Fatty liver atau hati berlemak merupakan suatu kondisi penumpukan lemak di sel-sel hati. Belakangan ini, resiko hati berlemak meningkat tajam di kalangan masyarakat modern.
Resiko ini lebih tinggi lagi mengincar orang yang mengalami obesitas dan diabetes tipe 2.
Kondisi ini seringkali menjadi awal dari kerusakan hati yang lebih serius.
Oleh karena itu, mengidentifikasi risiko dan menerapkan cara pencegahan paling tepat adalah langkah krusial.
Mari kita bahas siapa saja yang berada pada risiko tertinggi penyakit ini.
Baca: Gejala Sakit Hati: Waspadai 5 Tanda Awal Kerusakan
Siapa Saja yang Berada pada Resiko Hati Berlemak?
Resiko hati berlemak terbagi menjadi dua jenis utama: hati berlemak alkoholik (ALD) dan hati berlemak non-alkoholik (NAFLD).
Kedua kondisi ini memiliki pemicu yang berbeda namun sama-sama mengancam fungsi hati.
Faktor Risiko NAFLD
Faktor risiko utama yaitu kondisi sindrom metabolik.
Ini mencakup obesitas sentral (lemak perut berlebih), resistensi insulin atau diabetes tipe 2, dan kolesterol tinggi.
Faktanya, sebagian besar kasus NAFLD berhubungan erat dengan pola makan tinggi gula dan kurang gerak.
Oleh karena itu, penderita diabetes harus menjalani skrining hati secara rutin.
Baca: Kerusakan Hati Alkohol: Bolehkah Minum Paracetamol?
Faktor Risiko ALD
Penyebab utama ALD di antaranya mengonsumsi alkohol berlebihan secara kronis.
Alkohol merusak sel hati secara langsung. Maka, ia mengganggu kemampuan hati memecah lemak.
Jumlah dan durasi konsumsi alkohol memengaruhi tingkat keparahan risiko.
Jika tidak ada tindakan pencegahan, resiko hati berlemak dapat berkembang menjadi NASH (Nonalcoholic Steatohepatitis), peradangan hati.
Peradangan ini dapat berlanjut menjadi sirosis, kondisi kerusakan hati yang bersifat ireversibel.
Baca: 5 Kebiasaan Ini Pemicu Penyakit Hati
Cara Pencegahan Resiko Hati Berlemak
Mengubah gaya hidup menjadi cara pencegahan paling tepat dan paling efektif melawan hati berlemak.
Fokus utamanya adalah menghilangkan lemak dari hati.
1. Penurunan Berat Badan Bertahap
Jika Anda mengalami obesitas, penurunan berat badan 7-10% dari total berat badan dapat membantu mengurangi lemak hati.
Namun, penurunan harus terjadi secara bertahap.
Penurunan berat badan terlalu cepat justru dapat memperburuk peradangan hati.
Baca: Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Hati
2. Batasi Asupan Gula dan Karbohidrat Olahan
Gula, terutama fruktosa, diubah menjadi lemak di hati.
Oleh karena itu, sebaiknya hindari minuman manis, makanan olahan, dan roti putih.
Sebaliknya, fokuslah pada karbohidrat kompleks dan serat. Serat membantu mengontrol gula darah.
Baca: Fungsi Hati Penting: Ini Dampaknya Jika Hati Rusak
3. Rutin Beraktivitas Fisik
Olahraga teratur membantu hati membakar lemak. Baik latihan aerobik maupun latihan kekuatan efektif mengurangi lemak visceral.
Dengan demikian, aktivitas fisik tidak hanya menurunkan berat badan tetapi juga meningkatkan sensitivitas insulin.
Baca: Cara Jaga Hati Sehat dari Kerusakan Akibat Racun
4. Hindari Alkohol
Bagi semua orang, membatasi alkohol mengurangi beban kerja hati.
Bagi penderita ALD, pantang alkohol total menjadi satu-satunya cara pencegahan paling tepat untuk menghentikan progresi penyakit.
Baca: Gejala Sakit Hati: Waspadai 5 Tanda Awal Kerusakan
Dukungan Herbal untuk Fungsi Hati

Baca: Kelebihan Herbatitis Dibandingkan Obat Hati Lainnya
Adanya peran herbal akan mendukung hati dalam proses detoksifikasi dan regenerasi.
Di sinilah produk Herbatitis menawarkan fungsi bahan herbal yang teruji dan telah lama bermanfaat secara tradisional.
Herbatitis memadukan tiga bahan yang dikenal sebagai hepatoprotektor alami.
Temulawak dan Kunyit menjadi inti utama formula Herbatitis. Kedua herbal ini kaya kurkuminoid.
Kurkuminoid merupakan antioksidan dan anti-inflamasi kuat.
Baca: Penyebab Penyakit Liver yang Jarang Terungkap, Hati-Hati dengan Kebiasaan Ini!
Secara spesifik, kurkuminoid membantu melindungi sel hati dari kerusakan oksidatif karena adanya penumpukan lemak.
Selain itu, Temulawak merangsang produksi empedu. Peningkatan empedu membantu hati membuang racun lebih efisien.
Tanaman Jombang (Dandelion) juga terkandung dalam formula ini. Tanaman Jombang bertindak sebagai tonik hati dan diuretik.
Faktanya, ia mendukung aliran empedu dan membantu membersihkan hati.
Maka, Herbatitis dapat menjadi pelengkap yang kuat untuk cara pencegahan paling tepat dalam menjaga hati tetap sehat.
Baca: Apa itu Herbatitis Bagaimana Herbalnya Membantu Kesehatan Hati
Mengambil tindakan pencegahan terhadap resiko hati berlemak harus menjadi prioritas kesehatan Anda.
Menerapkan diet rendah gula, aktif bergerak, dan menjaga berat badan adalah cara pencegahan paling tepat yang bisa Anda lakukan.
Maka dari itu, konsistensi dalam perubahan gaya hidup ini menjadi dasar utama menjaga kesehatan organ hati
Secara keseluruhan, padukan upaya diet Anda dengan dukungan herbal seperti Herbatitis.
Intinya, dengan konsisten disiplin yang ketat, Anda dapat membalikkan kondisi hati berlemak dan melindungi kesehatan Anda secara menyeluruh.
Apabila ingin melakukan pembelian Herbatitis, klik link toko resmi di bawah ini untuk mendapatkan produk asli. Hati-hati terhadap produk tiruan dengan harga murah.




