Permasalahan seputar nafsu makan anak yang menurun menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orang tua.
Ketika anak menolak makan, orang tua cenderung panik dan mencari solusi instan.Namun demikian, penurunan nafsu makan tidak selalu karena masalah medis atau kurangnya gizi.
Seringkali, penyebabnya tersembunyi dalam faktor stres dan lingkungan di sekitar anak.Oleh karena itu, mengidentifikasi pemicu non-medis ini adalah langkah pertama yang krusial.
Kita akan mengupas bagaimana stres emosional memengaruhi keinginan anak untuk makan.
Baca: Apa itu Nafsu Makan dan Mengapa Bisa Menurun?
Faktor Stres dan Emosional terhadap Nafsu Makan Anak
Anak-anak bereaksi terhadap stres dan perubahan lingkungan sama seperti orang dewasa, tetapi mereka mengungkapkannya melalui perilaku, termasuk penolakan makan.
Stres Psikologis
Transisi besar, seperti pindah sekolah, kedatangan adik baru, atau konflik di rumah, dapat menyebabkan anak merasa cemas.
Faktanya, stres memicu pelepasan hormon kortisol, yang dapat menekan sinyal lapar. Maka, rasa cemas ini bermanifestasi sebagai hilangnya minat terhadap makanan.
Baca: Vitamin untuk Nafsu Makan Terbaik untuk Dewasa dan Lansia
Tekanan saat Makan
Memaksa anak menghabiskan makanan atau mengancam hukuman saat makan hanya akanmenciptakan pengalaman negatif. Anak akan mengasosiasikan waktu makan dengan stres.
Oleh karena itu, paksaan ini dapat memperburuk masalah nafsu makan anak dan memicu penolakan yang lebih kuat.
Baca: Cara Menambah Nafsu Makan Orang Dewasa Secara Alami
Perubahan Rutinitas
Anak sangat bergantung pada rutinitas. Perubahan jadwal makan, waktu tidur, atau aktivitas dapat mengganggu ritme alami tubuh mereka.
Dengan demikian, jadwal makan yang tidak konsisten dapat mengurangi nafsu makan secara keseluruhan.
Baca: Nafsu Makan Anak Turun? Ini Trik Jitu agar Si Kecil Lahap Lagi
Faktor Lingkungan dan Strategi Pengaturan
Faktor stres dan lingkungan yang ada di luar tubuh anak juga harus dievaluasi untuk memperbaiki nafsu makan anak.
- Lingkungan Makan yang Mengalihkan Perhatian
Membiarkan anak makan sambil menonton TV, bermain gadget, atau berlarian mengalihkan fokus dari makanan.
Oleh karena itu, ciptakan lingkungan makan yang tenang, bebas dari layar. Fokuskan perhatian anak pada makanan.
- Pilihan dan Porsi Berlebihan
Menawarkan terlalu banyak pilihan makanan atau menyajikan porsi yang sangat besar di piring dapat membuat anak kewalahan.
Sebab, porsi besar dapat terasa mengancam bagi anak. Maka, sajikan porsi kecil. Biarkan anak meminta tambah jika mereka mau.
Baca: Benarkah Daun Pepaya Menambah Nafsu Makan?
- Tekstur dan Rasa
Anak sering sensitif terhadap tekstur (neophobia). Jika anak menolak makanan baru, jangan menyerah. Tawarkan makanan yang sama berulang kali (setidaknya 10-15 kali), tanpa paksaan, dalam berbagai bentuk penyajian.
Defisiensi mikronutrien tertentu sering luput dari perhatian sebagai faktor stres dan lingkungan internal.
Kekurangan zinc dapat menjadi salah satu penyebab penurunan nafsu makan anak. Zinc berperan penting dalam indra perasa dan penciuman.
Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter anak untuk tes kadar zinc mungkin diperlukan. Selain itu, dalam manajemen lingkungan, coba gunakan jadwal visual (visual schedule).
Jadwal visual membantu anak mengetahui kapan waktu makan tiba. Ini mengurangi kecemasan tentang ketidakpastian.
Faktanya, memberikan anak peran aktif, seperti memilih piring atau membantu menyiapkan makanan, juga dapat meningkatkan minat dan mengurangi penolakan.
Baca: Penyebab Orang Kehilangan Nafsu Makan
Dukungan Herbal untuk Stimulasi Nafsu Makan

Setelah faktor stres dan lingkungan diatasi, kita perlu memastikan sistem pencernaan anak berfungsi optimal untuk merangsang sinyal lapar.
Di sinilah produk Herbacuma dapat memberikan dukungan nutrisi tambahan.
Herbacuma memadukan empat bahan yang telah lama digunakan secara tradisional untuk membantu sistem pencernaan.
Herbacuma mengandung Kunyit dan Temulawak. Kedua rimpang ini berfungsi sebagai bitter tonic.Secara spesifik, Kunyit dan Temulawak merangsang sekresi cairan empedu dan asam lambung.
Oleh karena itu, ini meningkatkan nafsu makan secara alami dan mempersiapkan lambung untuk mencerna.
Baca: Suplemen Nafsu Makan: Aman untuk Ibu Menyusui?
Formula ini juga diperkaya Buah Adas dan Daun Pepaya. Buah Adas membantu mengurangi gas dan kembung.
Daun Pepaya kaya enzim papain. Faktanya, enzim ini membantu memecah protein dan meningkatkan penyerapan nutrisi di usus.
Dengan demikian, Herbacuma membantu memastikan makanan yang masuk dicerna dengan efisien, yang pada gilirannya mendorong anak merasa lapar lagi.
Baca: Tidak Nafsu Makan Pertanda Apa? Waspadai Kondisi Ini
Dalam mengatasi masalah nafsu makan anak, orang tua membutuhkan kesabaran yang besar dari orang tua.
Faktor stres dan lingkungan seringkali menjadi akar masalah, bukan penolakan terhadap makanan itu sendiri.
Maka dari itu, fokuslah menciptakan lingkungan makan yang positif, menghilangkan tekanan, dan menjaga rutinitas yang stabil. Secara keseluruhan, padukan strategi perilaku dengan dukungan nutrisi yang tepat.
Dukungan herbal dari Herbacuma dapat menjadi pelengkap untuk menstimulasi sistem pencernaan dan meningkatkan keinginan anak untuk makan.
Apabila tertarik untuk mengonsumsi suplemen herbal ini, klik tombol di bawah.




