak selalu langsung terasa parah. Awalnya hanya rasa tidak nyaman atau panas ringan. Namun, lama-kelamaan bisa muncul nyeri hingga perdarahan. Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas harian.
Menariknya, banyak kasus wasir berawal dari sembelit ringan. Sembelit tersebut sering berkaitan dengan posisi BAB yang keliru. Dengan kata lain, memperbaiki postur adalah langkah pencegahan yang sangat masuk akal.
Di tahap ini, perubahan gaya hidup memberi dampak nyata. Posisi yang tepat membantu mengurangi tekanan dan menjaga jaringan anus tetap sehat.
Baca: Apakah Serat Baik untuk Pencernaan atau Justru Sebaliknya?
Dukungan Alami untuk Menjaga Kelancaran BAB
Meski postur sudah dibenahi, sebagian orang tetap butuh dukungan tambahan dari dalam tubuh. Kondisi ini sering terjadi pada mereka yang mengalami BAB keras atau tidak teratur.
Di titik inilah solusi alami mulai terasa manfaatnya. Hemotera hadir sebagai herbal pendamping untuk membantu mengatasi wasir dan benjolan pada anus.

Formulanya menggabungkan daun ungu, temu putih, lidah buaya, rimpang kunyit, dan sambiloto.
Baca : Obat Wasir Paling Ampuh Alami
Kombinasi ini membantu meredakan peradangan serta menjaga kenyamanan area anus tanpa efek samping. Saat kondisi tubuh lebih seimbang, penerapan posisi agar BAB lancar terasa jauh lebih efektif.
Pendekatannya saling melengkapi, postur mendukung dari luar, herbal bekerja dari dalam. Hasilnya, proses BAB terasa lebih ringan dan minim tekanan.
Seiring waktu, tubuh terbiasa dengan ritme sehat dan BAB tidak lagi jadi momen menegangkan.
Kalau ingin BAB lebih nyaman dari dalam, klik tombol di bawah dan mulai konsumsi Hemotera.




